a choice that change my life

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2016

Sweet Sour Honey Lemon (2): Intro

Aku dengan suamiku ini ya kadang take a fun life in serious way or take seriously fun in life. Waktu bosen gini dan butuh penyaluran, aku menghubungi suamiku (maklum ya pasangan LDM Gresik-Jakarta). "Aku stres nih, enaknya ngerjakan penelitian apa nulis blog ya?" tanyaku (aku sendiri semacam absurd, mencari kesibukan lain disaat tertekan). Mungkin suami serius akan menjawab "Dulukan tanggung jawabmu menjalankan penelitian," tapi ini nggak, yang dijawab "nulis blog aja, udah lama vakum kan," ujarnya. Baiklah. Istri sholehah menuruti keinginan suami XD. (*meski deadline penelitian besok yah, biarkan apa kata dunia)

---

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on


Lagu kirab manten menemaniku saat resepsi di Wisma A.Yani Gresik pada tanggal 6 Maret lalu. Aku memegang erat lengan Cupa, bukan karena apa tapi karena aku mual dan pusing.

Flashback

Jika ada orang bilang cobaan waktu nikah itu banyak banget, itu bukan mitos guys. Itu adalah kenyataan. Katanya memang menuju jalan Halal itu banyak cobaannya. Sebut saja yang kualami, mulai dari jerawatan puaraaaaaaaaaaaaah sampai batuk selama dua bulan sebelum menikah. Selain itu ada cobaan dari segi psikologis juga, di lain sisi pasrah mau dinikahi dan di sisi lain kok rasanya enakan single dulu. Kadang juga sering menggalau gak jelas (meski sampai sekarang) kalau berpikir besok setelah nikah bakal LDR an. Sampai sempet mikir apa dibatalin semua rencana pernikahannya. Yah ada sajalah. Biasanya kalau sudah gini tinggal banyakin sholat dan puasa, juga say goodbye pada kenangan masa lalu (*halah).

Sampai pada saat H-1 akad, batukku semakin parah saat mikirin ini itu apa yang belum beres. Batuknya sampai kayak kudu muntah gitu. Apalagi saat malamnya ditanyain acara buat akad dan aku dimarahi karena ga bisa njawab, langsung aku muntah-muntah. May we call it Prewed Syndrom. Bahkan syndrom ini semakin parah mendekati H minus beberapa jam sebelum akad. Waktu aku dirias pun sampai batuk ga berhenti-henti.

Setelah dinyatakan SAH pun, syndrom ini belum mereda sampai resepsi di dua hari berikutnya. Make up cantik tebal, gaun berat, hiasan kepala yang tak kalah berat membuatku merasa sakit saat resepsi. Kutahan wajah mual dan mual itu sendiri sampai berakhir resepsi. Malam hari setelah resepsi di pagi hari, Cupa harus ke kembali ke Jakarta. Sedangkan aku mengurus persiapan ini itu di Gresik.

Hari Senin malam aku menyusul ke Jakarta. Rencananya kami akan melakukan perjalan backpacker ke Singapura, Malaysia, dan Jepang. Namun tidak ada persiapan yang matang. Semuanya baru disiapkan H min beberapa jam sebelum keberangkatan pesawat Jakarta-Singapura. Hectic!

"Beli kamera semacam go pro yuk,"- entah perkataan siapa dulu yang memulai. Hingga akhirnya uang mahar kupakai untuk membeli bpro *parah *parah. Sebagian orang mungkin melihat uang mahar itu sakral dan harus disimpan dan digunakan di saat-saat yang penting. Berhubung, aku dan suami adalah pasangan yang santai, saat melihat harga bpro pas setara dengan uang mahar, langsung dibeli aja XD.

Kami juga harus beputar-putar di Jakarta untuk mencari travel agent yang menjual tiket JR pass hari itu juga. Sakdet saknyet! Belum lagi mata uang yang harus ditukarkan ke 4 mata uang berbeda (US dollar, Singapore dollar, Malaysian Ringgit, dan Yen). Semua itu baru beres kurang H min 3 jam penerbangan.


Hah postingan intro ini ga penting banget. Oke langsung menuju ke Reff. Backpacker couple in honeymoon! Welcome to Singapore!

Next: http://elitachoice.blogspot.co.id/2016/09/sweet-sour-honey-lemon-3-itenari-dan.html
Read More

Sweet Sour Honey Lemon (1): Prelude

*bersih-bersih debu dan sarang laba-laba di blogku*
Sepertinya beberapa post terakhirku selalu diawali dengan "lama nih nggak nulis blog". Semacam basa-basi hanya untuk pembukaan. Mungkin bisa jadi aku terlalu sibuk dengan hidupku yang ini itu dan melupakan refreshingku dengan cara menulis. Nah kali ini bisa dibilang aku lagi suntuk dengan hidupku yang melulu ini itu and need a room for me time.

Edisi kali ini yang ingin kutuliskan adalah Sweet Sour Lemon Honey. Ada honey nya pastinya yang sweet sweet ya. Sure! Taraa aku sudah menikah dan resmi menjadi seorang istri pada bulan Maret lalu (*pamer cincin jari manis) bersama teman seangkatanku yang bernama Yusuf Afandi (or si Cupa Cupa). Absurd banget, udah pacaran selama 6 tahun sejak kuliah S1 sampai aku lulus S2 dan kita sebenarnya satu SMP dan SMA. Ajaibnya lagi, pada suatu hari yang cerah, kita berdua melewati sebuah TK. "Eh ini TK ku lho," kataku pada Cupa sambil menunjuk TK muslimat Mahkota. "Lho ini juga TK ku," jawabnya. Nah lo berarti alam telah mempertemukan kita semenjak balita. Anehnya lagi kita nggak saling kenal saat TK dan baru tau kalau kita satu TK pas sudah tunangan.
--
Ada hitam, ada putih. Ada manis, eits ga ada pahit, di hidup ini adanya kecut alias sour. Semua hal yang buruk itu rasanya bukan pahit melainkan asam dan memperkaya nilai hidup ini. Minuman madu dicampur lemon pasti rasanya lebih menyegarkan daripada hanya minum lemon dan madu, bukan? Sama halnya dengan hidup yang kujalani bersama hubiku (*ciee). Terkadang senang semanis madu, terkadang sedih seperti lemon. Namun itulah yang akan memperkuat ikatan kita berdua.

Untuk prelude kali ini, aku akan membahas mengenai lika liku menyiapkan pernikahan. Mungkin sebagian pasangan yang akan menikah nggak perlu repot menyiapkan karena semua sudah disiapkan oleh orang tua mulai katering dan juga pendanaan. Beda halnya dengan aku dan Cupa, kami urunan untuk membiayai resepsi kami sendiri (yah meski akhirnya diuruni mamaku pas ada kurangnya). Kami menyiapkan (dan menabung) untuk menikah selama setahun. Berikut ini step-step menyiapkan pernikahan ala Elita dan Yusuf di kota Gresik.

pengen macak gini lagi XD



1. Cari Tempat Resepsi
Ini puentingg banget apalagi kalau kamu tinggal di Gresik,pastinya tempat resepsi ya itu-itu aja. Jika memungkinkan bookinglah 1 tahun sebelumnya seperti saya ini >_<  kalau book 2 bulan sebelum dijamin nggak dapet tempat.Berikut ini kisaran harag sewa tempat resepsi di Gresik tahun 2016
- Wisma A. Yani (Jl.Veteran): 8,5 juta
- Hotel Sapta Nawa: 10,5 juta
- Gedung Petrokimia: 10 juta
- Masjid Agung Gresik: 5 juta
- Gedung PKPI : 4 juta

2. Catering
Mamaku nggak mau kalau nggak katering Surya Boga Cerme. Okelah diturutin.Untung saja harganya terjangkau dan kata tamu masakannya enak (aku sendiri nggak nyoba). Di resepsi, aku mengundang sekitar 600 undangan. Saat itu aku persiapkan:
-400 menu utama @Rp 28.000 plus biaya gedung (Rp 500,000)
-150 bakso @Rp 8000
- 100 soto kikil @12.000
- 200 kebab @8000
- 400 nasi krawu Bu Zaenab (satu paket 4 juta)
- 200 sego rumo Pasar Gresik(satu paket 1 jutaan)
- 200 semanggi Pasar Gresik(satu paket 1,2 jutaan)
- 100 klepon dan 100 serabi

3. Undangan
Say no to undangan mainstream. Jadi undangannya di desain custom buat aku. Unyu-unyu lagi *aku banget meski agak alay ya. Bentuknya tiket pesawat dimana belakangnya ta beri gambar animasi anak kucing menculut. Per undangannya seharga Rp 5000 (sesuai budget bingit kan) PS: harga bisa naik sewaktu-waktu bergantung bahan yang diminta. Ini nih CP vendornya, bisa di whatsapp Mas Taufik domisili Surabaya: 081334295278



4. Souvenir
Pas nyari di PGS kok kebetulan nemu souvenir unyu: tempat lada dan garam warna-warni. Harganya sekitar 6000 plus pengepak an.

5. Rias
Ini nih yang agak ribet buat calon penganten perempuan.Ogah banget kan kalau mantenan tapi nggak manglingi, maklum namanya aja Ratu Semalam. Jadinya aku bener-bener selektif milih perias. Berhubung selama beberapa sepupu selalu menggunakan Kak Ida or Jaehan dan hasilnya bagus, akhirnya kupercayakan pada Jehan tanpa melirik yang lain.

Tapi ada tapinyaa, harganya lumayan menguras karena setara 6 kali gajiku saat itu yaitu sekitar 25 juta untuk rias penganten dan among tamu. Sedangkan jika ambil paket plus dekor bisa lebih dari 55 juta untuk rias dan dekor. So wow! Namun jangan tanya hasilnya, pasti puas deh. Aku yang waktu itu jerawatan puarah bisa disulap menjadi mulus dan unyu-unyu.

6. Dekor
Kita pakai mawar catering karena di nikahan sepupu kelihatan bagus. Tapi mungkin kita yang kurang selektif sehingga dekorasinya biasa saja dengan bunga mati. Warnanya juga nggak matching dengan dressku warna merah emas (ganti H min seminggu yang awalnya dress ungu, maklum galau). Untung ditolong dengan adanya anggur asli di panjer-panjer putih dan juga photobooth.

7. Berkas Pra Nikah
Ini perjuangan juga, ayahku sudah nggak ada dan mamaku nggak mungkin ngurus ginian. Jadilah aku sendirian yang mengurus berkas pernikahan macam anak dibawah umur mau kawin. Macal ke RT,RW, lalu mblusuk nyari rumah modin. Disana modin menjelaskan berkas apa saja yang perlu dibawa ke kecamatan: berkas dari pihak laki-laki (diurus di KUA pihak laki-laki), surat wali, bukti pembayaran pajak tanah dan bangunan, foto, dkk.Yang agak susah surat wali, jadilah aku harus menelpon keluarga alm ayahku di Situbondo. Setelah lengkap, semua berkas di bawa ke KUA dan menunggu rafak.

Rafak ini ya semacam komedi bagiku. Rafak adalah pengecekan keabsahan berkas dari calon penganten oleh KUA. Biasanya yang datang adalah calon penganten beserta orang tua. Tapi ini aku sendiri datang ke KUA!!! Longak longok yang lain bawa pasangan atau ortu, sedangkan aku bawa nekat. Gimana lagi, mama kerja luar kecamatan dan suami kerja di Jakarta. Untung saja aku bisa menjawab semua pertanyaan pihak KUA dengan lancar. "nama suami, nama mertua, nama wali, nama ibu" yah semacam itulah yang sebelumnya sudah kuhapal nama lengkap sampai nama keempat saudara suamiku.

Biaya untuk nikah di luar KUA adalah Rp 600.000 dibayar lewat bank dan biaya modin sebesar Rp 300.000

Foto mbolang berdua jaman lulus S1 jadi foto prewed

8. Photo Prewedding
-Nggak ada- Parah parah. Cuma foto waktu kita berdua mbolang yang kuedit sedemikian sehingga. Uang untuk prewed dialihkan untuk membeli tiket honey(backpack)moon. Ya aku juga nggak seneng kalau foto prewed yang terlampau mesra -_- meskipun sekarang pingin juga sih foto postwed (halah latah).

Soal honeymoon ini juga konyol, kita berdua yang suka mbolang tapi aku yang selalu menginisiasi. Si Cupa pingin ke Lombok, aku pingin ke Komodo. Si Cupa pingin ke Bali, aku pingin ke Danau Toba. Si Cupa pingin ke Singapura, aku pingin ke Australia. Yah gak nemulah sampai suatu saat aku nemu tiket promo ke Jepang!!! Langsung kami berdua berada di jalan yang sama yaitu agree. Dia adalah penggemar anime Naruto dan One Piece, sedangkan aku penggemar komik dan barang unyu ala Harajuku. Klop lah! 2 tiket KL-Tokyo seharga kurang dari 2 juta. Hihihii.

Nah edisi sweet sour honey lemon berikutnya adalah petualangan kita ber backhoneypackmoon di 3 negara. See yaa.



Read More

Kamis, 19 Maret 2015

UISI Meriahkan Kirab Budaya Gresik

Hai haii long time no update :D posting kali ini tentang beritaku yang dimuat di website dan majalah Gapura milik Semen Indonesia Foundation. Jiwa jurnalis mulai keluar lagi nih. Kali ini aku kebagian meliput acara kirab budaya di Gresik. Amazing. Here we are...


Kirab budaya Gresik diadakan tiap tahunnya untuk memperingati hari jadi kota Gresik. Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) ikut memeriahkan kirab budaya sebagai hari jadi kota Gresik ke-528 pada Senin (9/3). Selain mendukung salah satu bakat mahasiswa UISI yang tergabung dalam Grissee Costume Comunity (GCC), civitas akademik UISI juga ingin memperkenalkan kampus UISI ke masyarakat Gresik.


Hujan deras sebelum kirab budaya tak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa UISI untuk berparade mulai dari Sunan Giri sampai alun-alun Gresik. Tiga puluh mahasiswa menggunakan baju merah dan membawa beberapa poster UISI. Parade mahasiswa UISI disertai dengan pembagian brosur dan stiker ke masyarakat. Rangkaian parade UISI juga diikuti dengan parade dari GCC yang disponsori UISI, berupa puluhan orang dengan kostum unik.  Beberapa mahasiswa UISI juga ikut mengenakan kostum unik buatan GCC.

"Tujuan dari UISI dalam kirab budaya adalah mendukung bakat dan kemampuan seni mahasiswa UISI dimana salah satunya menjadi ketua dalam GCC," ungkap Winda Narulidea S.T., M.T, dosen UISI. Winda mengungkapkan bahwa keikutsertaan UISI juga sebagai partisipasi dan dukungan kegiatan pemkab Gresik.


"Partisipasi UISI dalam kirab budaya Gesik juga sebagai promosi kampus ke masyarakat Gresik," tambah Winda. Dosen Teknik Logistik ini juga menjelaskan bahwa UISI merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSi) yang sebelumnya terdapat dua program studi. UISI mulai membuka sepuluh program studi pada tahun ini meliputi: Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Syariah, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen Rekayasa, Teknik Industri Pertanian, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual.




" Kami mendesain kostum sekitar dua bulan dengan berdasar pada letak geografis kota, makanan khas, dan bentuk bangunan di Gresik," ujar Fanny Gian Maya Sari, mahasiswa Manajemen Rekayasa UISI yang juga menjabat sebagai ketua GCC. Fanny menunjukkan contoh desain kostum diantaranya seperti sirip ikan yang khas akan pesisir Gresik dan bentuk kedaton Gresik.




Fanny juga menuturkan bahwa dia senang bisa memperkenalkan UISI ke masyarakat Gresik apalagi saat tahu ada adik kelas SMA yang memberikan respon dan ingin mendaftar ke UISI. Selain mendesain dan menjadi ketua, Fanny juga ikut berparade dengan kostum unik buatan GCC beserta beberapa mahasiswa UISI.











Read More

Selasa, 21 Oktober 2014

Wandering in Karimun Jawa (6): Budget dan Tips ke Karimun Jawa via Surabaya

Lagi-lagi banyak yang menanyakan ke Karimun Naik apa? Habis berapa? Ga ribetkah? Maka dari itu sampailah pada posting terakhir edisi Karimun Jawa.

Budget

Aku menggunakan travel dari www.wisatakita.com dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan bisa lebih murah karena aku berangkat berdua dengan Putri. Aku mengambil paket 4D3N seharga Rp.600.000. Itu sudah termasuk tiket kapal Sinjai PP, makan 5 kali (sarapan dan makan siang), homestay, tur selama dua hari penuh, ikan bakar, dan foto underwater softcopy.

Di luar itu, biaya dikeluarkan untuk transportasi Surabaya-Jepara dari Bungurasih, naik becak, dan makan malam. Berikut ini total biayanya:

  • Travel : Rp 600.000 ,-
  • Bus Surabaya-Jepara : Rp 90.000,-
  • Becak terminal-pelabuhan Jepara : Rp 10.000,-/orang
  • Sarapan pagi di pelabuhan Jepara : Rp 15.000,-
  • Makan malam seafood 2x     : Rp 34.000,-
  • Sewa sepeda motror dan bensin : Rp 20.000,-/orang
  • Becak pelabuhan-alun-alun Jepara : Rp 15.000,-
  • Angkot Jepara-Kudus  : Rp 15.000,-
  • Makan malam di Kudus  : Rp 15.000,-
  • Van Kudus-Surabaya  : Rp 100.000,-

Total                         : Rp 914.000,-

Tips

1. Wajib membawa dan memakai sun block!! meski aku sudah memakai sunblock tetap saja kulit masih belang sampai sekarang T..T
2. Wajib membawa obat mabuk meski tidak pernah mabuk.
3. Bis Surabaya Jepara berangkat dari terminal Bungurasih. Bisa ambil bis malam sekitar jam 7 malam sampai jam 9.30 malam, jadi sampai Jepara pas di pagi hari.
4. Bagi yang berkerudung, saat tur lebih baik langsung memkai baju renang lalu di dobel dengan baju biasa. Jadi kalau mau snorkling tinggal buka baju karena tidak ada tempat ganti baju di kapal.
5. Seafood di alun-alun sangat recomended untuk dimakan berbanyak dan pandai-pandailah menawar. Harga makanan seafood lebih murah dari telur atau ayam.
6. Kalau ingin menjelajahi Karimun Jawa secara maksimal, berikut ini itenarinya:
- Hari pertama, sampai di Karimun  Jawa siang hari istirahat sebentar dan langsung sewa sepeda motor untuk menjelajahi sebelah barat pulau.
-Hari kedua, sepulang tur bisa mengejar sunset di dermaga
-Hari ketiga, pagi hari jalan kaki ke bukit Joko Tuwo
-Hari keempat, tinggal packing dan pulang jika kapalnya tidak delay.
7. Waktu terbaik mengunjungi Karimun Jawa adalah Mei, Juni, Juli, dan Agustus. Meski terkadang ada beberapa hari yang ditunda karena ombak sangat besar. Waktu buruk untuk mengunjunginya adalah Januari, Februari karena ombak lebih besar.
8. Terminal Jepara tutup saat malam hari. Jadi kalau sampai pelabuhan Jepara malam hari langsung naik travel ke Kudus atau Semarang untuk lanjut naik bis ke Surabaya.

Enjoy Sun, Sand,and Sea :)
Read More

Wandering in Karimun Jawa (5): Kejar Setoran di Daratan Karimun Jawa


Kapalnya yang seharusnya menjemput kami dari Karimun Jawa ke Jepara jam 7 pagi molor menjadi jam 11 siang. Informasi tersebut diberitakan guide pada malam sebelumnya. Aku dan Putri santai-santai saja mengahabiskan pagi kami di homestay sampai jam 8 pagi. Setelah itu kami memutuskan jalan-jalan disekitar homestay. Terpikirlah ide gila "Put sewa peda motor yuk buat muter-muter Karimun Jawa," ungkapku. Sebenarnya Putri tidak setuju dengan ideku apalagi harga sewa sepeda motornya. Kami hanya ingin sewa selama 2 jam harganya disamakan dengan sewa seharian. Tapi setelah menghasut Putri dan tanya harga kanan kiri  jadilah kami menyewa sepeda motor selama dua jam dengan harga 25 ribu.

Jam menunjukkan pukul 9, Putri membawa sepeda motor matic dengan segera menuju ke arah barat yang belum kami jamah. Baru kali itu kurasakan aku merasa mabuk darat. Gimana tidak? meski sudah diaspal, jalannya banyak yang berlubang, berpasir, dan berkerikil. Tak tanggung-tanggung, banyak belokan dan tanjakan juga. Untungnya kami tidak kesasar karena jalan utama di Karimun Jawa ke pelabuhan itu cuma satu. Di sepanjang perjalanan terlihat rumah penduduk dan penginapan yang jarang-jarang. Saat melewati tempat yang agak tinggi terlihat laut yang mengelilingi Karimun Jawa.

Jalur darat ke pantai.

Jalanan kecil menuju pantai.
Putri menggeber sepedanya dengan kecepatan yang luar biasa selama 30 menit. Lalu kami melihat papan bertuliskan beberapa pantai. Sebenarnya kami ingin mengunjungi bukit Love tapi yasudahlah mumpung nemu pantai, sekalian saja dikunjungi. Jalan ke pantai sudah disemen namun sangat sempit dan hanya cukup dilewati sepeda motor. Akhirnya kami sampai di pantainya. Ehh tapi sebentar kok ada yang jualan, ada batu-batu, dan pohonnya pun familiar. Taraaa ternyata kami sampai ke pantai yang dua hari lalu telah dikunjungi bernama Ujung Gelam. Masih nekat, kami mencoba jalan bercabang lainnya yang juga menunjukkan adanya pantai. Ini kalah judi lagi, ternyata pantai kedua Batu bolong adalah pantai disebelah pantai pertama.

Kalah judi ke pantai yang sama.

Tetep aja foto2 meski sudah dikunjungi.
Jam sudah menunjukkan pukul 9.45, Putri langsung menggeber sepedanya ke jalan utama dan menuju ke arah barat. Sampailah di persimpangan jalan. Kanan atau Kiri? Aku mengecek jam berkali-kali. "Udah put ke kiri aja, kalau ke kanan arah bandara terlalu jauh," ujarku. Lalu kami menuju jalan yang bertuliskan arah hutan mangrove. Oh wow, ternyata jalan tersebut cantik karena di kiri kanan terdapat persawahan dengan background bukit bukit yang tinggi. Kukira Karimun Jawa adalah kumpulan pulau yang datar-datar saja tapi ternyata pemikiranku salah.
Ini di Karimun lho.

Perbukitan dan sawah.
Kami juga mengunjungi wisata hutan mangrove selama 5 menit yaitu hanya berfoto didepan pintu masuk. Setelah itu kami kejar setoran lagi mengikuti jalan sampai ketemu pantai dimana terdapat banyak rumput laut yang dikeringkan. Jam sudah menunjukkan pukul 10.30. Putri mengebut dan aku di boncengan hanya bisa pasrah terpental-pental karena profil jalanan yang luar biasa rusaknya. Saat itu kondisiku lebih mabuk daripada hari kemarin saat naik kapal dengan ombak 2 meter. Sungguh ajaib, Karimun Jawa bisa membuat orang mabuk darat dan laut.
Wisata Mangrove.
Jalan masuk ke hutan mangrove.

Pembalap Putri.

Sungai yang membelah hutan mangrove.

Tepat jam 11.00 kami sampai di tempat rental sepeda motor. Seteh itu kami bergegas jalan kaki ke penginapan. Disitu guide sudah menunggu dengan van. Teeng tepat waktu. Kami mengambil barang di kamar dan naik van menuju pelabuhan. Sungguh perjalanan darat yang kejar setoran.

Bye-bye Karimun dan jalan bolong.
Sekitar jam 12 siang kapal Sinjay sudah bersandar di pelabuhan. Lagi-lagi pengulangan perjalanan laut yang membosankan selama 5 jam. Bangun tidur, bangun lagi, tidur lagi masih di kapal juga. Akhirnya menjelang Isya, kami tiba di pelabuhan Jepara. Aku dan Putri berkompromi dengan geng UNAIR karena perjalan kami sama yaitu ke Surabaya. Setelah mbulet, terhasut, bingung cukup lama akhirnya kami naik becak ke alun-alun. Kata Pak Becak bis jurusan Surabaya sudah tidak ada di terminal dan terminalnya juga sudah tutup. Adanya bis yang lewat alun-alun. Ternyata pas sampai alun-alun adanya angkot ke semarang dan kudus. Itupun angkot terakhir. Yaelah.

Terpaksa naik angkot itu dan memutuskan berhenti di Kudus. Di dalam angkot saja masih bingung mau turun di terminal atau matahari. Pak supir menyarankan turun di matahari. Sedangkan keneknya yang juga istrinya menyarankan turun di terminal. Setelah per-cekcok-an,kami memutuskan turun di matahari sekalian lihat-lihat dan beli jajan. Saat diturunkan di matahari ternyata eh ternyata matahari itu bukan departement store melainkan Toko Bangunan 'Matahari'. Kriiik. Untung saja ada orang jualan semacam  kupat tahu ditempat itu. Lumayan untuk ngisi perut yang sedari siang belum makan. Kupatnya juga luar biasa, maniis banget bahkan lebih manis dari teh anget yang dipesan.

Geng UNAIR tadi menghubungi temannya yang baru balik dari Karimun dan juga di Jepara. Mereka memutuskan untuk menyewa van sampai Surabaya.Aku dan Putri mengiyakan dan nebeng saja. Jadilah kami pulang ke Surabaya dari Kudus dengan van. "Kenapa ga dari Jepara aja nyewanya,"gumam dalam hati.
Read More

Kamis, 04 September 2014

Wandering in Karimun Jawa (3): Pesona Taman Nasional Karimun Jawa

Awalnya aku berpikir bahwa mengunjungi pulau Karimun Jawa ya hanya mengunjungi satu pulau itu saja. Ternyata pemikiranku salah! Mengunjungi Karimun Jawa berarti memiliki kesempatan untuk mengunjungi sekitar 22 pulau lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional Karimun Jawa. Bagiku, semua pulau disana adalah luar biasa,semuanya berpasir putih, air bening,dan kehidupan bawah laut yang semarak.

Bawah laut Karimun Jawa by:wisatakita
Peserta tur (before tanning).

Peserta tur yang berbarengan denganku ada 40 orang. Anggap saja dibagi menjadi: geng Limbad (karena ada laki-laki yang mirip dengan Limbad sang maestro sihir lengkap dengan rambut gimbalnya), geng UNAIR, geng UGM, suku rambut panjang (cowok dengan rambut panjang ala iklan sampo), beberapa pasangan dan geng ga jelas (aku, Putri, dan Mbak beatrix dari Jakarta). Kami memulai perjalanan sekitar jam 9 pagi dengan perahu besar.

Dermaga Karimun Jawa, model:Putri :p

On the way

Perjalanan ke spot snorkeling

Aktivitas pertama adalah snorkling disekitar pulau Menjangan Kecil. Ini adalah kali kelimaku snorkeling setelah Phi-Phi island, baluran, Bali, dan Koh Tao. Ssst aku gak bisa renang, cuma bisa ngambang-ngambang aja di kolam renang dan dulu pernah tenggelam saat berenang di kedalaman 1.7 meter. Kali pertama snorklingku di Phi Phi Island dan merepotkan Bapak Guide nya karena aku amat sangat panik berada di lautan dengan hidung tersumpal.Kali kedua di Baluran tidak bisa dianggap snorkeling karena air laut hanya sedalam 50cm. Kali ketiga di Bali, gelombang terlalu besar dan tidak dapat menikmati pemandangan bawah air karena keruh. Kali keempat di Koh Tao baru bisa menikmati snorkeling tanpa panik karena airnya yang tenang dan pemandangan bawah lautnya yang indah. Kali kelima snorkeling adalah di Karimun Jawa, aku sudah bisa memasang semua peralatan snorkeling sendiri.

Snorkeling di dekat pulau menjangan kecil

Snorkeling kelima =D

Pemandangan bawah laut Karimun Jawa adalah apik seru (banget)! Apalagi kalau cuaca cerah dan ombak tenang seperti saat itu. Koral dapat terlihat dengan jelas dan ikan-ikan biru loreng hitam putih berkumpul di sekitar spot snorkeling untuk berebut remahan roti yang dibagikan guide. Asyiknya lagi tur ini menyediakan jasa foto. Jadi kita masih bisa bernarsis meski dibawah air.

Nemo by: wisatakita

Fugu Fugu Fugu

Photobomb!

Perjalanan dilanjutkan ke pantai ujung gelam. Dari kejauhan sudah terlihat jajaran bukit yang dikelilingi air berwarna biru cerah. "Ini gimana ya bawa es batunya ke sini?" diskusi Mbak Beatrix sambil menyeruput es nutri sari yang dibeli dari warung di pantai Ujung Gelam. "Mas, ini pulau apa?" tanyaku pada guide. " Ini masih Karimun Jawa mbak, tapi di ujung lainnya," jawabnya.Oalah,,,,

Lalalala

Ujung Gelam

Beningnya air

Kami asyik berfoto ria dan menjelajah di setiap sudut pantai. Lalu baru kusadari diantara ke 40 peserta yang berhijab hanya aku dan Putri. Pantesan yang lain pada mini-mini nearly bikini tapi kita masih tetap pakai baju selam panjang kemana-mana.



Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal ke spot snorkeling lainya yaitu spot gosong cemara. Spot ini unik, mendadak muncul lingkaran warna laut biru muda diantara warna laut biru tua. Seakan-akan memberi pertanda kedalamannya 'biru muda=ini 2 meter' dan 'biru tua=ini 20 meter'. Ombak yang cukup besar tak meluluhkanku untuk snorkeling lagi. Keindahan bawah laut sungguh sayang dilewatkan. Lagipula saat snorkeling, pandangan terhipnotis ke koral indah dan penghuninya. Tak ada suara apapun, hanya ketenangan bawah laut. Tahu-tahu saat melihat ke atas air, aku sudah terbawa ombak menjauhi kapal. Ternyata kemampuan renangku yang dibawah beginner mampu untuk melawan ombak dan bergerak menuju Pak Guide yang membawa kamera underwater. Cara foto disini pun niat banget. Jadi ada dua guide, satu bawa kamera dan satu pengatur gaya. Pengatur gaya akan membantu melepas jaket pelampung dan membantu kita menyelam untuk berfoto dengan karang dan ikan. Setelah berfoto biasanya aku akan langsung naik ke kapal karena ketelan air laut dan ke beret koral, tau-tau pas naik ke kapal tangan dan kaki sudah berdarah kena koral. Inilah perjuangan demi kenarsisan bawah laut.

Spot gosong cemara


Saat snorkeling disini, hp difa dari geng UNAIR hilang di lautan.Sebelumnya dia membawa hp nya yang di bungkus dengan plastik foto dan digunakan untuk foto di laut. Masalahnya hp nya I-phone. Guide lalu berusaha mencari ke sekitaran spot snorkeling selama hampir setengah jam namun tak membuahkan hasil apalagi ombak yang cukup besar semakin membuat pesimis. Catatan hidup snorkeling: Jangan bawa hp, hp di daratan bisa di miscal, hp di lautan bisanya missing.

Perjalanan dilanjutkan ke pulau cemara besar. Inilah tempat favoritku. Kapal bersandar jauh dari pulaunya. Disini kita harus turun dan berenang menuju pulau. Awalnya tinggi air sekitar 2 meteran lalu semakin lama semakin dangkal dan yang terlihat hamparan pasir putih dengan air laut yang bening. Disini layaknya kolam renang dangkal berukuran raksasa dengan bonus gelombang ombak. Di pulau cemara besar ini terdapat Kura-kura resort milik orang asing yang harganya di luar jangkauan.
Kolam renang raksasa

Putri dayung (Mbak Beatrix, Putri, dan aku).

Setelah puas bermain di pulau cemara besar. Kapal kembali ke pulau Karimun Jawa. Setibanya, aku langsung balapan lari ke homestay dengan pasangan Novi-Andre, pasalnya mereka satu homestay dengan aku dan Putri dan berbagi kamar mandi yang sama. Jelas, siapa datang duluan bisa menikmati segarnya air tawar.
Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena