Aku dengan suamiku ini ya kadang take a fun life in serious way or take seriously fun in life. Waktu bosen gini dan butuh penyaluran, aku menghubungi suamiku (maklum ya pasangan LDM Gresik-Jakarta). "Aku stres nih, enaknya ngerjakan penelitian apa nulis blog ya?" tanyaku (aku sendiri semacam absurd, mencari kesibukan lain disaat tertekan). Mungkin suami serius akan menjawab "Dulukan tanggung jawabmu menjalankan penelitian," tapi ini nggak, yang dijawab "nulis blog aja, udah lama vakum kan," ujarnya. Baiklah. Istri sholehah menuruti keinginan suami XD. (*meski deadline penelitian besok yah, biarkan apa kata dunia)
---
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on
Lagu kirab manten menemaniku saat resepsi di Wisma A.Yani Gresik pada tanggal 6 Maret lalu. Aku memegang erat lengan Cupa, bukan karena apa tapi karena aku mual dan pusing.
Flashback
Jika ada orang bilang cobaan waktu nikah itu banyak banget, itu bukan mitos guys. Itu adalah kenyataan. Katanya memang menuju jalan Halal itu banyak cobaannya. Sebut saja yang kualami, mulai dari jerawatan puaraaaaaaaaaaaaah sampai batuk selama dua bulan sebelum menikah. Selain itu ada cobaan dari segi psikologis juga, di lain sisi pasrah mau dinikahi dan di sisi lain kok rasanya enakan single dulu. Kadang juga sering menggalau gak jelas (meski sampai sekarang) kalau berpikir besok setelah nikah bakal LDR an. Sampai sempet mikir apa dibatalin semua rencana pernikahannya. Yah ada sajalah. Biasanya kalau sudah gini tinggal banyakin sholat dan puasa, juga say goodbye pada kenangan masa lalu (*halah).
Sampai pada saat H-1 akad, batukku semakin parah saat mikirin ini itu apa yang belum beres. Batuknya sampai kayak kudu muntah gitu. Apalagi saat malamnya ditanyain acara buat akad dan aku dimarahi karena ga bisa njawab, langsung aku muntah-muntah. May we call it Prewed Syndrom. Bahkan syndrom ini semakin parah mendekati H minus beberapa jam sebelum akad. Waktu aku dirias pun sampai batuk ga berhenti-henti.
Setelah dinyatakan SAH pun, syndrom ini belum mereda sampai resepsi di dua hari berikutnya. Make up cantik tebal, gaun berat, hiasan kepala yang tak kalah berat membuatku merasa sakit saat resepsi. Kutahan wajah mual dan mual itu sendiri sampai berakhir resepsi. Malam hari setelah resepsi di pagi hari, Cupa harus ke kembali ke Jakarta. Sedangkan aku mengurus persiapan ini itu di Gresik.
Hari Senin malam aku menyusul ke Jakarta. Rencananya kami akan melakukan perjalan backpacker ke Singapura, Malaysia, dan Jepang. Namun tidak ada persiapan yang matang. Semuanya baru disiapkan H min beberapa jam sebelum keberangkatan pesawat Jakarta-Singapura. Hectic!
"Beli kamera semacam go pro yuk,"- entah perkataan siapa dulu yang memulai. Hingga akhirnya uang mahar kupakai untuk membeli bpro *parah *parah. Sebagian orang mungkin melihat uang mahar itu sakral dan harus disimpan dan digunakan di saat-saat yang penting. Berhubung, aku dan suami adalah pasangan yang santai, saat melihat harga bpro pas setara dengan uang mahar, langsung dibeli aja XD.
Kami juga harus beputar-putar di Jakarta untuk mencari travel agent yang menjual tiket JR pass hari itu juga. Sakdet saknyet! Belum lagi mata uang yang harus ditukarkan ke 4 mata uang berbeda (US dollar, Singapore dollar, Malaysian Ringgit, dan Yen). Semua itu baru beres kurang H min 3 jam penerbangan.
Hah postingan intro ini ga penting banget. Oke langsung menuju ke Reff. Backpacker couple in honeymoon! Welcome to Singapore!
Next: http://elitachoice.blogspot.co.id/2016/09/sweet-sour-honey-lemon-3-itenari-dan.html
Next: http://elitachoice.blogspot.co.id/2016/09/sweet-sour-honey-lemon-3-itenari-dan.html