a choice that change my life

Tampilkan postingan dengan label Gresik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gresik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

Sweet Sour Honey Lemon (1): Prelude

*bersih-bersih debu dan sarang laba-laba di blogku*
Sepertinya beberapa post terakhirku selalu diawali dengan "lama nih nggak nulis blog". Semacam basa-basi hanya untuk pembukaan. Mungkin bisa jadi aku terlalu sibuk dengan hidupku yang ini itu dan melupakan refreshingku dengan cara menulis. Nah kali ini bisa dibilang aku lagi suntuk dengan hidupku yang melulu ini itu and need a room for me time.

Edisi kali ini yang ingin kutuliskan adalah Sweet Sour Lemon Honey. Ada honey nya pastinya yang sweet sweet ya. Sure! Taraa aku sudah menikah dan resmi menjadi seorang istri pada bulan Maret lalu (*pamer cincin jari manis) bersama teman seangkatanku yang bernama Yusuf Afandi (or si Cupa Cupa). Absurd banget, udah pacaran selama 6 tahun sejak kuliah S1 sampai aku lulus S2 dan kita sebenarnya satu SMP dan SMA. Ajaibnya lagi, pada suatu hari yang cerah, kita berdua melewati sebuah TK. "Eh ini TK ku lho," kataku pada Cupa sambil menunjuk TK muslimat Mahkota. "Lho ini juga TK ku," jawabnya. Nah lo berarti alam telah mempertemukan kita semenjak balita. Anehnya lagi kita nggak saling kenal saat TK dan baru tau kalau kita satu TK pas sudah tunangan.
--
Ada hitam, ada putih. Ada manis, eits ga ada pahit, di hidup ini adanya kecut alias sour. Semua hal yang buruk itu rasanya bukan pahit melainkan asam dan memperkaya nilai hidup ini. Minuman madu dicampur lemon pasti rasanya lebih menyegarkan daripada hanya minum lemon dan madu, bukan? Sama halnya dengan hidup yang kujalani bersama hubiku (*ciee). Terkadang senang semanis madu, terkadang sedih seperti lemon. Namun itulah yang akan memperkuat ikatan kita berdua.

Untuk prelude kali ini, aku akan membahas mengenai lika liku menyiapkan pernikahan. Mungkin sebagian pasangan yang akan menikah nggak perlu repot menyiapkan karena semua sudah disiapkan oleh orang tua mulai katering dan juga pendanaan. Beda halnya dengan aku dan Cupa, kami urunan untuk membiayai resepsi kami sendiri (yah meski akhirnya diuruni mamaku pas ada kurangnya). Kami menyiapkan (dan menabung) untuk menikah selama setahun. Berikut ini step-step menyiapkan pernikahan ala Elita dan Yusuf di kota Gresik.

pengen macak gini lagi XD



1. Cari Tempat Resepsi
Ini puentingg banget apalagi kalau kamu tinggal di Gresik,pastinya tempat resepsi ya itu-itu aja. Jika memungkinkan bookinglah 1 tahun sebelumnya seperti saya ini >_<  kalau book 2 bulan sebelum dijamin nggak dapet tempat.Berikut ini kisaran harag sewa tempat resepsi di Gresik tahun 2016
- Wisma A. Yani (Jl.Veteran): 8,5 juta
- Hotel Sapta Nawa: 10,5 juta
- Gedung Petrokimia: 10 juta
- Masjid Agung Gresik: 5 juta
- Gedung PKPI : 4 juta

2. Catering
Mamaku nggak mau kalau nggak katering Surya Boga Cerme. Okelah diturutin.Untung saja harganya terjangkau dan kata tamu masakannya enak (aku sendiri nggak nyoba). Di resepsi, aku mengundang sekitar 600 undangan. Saat itu aku persiapkan:
-400 menu utama @Rp 28.000 plus biaya gedung (Rp 500,000)
-150 bakso @Rp 8000
- 100 soto kikil @12.000
- 200 kebab @8000
- 400 nasi krawu Bu Zaenab (satu paket 4 juta)
- 200 sego rumo Pasar Gresik(satu paket 1 jutaan)
- 200 semanggi Pasar Gresik(satu paket 1,2 jutaan)
- 100 klepon dan 100 serabi

3. Undangan
Say no to undangan mainstream. Jadi undangannya di desain custom buat aku. Unyu-unyu lagi *aku banget meski agak alay ya. Bentuknya tiket pesawat dimana belakangnya ta beri gambar animasi anak kucing menculut. Per undangannya seharga Rp 5000 (sesuai budget bingit kan) PS: harga bisa naik sewaktu-waktu bergantung bahan yang diminta. Ini nih CP vendornya, bisa di whatsapp Mas Taufik domisili Surabaya: 081334295278



4. Souvenir
Pas nyari di PGS kok kebetulan nemu souvenir unyu: tempat lada dan garam warna-warni. Harganya sekitar 6000 plus pengepak an.

5. Rias
Ini nih yang agak ribet buat calon penganten perempuan.Ogah banget kan kalau mantenan tapi nggak manglingi, maklum namanya aja Ratu Semalam. Jadinya aku bener-bener selektif milih perias. Berhubung selama beberapa sepupu selalu menggunakan Kak Ida or Jaehan dan hasilnya bagus, akhirnya kupercayakan pada Jehan tanpa melirik yang lain.

Tapi ada tapinyaa, harganya lumayan menguras karena setara 6 kali gajiku saat itu yaitu sekitar 25 juta untuk rias penganten dan among tamu. Sedangkan jika ambil paket plus dekor bisa lebih dari 55 juta untuk rias dan dekor. So wow! Namun jangan tanya hasilnya, pasti puas deh. Aku yang waktu itu jerawatan puarah bisa disulap menjadi mulus dan unyu-unyu.

6. Dekor
Kita pakai mawar catering karena di nikahan sepupu kelihatan bagus. Tapi mungkin kita yang kurang selektif sehingga dekorasinya biasa saja dengan bunga mati. Warnanya juga nggak matching dengan dressku warna merah emas (ganti H min seminggu yang awalnya dress ungu, maklum galau). Untung ditolong dengan adanya anggur asli di panjer-panjer putih dan juga photobooth.

7. Berkas Pra Nikah
Ini perjuangan juga, ayahku sudah nggak ada dan mamaku nggak mungkin ngurus ginian. Jadilah aku sendirian yang mengurus berkas pernikahan macam anak dibawah umur mau kawin. Macal ke RT,RW, lalu mblusuk nyari rumah modin. Disana modin menjelaskan berkas apa saja yang perlu dibawa ke kecamatan: berkas dari pihak laki-laki (diurus di KUA pihak laki-laki), surat wali, bukti pembayaran pajak tanah dan bangunan, foto, dkk.Yang agak susah surat wali, jadilah aku harus menelpon keluarga alm ayahku di Situbondo. Setelah lengkap, semua berkas di bawa ke KUA dan menunggu rafak.

Rafak ini ya semacam komedi bagiku. Rafak adalah pengecekan keabsahan berkas dari calon penganten oleh KUA. Biasanya yang datang adalah calon penganten beserta orang tua. Tapi ini aku sendiri datang ke KUA!!! Longak longok yang lain bawa pasangan atau ortu, sedangkan aku bawa nekat. Gimana lagi, mama kerja luar kecamatan dan suami kerja di Jakarta. Untung saja aku bisa menjawab semua pertanyaan pihak KUA dengan lancar. "nama suami, nama mertua, nama wali, nama ibu" yah semacam itulah yang sebelumnya sudah kuhapal nama lengkap sampai nama keempat saudara suamiku.

Biaya untuk nikah di luar KUA adalah Rp 600.000 dibayar lewat bank dan biaya modin sebesar Rp 300.000

Foto mbolang berdua jaman lulus S1 jadi foto prewed

8. Photo Prewedding
-Nggak ada- Parah parah. Cuma foto waktu kita berdua mbolang yang kuedit sedemikian sehingga. Uang untuk prewed dialihkan untuk membeli tiket honey(backpack)moon. Ya aku juga nggak seneng kalau foto prewed yang terlampau mesra -_- meskipun sekarang pingin juga sih foto postwed (halah latah).

Soal honeymoon ini juga konyol, kita berdua yang suka mbolang tapi aku yang selalu menginisiasi. Si Cupa pingin ke Lombok, aku pingin ke Komodo. Si Cupa pingin ke Bali, aku pingin ke Danau Toba. Si Cupa pingin ke Singapura, aku pingin ke Australia. Yah gak nemulah sampai suatu saat aku nemu tiket promo ke Jepang!!! Langsung kami berdua berada di jalan yang sama yaitu agree. Dia adalah penggemar anime Naruto dan One Piece, sedangkan aku penggemar komik dan barang unyu ala Harajuku. Klop lah! 2 tiket KL-Tokyo seharga kurang dari 2 juta. Hihihii.

Nah edisi sweet sour honey lemon berikutnya adalah petualangan kita ber backhoneypackmoon di 3 negara. See yaa.



Read More

Kamis, 19 Maret 2015

UISI Meriahkan Kirab Budaya Gresik

Hai haii long time no update :D posting kali ini tentang beritaku yang dimuat di website dan majalah Gapura milik Semen Indonesia Foundation. Jiwa jurnalis mulai keluar lagi nih. Kali ini aku kebagian meliput acara kirab budaya di Gresik. Amazing. Here we are...


Kirab budaya Gresik diadakan tiap tahunnya untuk memperingati hari jadi kota Gresik. Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) ikut memeriahkan kirab budaya sebagai hari jadi kota Gresik ke-528 pada Senin (9/3). Selain mendukung salah satu bakat mahasiswa UISI yang tergabung dalam Grissee Costume Comunity (GCC), civitas akademik UISI juga ingin memperkenalkan kampus UISI ke masyarakat Gresik.


Hujan deras sebelum kirab budaya tak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa UISI untuk berparade mulai dari Sunan Giri sampai alun-alun Gresik. Tiga puluh mahasiswa menggunakan baju merah dan membawa beberapa poster UISI. Parade mahasiswa UISI disertai dengan pembagian brosur dan stiker ke masyarakat. Rangkaian parade UISI juga diikuti dengan parade dari GCC yang disponsori UISI, berupa puluhan orang dengan kostum unik.  Beberapa mahasiswa UISI juga ikut mengenakan kostum unik buatan GCC.

"Tujuan dari UISI dalam kirab budaya adalah mendukung bakat dan kemampuan seni mahasiswa UISI dimana salah satunya menjadi ketua dalam GCC," ungkap Winda Narulidea S.T., M.T, dosen UISI. Winda mengungkapkan bahwa keikutsertaan UISI juga sebagai partisipasi dan dukungan kegiatan pemkab Gresik.


"Partisipasi UISI dalam kirab budaya Gesik juga sebagai promosi kampus ke masyarakat Gresik," tambah Winda. Dosen Teknik Logistik ini juga menjelaskan bahwa UISI merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSi) yang sebelumnya terdapat dua program studi. UISI mulai membuka sepuluh program studi pada tahun ini meliputi: Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Syariah, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen Rekayasa, Teknik Industri Pertanian, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual.




" Kami mendesain kostum sekitar dua bulan dengan berdasar pada letak geografis kota, makanan khas, dan bentuk bangunan di Gresik," ujar Fanny Gian Maya Sari, mahasiswa Manajemen Rekayasa UISI yang juga menjabat sebagai ketua GCC. Fanny menunjukkan contoh desain kostum diantaranya seperti sirip ikan yang khas akan pesisir Gresik dan bentuk kedaton Gresik.




Fanny juga menuturkan bahwa dia senang bisa memperkenalkan UISI ke masyarakat Gresik apalagi saat tahu ada adik kelas SMA yang memberikan respon dan ingin mendaftar ke UISI. Selain mendesain dan menjadi ketua, Fanny juga ikut berparade dengan kostum unik buatan GCC beserta beberapa mahasiswa UISI.











Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena