a choice that change my life

Tampilkan postingan dengan label Malaysia-Singapore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia-Singapore. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Sweet Sour Honey Lemon (4): Reff in Singapore

We're a thousand miles from comfort, we have traveled land and sea



Kami akhirnya bisa bernafas lega setelah beberapa jam kebelakang yang menyibukkan untuk persiapan long vacation ini. Sejam lagi, pesawat kami akan take off dan kami berdua menunggu dengan santai di ruang tunggu Terminal Soekarno-Hatta. lalu aku melihat iklan salah satu bank disana, bergambar becak Jepang dan bunga sakura. Yayaya I will go there*pikirku.

--

Sesampai di bandara Changi, kami kembali disambut dengan hiasan ala ala Jepang. Ini apaan ya? Kok udah hawa-hawa Jepang. Memang saat itu Jepang sedang menyambut musim semi, dan salah satu alasanku nekat ke Jepang dengan budget pas-pas an adalah melihat bunga sakura yang asli.

Bacpacker or honeymoon? How 'bout both?

Aku mengangkat ransel yang isinya baju, tolak angin,obat batuk, dan survival kit ala backpacker (mi gelas, jas hujan kresek, universal adaptor, dkk). Berhubung honeymoon ini agak ngemper, jadi bakal susah kalau mau ala ala koper yang mewah. Aku sendiri membawa satu ransel 25 L dan tas selempang kecil milik suamiku. Sedangkan dia membawa ransel 55L dan tas kameraku.

Kami tak menemui kendala yang berarti saat naik MRT ke arah stasiun Aljunied. Aku juga agak surprise saat menggunakan kartu EZ link yang kubeli lima tahun lampau ternyata masih bisa digunakan dan saldonya masih ada. Kami menyempatkan diri makan malam di gerai India dekat stasiun, maklum lupa makan minum semenjak dari bandara.

Hotel Chang Ziang yang kupesan berada di kawasan red district Geylang. Meski dinobatkan sebagai daerah prostitusi, tapi sumpah tempat ini aman damai saja kok. Kami sempat nyasar kesana kemari dan ternyata jalannya lumyan jauh dari stasiun yaitu sekitar 4-5 blok. Lumayan banget kalau sambil gendong ransel. Hotel ini kupilih karena yang paling murah x_x . Biasanya sih ya kalau aku mbolang ke Singapura, pastilah pilih hostel, paling bayar 80ribu per malam. Lha ini hunimun mosok ya tidur di hostel. Krik.
Geylang di pagi hari

Pagi hari, aku sudah menyiapkan sarapan untuk suamiku: mi gelas XD *pasangan pelit. Kami mencari transportasi bis untuk menuju daerah Raffles Station, namun karena ruwet akhirnya pilih jalan kaki dan naik MRT lagi. Yee welcome to Singapore!! Meski kami berdua sudah pernah ke sini tapi Merlion adalah destinasi wajib bagi turis ya sepertinya. Ibarat nggak makan nasi, nggak ke Singapore kalau belum ke Merlion. 

autis ngurusi kamera


Masih semangat, heading to next destination: Universal Studio Singapore!!! Berhubung ini destinasi yang sudah pasaran, jadi nggak perlu ta detailkan lagi. Lagipula sudah pernah kutulis di posting sebelumnya saat aku pertama kali mbolang keluar negeri http://elitachoice.blogspot.co.id/2012/02/day-6-universal-studio-keren-maksimal.html. Atraksi andalan kesukaanku adalah: 1. Transformer, 2. Mummy, 3. Jurrasic Park. Sayangnya waktu kesini, atraksi yang mummy lagi ada perbaikan. Huu kecewa. Saat aku nunjuk roller coaster ternyata suamiku nggak mau naik (ini dengaren banget lho. Biasanya dia sukanya ginian) alasanya nanti jadi mual apalagi belum makan. Yaiyalah gak makan, lha makanan di USS harganya ga masuk akal.



Sekitar tengah hari, kami memilih keluar USS dan mencari makan disekitar Sentosa Island. Yah harganya lebih manusiawi lah dibanding didalam USS. "Gimana kalau kita sekarang langsung ke Garden by the Bay?" ujarku karena jam masih menunjukkan pukul 3 sore.Padahal destinasi Garden by the Bay kurencanakan besok.

Garden by the Bay adalah taman terkeren sedunia (menurutku). Kalau kesini tentu saja wajib ke Flower Dome dan Cloud Forest. Saranku kalau ke Singapura ya, gak papa ga ke USS tapi ke Garden by the Bay adalah wajib ain! Aku dan suami yang sudah teler jalan kaki di Merlion, USS, dan Sentosa, lebih memilih naik shuttle bis bayar 3$ PP dibanding jalan kaki jauh.


Sumpah Singapura ini gila! Orang-orangnya cerdas banget. Satu komplek taman besar itu adalah buatan dan membentuk ekosistemnya sendiri. Kolam dan berbagai tumbuhan tertata apik disini. Dari kejauhan terlihat pohon buatan dan itu bukan hanya hiasan lho. Fungsinya adalah penangkap hujan dan uap yang nantinya airnya digunakan untuk menyirami ekosistem didalamnya.

Flower Dome dan Cloud Forest terletak berdekatan. Kami memilih masuk ke Cloud Forest terlebih dahulu karena pintu masuk akan ditutup sekitar jam 17.00 sedangkan saat itu sudah hampir jam 16.00. Cloud Forest merupakan hutan indoor yang didesain sedemikian rupa sehingga membentuk suatu ekosistem yang mirip hutan didalamnya. Setelah pintu masuk, kami disambut air terjun. Ya air terjun sungguhan dari lantai 6! Aku merasakkan hawa dingin dan cipratan air terjun. Aku hanya bisa geleng-geleng.






Otak engineerku mulai berpikir (*halah lebay), gimana dulu konstruksi tempat ini? luarnya full terbuat dari kaca supaya tumbuhan didalamnya mendapat cahaya matahari yang cukup. Bagaimana mengatur pompa untuk menaikkan air? Bangaimana mengatur kelembaban? Bagaimana mengatur temperature? Bagaimana material yang digunakan sebagai media tanam tetap kokoh saat tumbuhan sudah mulai lebat? Ahhh!! Molla kalau bahasa Koreanya alias Je ne sais pas alias kula mboten ngertos. Ini menjadi PR sendiri untukku supaya terus belajar dan belajar.



Cloud Forest memiliki 8 level. Setiap lantainya memiliki tema tersendiri. Terdapat juga jembatan keren yang bikin awang-awangen pada ketinggian. Kami berdua mencapai puncak cloud forest dan menikmati sunset indah Singapore yang terbenam diantara gedung pencakar langit.




Meski sudah gelap, rugi kan kalau nggak ke Flower Dome. Untung saja pintu masuk ditutup jam 19.00 dan saat itu jam 18.00. Taman indoor ini berisi bunga-bunga indah. Agak nyesel juga kenapa pas kesini sudah gelap, jadi bunga-bunga indahnya sudah tidak kelihatan juga. Kami berdua menyusuri taman ini dalam gelap. Tiba-tiba terlihat tanaman ranting dengan bunga berwarna pink dan putih. Oh Sakura!!!! Akhirnya impianku melihat bunga sakura asli sudah terjawab ya XD pertama lihat, aku sempat ragu ini bunga betulan atau tidak apalagi cahaya nya remang-remang. Saat kuperhatikan detail ternyata memang pohon sakura betulan dan tidak hanya satu tapi puluhan pohon bermekaran.






Ini yang membuatku berpikir lagi, Singapura memang super duper crazy pol-polan. Mereka merekayasa kondisi bangunan tersebut agar sama seperti musim semi di Jepang suapaya bunganya dapat bermekaran. Ternyata bunga di Flower Dome juga berganti-ganti sesuai dengan apa yang lagi kekinian. Suatu waktu aku pernah lihat update temanku di Flower Dome yang isinya bunga tulip Belanda. That's soud insane to create a season! Tapi itu possible. Ngeri deh.

Selanjutnya kami mengejar atraksi Big Tree di luar bangunan tersebut. Atraksi mempertontonkan cahaya kelip warna warni diantara beberapa pohon buatan raksasa yang ada disana. Sayangnya kami hanya bisa melihat dari kejauhan, saat sampai di Big Tree, atraksinya sudah selesai. Apes.

Saat itu batukku yang belum sembuh semakin meradang karena capek, kena temperatur dingin di Flower Dome, dan angin di area Big Tree. Sebelum kesini, dokter juga memvonisku terkena bronkitis atau radang saluran paru-paru. Aku hanya bisa duduk. Sedangkan suamiku masih semangat foto ini itu. Tak bilang "Aku tunggu disini," dengan diselingi batuk dan dia meninggalkanku untuk mencari spot foto. Entah kenapa aku tiba-tiba laper dan melirik chitato yang kubawa. Baru makan satu chips, batukku langsung kambuh ga karu-karuan. Rasanya sampai mual, ga bisa nafas, ga bisa ngomong, dadaku sakit banget. Mau panggil-panggil suamiku tapi ga ada suara yang keluar. Cuma keluar air mata. Duh Gusti, kalau hidupku sampai sini, aku pasrah -_-". Sampai aku mikir segitunya karena saat itu benar-benar parah.

Hasil jepratan suamipas ninggalin aku :p

Setelah tersiksa beberapa menit, akhirnya suamiku datang dan nyadar kalau aku kesakitan parah -_-" air minum sisa yang dia bawa langsung kuteguk habis. Permen mint semua ta makan. Akhirnya aku agak bisa bernafas. "Gak jadi ke Jepang ta? kita balik lagi Indonesia," ujarnya menawarkan. "Apahhh???!!!! Kita harus tetep ke Jepang!" aku keukeh. Aku percaya suatu keajaiban akan terjadi di Jepang karena dari awal sudah ada tanda-tandanya mulai iklan di Soekarno-Hatta, sakura buatan di Changi, dan pohon sakura di Flower Dome. Really?





Read More

Kamis, 01 September 2016

Sweet Sour Honey Lemon (3): Itenari dan Budget BackHoneyPackMoon

Sebelum kuceritakan pengalaman yang absurd selama menjalani backpacker bersama suami baru, berikut ini kurangkum dulu itenari dan budget melakukan perjalanan tanpa rencana matang ini. Yah sebagai pembanding jika ingin melakukan (kebodohan) hal yang sama.

Tiga negara ini dipilih karena awalnya kami hanya ingin ke Jepang dan ternyata harus transit dari Kuala Lumpur Malaysia (maklum peswat AA). Saat diteliti lebih jauh ternyata sebelum ke Jepang ada satu tanggal merah dan jadilah kita perpanjang rute bacpackernya mulai Singapura. Jadilah mbolangnya ke Singapura-Malaysia-Jepang. "Honeymoon apa kejar setoran Bu?" Ya mumpung dapet cuti dengan alasan nikah, kan?


Mari kita buat asumsi dulu, misal 1 $ Singapore = Rp 10.000 , 1 Ringgit= Rp 3.500 , dan 1 Yen=Rp 150 . Budget yang kuhitung dibawah ini adalah untuk berdua. Ehm yang jomblo mungkin bisa baca budget dan itenari saya di posting lain sebelum ini. Bukannya mau menyindir tapii tapii tapii nginepnya kan bisa di hostel,lebih murah meriah dan dapat banyak pengalaman.

Day-1 Singapura

Berhubung nyampainya malam jadi kami langsung menuju hotel di daerah red district-Geylang XD. Milih hotel di daerah ini karena murah. Meski dinamakan distrik merah alias tempat prostitusi, tapi fine fine aja kok.

Pesawat Jakarta-Singapura: 2x Rp 280.000,-
Kartu EZ link: 2x 15$
Makan malam, nasi briyani+roti canai+teh tarik: 5$
Hotel Chang Ziang Geylang: Rp 450.000,- (pesan lewat situs traveloka)
(+) murah, lumayan dekat dengan MRT Aljunied, fasilitas lumayan lengkap (minum, sabun dkk, air hangat, ac, tv, handuk, heater)
(-) hotel lama, kamar sempit, red district
Total: Rp 1.360.000,-

Day-2 Singapura



Kejar setoran jalan-jalan. Pagi hari berangkat jam 6 pagi langsung ke daerah diseitar merlion, meski sama-sama pernah kesini tapi ini kayaknya destinasi wajib kalau ke Sinagpore. Dilanjutkan mbolang ke Universal Studio. Sorenya langsung berangkat ke Garden by the Bay.

Sarapan, pisang+roti canai+nasi ayam+teh tarik: 8$
Tiket Universal Studio: 2x60$
Tiket Garden by the Bay: 2x24$
Tiket shuttle bus: 2x3$
Hotel Chang Ziang Geylang: Rp 450.000,-
Total: Rp 2.190.00 ,-

Day-3 Singapura- Malaysia (Melaka)


Setelah lelah jalan-jalan di hari kedua, kami berangkat agak siang menuju Malaysia. Tujuan kami adalah Melaka. Aku sudah pernah kesini dan jatuh cinta dengan suasananya. Kami sampai Melaka malam hari dan hotel menolak menerima kami meski sudah booking jauh hari. Cerita lengkap di posting selanjutnya ya. Malam hari kami berdua gembira karena bisa jalan-jalan di pasar malam Jonker Walk dan beli ini itu :D

Sarapan, mi gelas bawa dari Indonesia: 0
Tiket bus Johor Baru - Melaka: 2x30 RM= 60 RM
Makan malam, nasi lemak: 2x3RM= 6 RM
Jajan di pasar malam= 5RM
President suite Heeren by the River= Rp 900.000,-
Total: Rp 1.148.00,-

Day-3 Malaysia (Melaka-Kuala Lumpur)

Kami berjalan-jalan keliling Melaka hanya dengan jalan saja sudah cukup. Semua sudut kota Melaka ini keren dan nggak salah dinobatkan sebagai UNESCO Heritage. Kami berdua jalan menyusuri sungai, museum-museum, dan naik ke bukit untuk melihat benteng. Saking asyiknya jalan-jalan, kami kesorean sampai ke terminal dan nyaris tidak mendapatkan bis ke Kuala Lumpur. Meski akhirnya dapat bis namun kami terlalu malam sampai di KL dan harus naik taksi, hikss ini taksinya nyecam (scam) lagi. Jadinya harus bayar taksi dengan harga selangit.

Sarapan, nasi ayam melaka: 2x10RM
Bus Melaka-Kuala Lumpur: 2x15RM
Makan siang, cap cay: 15RM
Taksi: 70RM
Hotel Sepurna: Rp 200.000,-
(+) dapat sarapan, air hangat, TV
(-) kamar sempit banget tapi nggak masalah buat transit
Total: Rp 672.500,-

Day-3 Malaysia (Kuala Lumpur) - Jepang (Tokyo)

Kami tidak sempat jalan-jalan keliling Kuala Lumpur sama sekali! kebodohan kan ya? Untung aku sudah 3x kesini dan itu kali keempat. Suamiku yang belum pernah ke KL penasaran untuk jalan-jalan. Namun apa daya, pesawat ke Tokyo berangkat jam 2 siang. Sesampai Tokyo jam 10 pagi dan bisnya tidak mau menerima uang pecahan 10.000 yen dan akhirnya naik taksi lagi. Itu adalah taksi termahal seduniaaaaa.

Taksi ke stasiun: 10RM
Fast Train: 2x40RM
Makan siang, McD: 15RM
Pesawat KL-Tokyo Haneda: 2x Rp 950.000= Rp 1.900.000,-
Taksi Haneda-hotel: 3000Yen
Hotel My Kamata Stays= Rp 980.000,-
(+) nyaman banget disini, desain modern dan compact. Sabun dan sampo wangi. Recomended lah
(-) nggak ada
Total: Rp 3.972.500

Day-4 Tokyo-Kyoto


Kami tak menghabiskan banyak waktu di Tokyo dan sejujurnya aku belum menyusun itenari. Tengah hari kami sudah naik Shinkansen ke Kyoto. Kami memutari Gion malam-malam. Bangunan tua la jepang,lorong khas di film samurai,lentera sepanjang jalan, bulan setengah bersinar, dan udara dingin yang menusuk. Sumpah ini romantis!!! Huu jadi pengen kesana lagi.

JR Pass: 2xRp 3.200.000= Rp 6.200.000,- (bebas naik transportasi JR selama 7 hari dan harus dibeli diluar Jepang)
Bis: 2x 40 Yen= 80 Yen
Makan malam, mi instant dan yang aneh-aneh di eleven= 500 Yen
Laundry: 80 Yen
Hotel Kyoto Lantern Guesthouse: Rp 1.400.000,-
(+) Hotelnya jepang bangeet, tidur pakai tatami, ada lemari kayak di film doraemon, dindingnya kertas tebal, lokasi strategis
(-) mahal (*mindset Indonesia), nggak dapet sarapan
Total: Rp 7.699.000,-

Day-5 Kyoto


Explore wisata di Kyoto, sumpah keren dan Jepang banget. Pagi hari kami jalan-jalan di Gion (lagi). Siangnya ketemu seniorku dan diajak jalan-jalan ke Ramen Halal dan Toji temple. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh dan jalan kaki sampai hotel.

Bis: 2x500 Yen= 1000 Yen
Makan siang, ramen halal: 2x500 Yen=1000 Yen
Tiket Toji temple= 2x 800 Yen= 1600 Yen
Makan sore, Mc D= 500 Yen
Makan malam, sushi dan barang aneh di minimarket= 1000 Yen
Hotel Kyoto Lantern Guesthouse: Rp 1.400.000,-
Total: Rp 2.265.000,-


Day-6 Kyoto


Pagi hari, kami bawa semua perlengkapan dan pindah tempat menginap di apartemen seniorku, Mbak Atid (huu makasih banyak). Kita juga diantar Mas Aria, suami Mbak atid ke Arashiyama dan dibeliin jajan. Setelah itu kami berdua melanjutkan jalan-jalan ke Kikankuji dan Fushimi Inari.

Bis: 2x500 Yen= 1000 Yen
Tiket Kikankuji: 2x1000 Yen
Makan malam, bento box: 1000 Yen
Apartemen Mbak Atid: 0
Total: Rp 450.000,-

Day-7 Kyoto-Masashima-Tokyo


Ini kebodohan berikutnya karena belum menyiapkan itenari. Jadinya kami putuskan mampir ke gunung Fuji, lalu malamnya sampai Tokyo.

Bis Masashima-Kawaguchi lake PP: 2x8400 Yen= 16800 Yen
Makan siang, roti= 200 Yen
Makan malam, beef: 2x500 Yen= 1000 Yen
Hotel Yanagibasi Tokyo= Rp 950.000,-
Total: Rp 3.650.000

Day-8 Jepang(Tokyo)-Malaysia(Kuala Lumpur)-Indonesia(Surabaya)


Kami menyusuri Tokyo: Akihabara, Hachiko, Ueno Park, dan Harajuku. Pesawat kami berangkat jam 10 malam dari Haneda.
Makan siang, yoshinoya: 2x500 Yen= 1000 Yen
Locker di stasiun: 800 Yen
Pesawat Tokyo-Kuala Lumpur-Surabaya= Rp 5.000.000,-
Total: Rp 5.270.000,-

Grand Total: Rp 25.027.000,- untuk ber-DUA

Uwowowowo gendeng, aku baru nyadar sudah mengahamburkan uang sebanyak itu. Belum lagi beli oleh-oleh ini itu (kebanyakan buat diri sendiri) XD. Kalap! kalap! apalagi waktu di daiso!


Note:
1. Harga diatas hanya perkiraan,aku ya semacam lupa ingatan saat menghamburkan memanfaatkan uang.
2. Sebisa mungkin bayar didepan sebelum melakukan perjalanan: tiket pesawat, hotel, tiket masuk wisata. Selain mengurangi beban saat membayar, kita juga tidak perlu membawa uang cash terlalu banyak.
3. Siapkan itenari dengan jelas!Jangan kayak aku yang menggeje. Sebenarnya biaya transport bisa dipotong jika aku memasan pesawat KL-Kansai. Atau memangkas biaya taksi yang tidak perlu.
4. Jangan lupa selalu sediakan uang USD karena mudah ditukar dimanapun.
5. Sebenarnya total yang aku keluarkan lebih besardari grand total diatas, yaitu untuk membeli oleh-oleh dan hal lain.

Kok bisa ngumpulin sebanyak itu? Ga bisaa, sangunya dari uang buwuhan (Paraaaah!) dan itupun aku masih harus gesek credit card ku yang ujung-ujungnya terbelit hutang selama 3 bulan :p.

Yah meski gitu.


Semua perjalanan yang kualami adalah PRICEless! Bukan hanya soal destinasi yang apik, namun ini soal pengalaman bersama melakukan suatu perjalanan di negeri antah berantah. Sebagai investasi pengalaman kami berdua sebelum hari tua. Sebagai seremonial bagi kami sebelum memulai hidup baru. Jika sekarang aku menutup mata, masih kuingat bagaimana rasanya aku menggandeng tangannya sambil meniupkan uap di udara yang dingin.

Read More

Rabu, 29 Februari 2012

Akhir: Klimaks dari Perjalanan

Hostel Fernloft


Hari terakhir ini adalah hari yang paling kuingat sepanjang perjalanan backpacker keluar negeri, atau bahkan akan kuingat sepanjang hidupku. Pengalaman berharga kudapatkan di hari terakhir. Emosi bercampur aduk antara kecewa, marah, sedih, pasrah, berusaha, dan kelegaan. Aku berpikir hari itulah klimaks dari segala perjalanan semingguku. Jangan pernah menanyakan foto karena tidak akan ada foto yang berarti, semuanya tersimpan dalam hati.

Hari itu merupakan hari terakhir Aku, Asthy, dan Ucups di Singapore. Hari itu kami akan meninggalkan Singapore menuju Malaysia karena pesawat kami akan lepas landas dari bandara LCCT Kuala Lumpur. Jam menunjukkan pukul sebelas siang saat kami selesai melakukan pencarian transportasi yang tepat menuju Johor Bahru. Pertama, kami menaiki bis dari Frankel ave ke MRT Kembangan, lalu naik MRT ke Bugis, lalu dilanjutkan dengan naik bis 110 ke Johor Bahru. Perjalanan menggunakan bis memakan waktu yang cukup lama. Melewati daerah pinggiran Singapore yang penuh dengan apartemen usang dengan tongkat berisi cucian disetiap jendelanya.

Woodlands. Kami turun ke cek point Singapore untuk meminta stempel telah keluar dari daerah Singapore. Ucups dan Asthy yang berada di barisan depanku telah mendapatkan stempel tanpa proses yang melelahkan. Namun saat giliranku, bolak-balik petugas membolak-balik pasporku. Petugas perempuan itu melihat wajahku, meminta tanda pengenal. Lalu dia menelpon dengan bahasa Singlish bahwa ada masalah dengan pasporku. Perutku langsung mulas dan merasa da yang tidak beres dengan pasporku. Aku mengingat kesalahan apa yang kulakukan di Singapore. Aku ingat pernah menyebrang jalan sembarangan saat sepi. Masa gara-gara itu?

"Miss tolong masuk kesini dulu, ada yang tidak beres dengan paspormu," ujar petugas wanita itu dalam bahasa Singlish. Aku bingung dan tidak bisa berpikir "Kenapa?" ujarku dalam Bahasa Indonesia. Ternyata cap di kartu kedatangan adalah not permitted to enter Singapore, sedangkan cap di passporku adalah permitted to enter Singapore. "Masuk ke ruang hijau dulu," jelas petugas itu dalam bahasa Melayu. Aku menyanggah bahwa aku tak bisa berlama-lama di Singapore karena pesawatku akan terbang nanti malam. Namun petugas itu meyakinkan prosesnya tidak akan lama.

Ternyata yang dimaksud 'ruang hijau' itu adalah ruangan Kepolisian Singapore! Alamak, baru pertama kali keluar negeri sudah masuk Kantor Polisi di negara orang. Untung saja Asthy mau menemaniku ke kantor polisi, sedangkan Ucups sudah melewati cek poin tas sehingga tidak bisa kembali lagi. Aku, Asthy, dan beberapa orang lain yang bermasalah digiring oleh seorang polisi Singapore. Masuk bangunan yang diproteksi dengan pin disetiap pintu masuk dan liftnya.

Sesampainya di ruangan, aku menunggu giliran dipanggil. Sialnya lagi pasporku ditaruh di urutan terbawah sehingga proses pemanggilan berjalan lama. aku mengamati keadaan sekeliling. Hal yang paling mencolok adalah seorang pria Bangladesh atau India diomelin petugas karena dia tak memiliki VISA. "I don't care, you must go  out from Singapore by plane tomorrow!" bentak polisi Singapore. Aku semakin dag dig dug. Saat giliranku, ternyata hanya dicek pasporku dan ditanya tujuan ke Malaysia. Tanpa panjang lebar, polisi itu langsung mencap pasporku. Untunglah.

Ternyata Ucups menunggu di pintu keluar cek point dengan sabar. Dia kebingungan kenapa aku dan asthy tak kunjung datang. Kami meneruskan perjalanan dengan bis ke cek poin imigrasi Malaysia. Disini lebih longgar daripada Singapore, petugas langsung mencap passpor kita tanpa banyak bicara.

Perjalanan dengan menggunakan bis dari Singapore ini diakhiri di terminal Johor Bahru. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 14.00 dan kami masih 350 km dari Kuala Lumpur. Mencari-cari bis yang berangkat mendekati jam segitu memang sulit. Adanya bis yang berangkat pukul 15.00 dengan harga 31RM. Sedangkan estimasi perjalanan dari Johor Bahru-Kuala Lumpur adalah 5-6 jam. Sedangkan kita harus sampai bandara jam 21.00 karena pesawat akan lepas landas jam 22.00.

Akhirnya kami memilih pembelian tiket ilegal yang berangkat jam 14.30, seharga 40RM. Tiketnya hanya selembar kertas bertuliskan VIP Eksekutif. Saat ditanya yang mana bisnya, orang bertampang preman tersebut menunjuk bis di depannya. Kami dengan tenang menunggu kedatangan bis, bahkan kami tak sempat membeli minum karena jam sudah menunjukkan pukul 14.20. Namun tiba-tiba si Penjual tiket mengajak setidaknya 40 calon penumpang untuk berpindah tempat tunggu.
Tik
Tik
Tik
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 dan Bis belum datang juga. Aku sudah merasa ditipu. Akhirnya aku berkompromi dengan Ucups untuk membeli tiket baru. Aku langsung berlari ke loket penjualan tiket bis mencari bis yang ebrangkat pukul 15.00. Ternyata sudah penuh! hanya tinggal bis keberangkatan jam 15.30 ke Melaka. Masa bodoh, kubeli saja tiket itu untuk tiga orang. Nanti di Melaka bisa ganti bis atau naik taksi. Saat aku selesai membayar, Ucups dari kejauhan memanggilku. Tenyata bis 'VIP Eksekutif' sudah datang.

Anehnya seluruh penumpang diminta keluar dari terminal dan menyebrang jalan. Tahu bis apa yang akan kutumpangi? BAS SEKOLAH!! Masya Allah. Emosiku sudah terbakar. Namun apa daya, aku hanya bisa pasrah. "Ngene iki calone podho koyok Indonesia," gerutu Ucups. Malah luwih parah iki cups, batinku. Aku hanya bisa berharap bis ini dapat mengantarkanku ke Kuala Lumpur tepat waktu.

Ngreeng dek edek edek. Mesin bis mulai berjalan. Aku mulai ingin menangis. Pelayanan semua bis Malaysia rata-rata setara dengan kereta api eksekutif Indonesia yaitu berkaca jendela besar, tempat duduk longgar, TV, AC, dan perjalanan yang nyaman terkendali. Namun ini? Bas sekolah jelek warna kuning dengan didalamnya tempat duduk sempit dan jebol, stereo rusak, tanpa TV, apalagi AC! Panasnya didalam bis tak terkira. Performa mesin pun sejelek penampilan bisnya, jalannya lambat begoyang-goyang. Sumpah bis iki sudah mengenal teknologi suspensi damper belum sih!

Aku sudah tertahan-tahan ingin marah dan menangis. Hebatnya lagi setelah berjalan lemot, bis itu isi bensin dulu! Aku langsung berdiri dari kursi. "Apa el? kebelet ke belakang ta?" tanya Asthy. "Ga! Aku mau ngomong ke supirnya biar cepetin bisnya," ungkapku berapi-api. "Udahlah el, kamu nanti malah dimarahi apalagi kondisinya kayak gini," cecar Asthy. Akhirnya semangatku melabrak menjadi surut.

Aku menjadi curhat ke Ucups kalau aku ingin menangis. Ucups juga berpikiran yang sama denganku. Setelah beberapa menit isi bensin, bis mulai berjalan kembali dengan kecepatan yang sama sekali tak optimum. Saking geramnya dan marahnya diriku sama calo bis beserta supirnya, aku menjadi capek sendiri dan tertidur.

Aku terbangun karena tiba-tiba bis berhenti dan supirnnya turun kebawah. Astaga apa lagi ini? Aku heran sama orang-orang Malaysia. mereka tetap sabar dan tidak protes meski sudah ditipu habis-habisnya seperti ini. 15 menit berlalu, supir belum kembali ke tempat duduknya. Salah satu pria Malaysia berwajah sangar turun kebawah. Aku senang karena aku berharap dia akan melabrak si supir. ternyata pria sangar itu kembali lagi dan menginformasikan bahwa bis itu rusak dan mesinnya ada yang pecah.

Sumpah!Saat itu juga aku ingin menemui supirnya. "Janc*k as* koen Pak! eson mbok tipu entek-entekan. Ase*m, gara-gara kon aku telat pesawat piye. Kurang aj*r!!" (Translate: kamu binatang Janc*k, Pak! Aku tertipu habis-habisan. Karena anda, bagaimana jika aku ketinggalan pesawat. Kurang aj*r). Nah bilang seperti itu sambil tersenyum dan mengacungkan jempol. toh orang Malaysia tak bakal mengerti bahasa Suroboyoan. Tapi tak kulakulan. Biarlah orang-orang picik itu mendapat balasannya dari Tuhan.

Aku dan Ucups mulai gelisah. Aku salut sama Asthy yang masih tetap tenang. Bahkan aku dan Ucups sudah mulai curhat-curhatan dengan penumpang lain. Kita disarankan untuk menunda penerbangan. Untung saja, Adit dengan teman SMAnya telah sampai di Kuala Lumpur duluan. Kita meminta tolong Adit untuk mengcancel penerbangan. Namun apa daya tiket promo, jam penerbangan tidak bisa di cancel. 

Kita hanya bisa lemah lunglai di dalam bis. Apalagi posisi saat itu kita masih berada 300km dari Kuala Lumpur pada jam 16.30. Kita berada di jalan tol yang kanan kirinya hutan kelapa sawit. Tak ada terminal, tak ada taksi, tak ada kenalan. Berakhirlah sudah! Sungguh mustahil untuk naik penerbangan nanti malam. "Cups tabunganmu ada berapa?" tanyaku. "Empat jutaan. Cukup buat beli tiket pesawat tiga orang ke Surabaya," jawab Ucups. Kita saat itu sudah kehilangan akal. Tawakkal pada keadaan.

Entah darimana datangnya ide gila itu. Ide nekad tergila yang pernah kualami! Kami memberesi tas dari dalam bis. Lalu kami berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan ke setiap mobil yang lewat. Ilustrasi: Tiga remaja gila membawa tas gajah berdiri di dekat bis sekolah mogok sambil melambaikan tangan ke setiap kendaraan. Tak peduli itu truk atau pick up, kami tetap melambaikan tangan. Tak ada yang mau berhenti meskipun itu bis yang kosong. Seringkali kita mundur kebelakang karena hempasan angin dari tiap kendaraan yang lewat. Sesekali juga ada orang melongok dari kaca mobil melihat tiga remaja gila ini dan melajukan mobilnya kembali.

"Ayo pasti ada satu dari sejuta orang disini yang akan berbaik hati memberikan kita tumpangan," teriakku entah pada siapa. Sudah lima belas menit berlalu. Hasilnya nihil. Aku langsung mengobrak-abrik tasku untuk mencari sehelai kertas dan pen. Kutuliskan "HELP". Lalu kuacungkan kertas itu di pinggir jalan tol, layaknya orang demo. Saat itu hatiku benar-benar kupasrahkan pada Allah. Kami telah melakukan usaha yang semaksimal mungkin, kami hanya dapat bertawakkal padaMu sekarang. Bila ada keajaiban, aku akan puasa tujuh hari berturut-turut, ujarku dalam hati.

Keajaiban itu terjadi. Beberapa menit kemudian ada mobil berwarna putih yang berhenti.Ucups menjelaskan perihal permintaan tolong kita kepada Bapak yang menyetir mobil bercat putih itu. Bapak setengah baya tersebut menyetir sendirian dengan tujuan Melaka dan memeperbolehkan kami menumpang sampai Melaka. Aku merasa terharu, ternyata ada orang yang baik hati memperbolehkan tiga remaja asing naik ke mobilnya.Bahkan saat kita naik, Bapak tersebut menawarkan camilan dan minuman.

Didalam mobil, kami sedikit bercerita-cerita. Ternyata Bapak itu bekerja di Singapore dan saat libur seperti sore itu, beliau pulang ke rumahnya di Melaka. Kami juga mengungkapkan tujuan kami akan ke Kuala Lumpur untuk naik pesawat dari LCCT. Tapi kami juga gembira jika diberi tumpangan sampai Melaka, kami bisa naik taxi dari Melaka yang jaraknya sekitar 120km dari Kuala Lumpur. Kami juga bercerita bahawa sebenarnya kami adalah mahasiswa ITS Surabaya yang sedang melancong ke Malaysia dan terkena tipu daya calo. Ternyata Bapak tersebut tahu Surabaya dan pernah mengunjungi perak, beliau juga memiliki teman lulusan ITS di Jakarta.

"Tak bakal cukup waktunya jika naik bis atau taksi dari Melaka," ujar Bapak itu sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 17.30. Sedangkan saat kulihat plang hijau di jalan raya, kita masih berada di 230 km dari Kuala Lumpur dan sekitar 150 km dari Melaka. Otakku mulai menghitung-hitung. Jika mobil melaju dengan kecepatan 80km/ jam, maka kita akan sampai di Melaka sekitar jam 19.00. Lalu naik taksi ke LCCT Kuala Lumpur selama dua jam. Cukuplah, itu estimasi terbaiknya. Estimasi terburuk adalalah jalanan macet dan tidak menemukan taksi.

Sekitar jam enam,  kami singgah dulu di surau untuk shalat Dhuhur dan Ashar. Aku menyempatkan untuk membeli air mineral, sedari pagi aku belum minum karena ketegangan mulai cek poin sampai sekarang. Saat keluar dari surau, aku mendengar Bapaknya menelpon dengan blackberrynya. "Saya menelpon teman saya yang akan ke Kuala Lumpur. Mungkin saja bisa menumpang, tapi ternyata mobilnya penuh," cerita Bapaknya dalam bahasa Melayu. Saat menyetir mobil, Bapak tersebut melihat jam lalu berkata "Yasudah, saya antarkan kalian ke bandara Kuala Lumpur." Astaghfiirullah, aku terharu. Bapak ini mulia sekali. Berbagai doa kupanjatkan selama perjalanan untuk Bapak dengan mobil putih ini. Semoga rejeki Bapaknya naik berkali-kali lipat. Bukankah doa orang teraniaya selalu dikabulkan.

Speedometer tidak pernah lepas dari angka 100km/ jam - 140 km/jam. Sepanjang perjalanan kami terdiam. Sesekali handphone Bapak etrsebut berbunyi, sepertinya dari keluarganya yang menanyakan keberadaanya. Seringkali pula Bapak itu menguap lalu meminum kopinya kembali. Baru kali ini aku menemukan ada orang yang mau mengantarkan tiga remaja galau dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur dengan jarak 280km. Lalu melewati rumahnya sendiri di Melaka. Dan pastinya Bapak tersebut kembali lagi ke Melaka dari Kula Lumpur yang jaraknya sekitar dua jam perjalanan. Padahal Bapak tersebut menyetir dari Singapore artinya dia hari itu menempuh 350+120= 470 km, seharusnya hanya 240 km Singapore-Melaka.

Untung saja jalan raya di Malaysia mulus total, kendaraan melaju dengan ringan. Namun saat belokan baru terasa ngebutnya. Kita langsung terpental karena gaya sentripetal dengan kecepatan tinggi. "Mana ya bandaranya?" gumam Bapak tersebut. ternyata bandara LCCT terpelosok paling belakang dan jauh dari Kuala Lumpur.

Bapak tersebut menurunkan kita tepat didepan penerbangan internasional. Ucups yang didepan mencium tangan Bapak tersebut. Wajar saja menurutku karena usia Bapak itu hampir sama dengan usia orang tua kita. Namun Bapak itu tak mau divium tangannya. "Ini saya harus panggil Bapak siapa?" tanya Ucups. "Pak Bakar," jawabanya. Kita berkali-kali mengucapkan terima kasih dan ucapan doa kepada Bapak itu saat menutup pintu. Bodohnya kita, tak menanyakan alamat rumahnya. Paling tidak kita nanti bisa mengirim kenang-kenangan dari Indonesia. Siapapun hubungi saya jika kenal dengan Bapak ini. Namanya Pak Bakar. Bapak ini kerja di GE Singapore dan tinggal di Melaka. Usianya paruh baya.

Saat itu jam menunjukkan pukul 20.30. Hal pertama yang kita lakukan adalah makan di McD. Kami semua merenung dan berpikiran sama. Banyak hal yang bisa diambil dari pengalaman hari ini. Menjadi apapun kita esok, jika menemui orang yang melambaikan tangan dan membutuhkan bantuan di tengah jalan, kita harus menolongnya.

Kita bertemu dengan Adit dan teman-temanya, saat akan masuk ruang tunggu bandara. Kami saling bercerita pengalaman selama di Singapore. Sepertinya pengalaman kita paling mengerikan. Pesawat Air Asia Indonesia telah datang. Aku duduk didekat jendela. Pesawat mulai lepas landas. Terlihat kembali untaian emas berkelip-kelip. Sedang apa ya Bapak bermobil putih? Semoga telah sampai dengan selamat di rumahnya dan semoga Bapak tersebut memperoleh balasan atas kebaikannya.

Selamat tinggal Malaysia dan Singapore. Terima kasih telah menyajikan keunikan, keramahan, pemandangan indah, dan pelajaran yang takkan kulupa.
Read More

Day 6,75: Universal Studio, Keren Maksimal!

Sebenarnya kita ingin mengakhiri petualangan di Universal Studio karena jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Namun saat melewati kawasan Ancient Egypt, tertulis waktu tunggu "5 minutes". Tanpa banyak cingcong, kita segera masuk ke wahana ini, kalau tidak salah judulnya dalam Bahasa Indonesia yaitu Melarikan Diri dari Mummy. Aku kira ini wahana semacam rumah hantu namun menaiki kereta. Ternyata aku salah.
Penjaga di kawasan Ancient Egypt

Wahana "tertipu"

Kami menaiki kendaraan seperti kereta di Transformer Ride, namun kali ini tanpa kacamata 3D. Awalnya kereta berjalan lambat, memasuki istana Mesir yang didalamnya terdapat harta karun berwarna emas yang berkilau. Lalu kereta berjalan lebih cepat melewati deretan mumi yang menakutkan. Aku bersiap untuk setan-setanan layaknya rumah hantu. Namun kereta berjalan lebih cepat lagi, lebih cepat, lebih cepat, dan menabrak dinding. Dinding tersebut runtuh dan keluarlah kecoak. Tiba-tiba kereta yang kita tumpangi berbalik arah 180' dengan kecepatan tinggi. Nah dimulailah adegan layaknya roller coaster! Aku tidak siap untuk ini lagi! Hanya dapat pasrah dan berteriak "Arkhhhhhhh!!!". Kereta meluncur dengan kecepatan tinggi di kegelapan, menukik, naik, turun, melambung, dan entahlah. Sesekali aku melihat ke atas dan muncul bayangan mumi mengejar kereta. Tiba-tiba kereta itu berhenti di kegelapan, dan secepat itu pula daerah disekitar kita menjadi lautan api yang berkobar. Apa yang kurasakan? Panas, itu api sungguhan. Lalu secepat kilat kereta meluncur dengan kecepatan tinggi lebih ekstrim dari sebelumnya.

Setelah turun dari kereta, kita pusing maksimal. Ternyata Ucups dan Asthy juga belum siap medapat perlakuan seperti itu di wahana Mumi. "Yee kita ketipu," ucap Ucups. Benar-benar gila semua wahana di Universal Studio. Kami membiarkan perut yang dari siang keroncongan minta diisi. Tak ada kompromi dalam hal makanan. Disini haraga makanan melambung tinggi. Membeli burger dan segelas cola saja harganya bisa mencapai seratus ribu lebih. Tak masuk akal.

Kami berjalan ke arah pintu keluar. Saat melongok di kawasan New York, terdapat wahana dengan waktu tunggu "15 minutes". Langsung saja kami berjalan kedalam sana. Ternyata wahana tersebut adalah cara pembuatan film. Bagaimana orang-orang dapat membuat film yang luar biasa seperti 'The Lost World', 'Independance Day', 'The Day After Tomorrow', dan film dengan efek menakjubkan lainnya. Kita diminta memasuki studio. Lagi-lagi aku melihat film tapi itu adalah nyata dan berada di depanku.
World Premiere New York

Di USS ada salju?

Manhattan?wow

Didepanku terhampar studio bersetting gudang perahu di salah satu sudut kota New York. Terlihat gedung pencakar langit kota New York dar jendela kaca. Suasana saat itu adalah badai. Angin berhembus dari celah kayu gedung. Terlihat kota New York ynag mencekam oleh badai dan lampu-lampu mulai padam. Didalam gudang itu sendiri terdapat baliho listrik dan kapal kecil yang digantung. Tiba-tiba baliho itu putus karena angin yang berhembus keras, kabel listrik tertarik dan menghasilkan api yang membakar gedung. Lalu banjir bandang mulai datang dan menaikkan level air dalam gudang. Badai semakin parah sampai perahu yang digantung berjatuhan. Catatan: Semua ini nyata dan aku berada 2 meter dari kenyataan ini. Apinya nyata, airnya nyata, dan perahu yang jatuhpun nyata sampai air sempat menciprati bajuku.

Hal paling menakjubkan adalah yang terkhir, tiba-tiba pintu gudang dibuka dengan paksa dan kapal seukuran dua kali rumah merangsek kedalam gedung, seakan menabrak penonton. Lalu api bertambah besar dan hancurlah studionya. Keren! Aku cuman mikir gimana ya cara mbalikin semua kehancuran ini seperti sedia kala tiap akan show.

Mobilnya dari New York. Cool

Malam di Universal Studio begitu indah, lampu-lampu mulai menyala. Entah bagaimana ceritanya Asthy tiba-tiba menghilang di kerumunan saat aku dan Ucups masih asik berfoto di kawasan New York. Aku dan Ucups kelimpungan mencari Asthy, kita mencari disetiap toko souvenir di kawasan Hollywood. Hasilnya nihil. Ini sudah yang kedua kali Asthy menghilang.

Setelah melakukan pencarian ulang, aku dan Ucups menyerah. Kami menunggu didepan pintu keluar Universal Studio sambil berfoto dengan beberapa objek unik. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk berjalan-jalan di daerah Resort Sentosa Island. Kami berjalan kearah selatan.

Semakin malam, Resort Sentosa Island semakin indah dan romantis. Lake of Dream dengan sentuhan lampu berwarna biru. Berjalan sedikit lagi terdapat taman indah dengan bunga warna-warni. Dari kejauhan terlihat patung merlion berukuran raksasa yang berubah-ubah warna karena permainan cahaya.
Lake of Dream

Petunjuk jalan Sentosa Island

Merlion tiruan raksasa

Kebun Bunga

Lalu kami menemukan sebuah kebun cantik dengan sungai buatan di tengahnya. Sungai buatan itu dipagari oleh keramik warna-warni meliuk. "Astaghfirullah semakin malam semakin bagus saja Singapore ini," kagum Ucups. Kita melanjutkan perjalanan ditemani oleh permainan cahaya lampu yang berpadu dengan indah. Kita berjalan semakin ke ujung dan menemukan pantai berpasir putih. Secara spontan kita langsung melepas alas kaki dan berlarian disepanjang pantai yang gelap. Debur ombak bersuara lirih, pasir pantai terasa lembut dan dingin. Untaian lampu Batam terlihat dari pantai ini.
Sungai buatan di tengah taman

Permainan cahaya

I-Fly

Pantai Sentosa Island, terlihat Batam

Hari semakin larut, aku dan Ucups memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di Sentosa Islan. Kita kembali dengan menaiki MRT dari stasiun terujung. Dari ketinggian MRT, sekelebat pemandangan Sentosa Island begitu cantik. Kita juga baru sadar bahwa Sentosa Island dapat dicapai dengan jalan kaki. Rute pejalan kaki pun dirancang dengan menggunakan konveyor. Di pinggir rute pejalan kaki terdapat hiasan-hiasan berwarna pelangi.

Makanan sehari-hari
Seharian penuh tidak memakan apapun, kita merasa gembira saat sampai di KFC. Lagi-lagi memesan menu andalan selama tiga hari di Singapore: Value Box yaitu ayam, kentang, burger, dan pepsi. Sesampainya di hostel, Asthy sudah datang terlebih dahulu sambil membawa sekotak makanan Korea.

Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena