a choice that change my life

Tampilkan postingan dengan label Pattaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pattaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Budget dan Itenari Bangkok-Pattaya Thailand 6D5N ala Backpacker

Entah sudah berapa puluh orang chat, kirim email, atau comment menanyakan tentang wisata di Bangkok dan Pattaya. Itenari yang kususun ini pernah kulakukan sendiri. Asumsi Bangkok 4 hari,Pattaya 2 hari. *Budget hanya kira-kira sesuai dengan keinginan individu mau huemaaat atau biasa aja, makanya ada tanda +- atau kurang lebih. Okay here we are...

Grand Palace.

Hari Pertama (Relax)

Hari pertama kuestimasikan pesawat datang sore atau malam jadi bisa beristirahat dulu di hotel dan jalan-jalan disekitar hotel. Relax dan nikmati lingkungan di Thailand. Kenali budaya disana, coba saja berbincang dengan orang lokal,mereka ramah-ramah dan aksen Inggris mereka seperti tangga nada.

Transportasi bandara-hotel (naik bis atau airport rail link) = +-B 50
Makan malam dan minum 7 eleven =+-B 50
Penginapan 2 malam @B 250/malam = B 500
Total= B 600

Hari Kedua (Mall)

Hari kedua merupakan wisata mall tapi bukan belanja. Berikut skenarionya:
1. Museum patung lilin Madame Tussaunds dan Ocean World (jika minat) terletak di komplek mall Siam Plaza.
2. Mushala ada di mall MBK bisa jalan lewat sky walk dari Siam Plaza.
3. Area Shukumvit dan Mall Terminal 21.

Toilet Terminal 21.
Ocean World.
Bersama Pak Presiden Soekarno di Madam Tussaunds.

Tiket masuk Madame Tussaund dan Ocean World= B 1100
Makan siang di foodcourt Siam Plaza= B 50
Transportasi =+- B 100
Makan malam di foodcourt Terminal 21= +-50
Total B 1300

Hari Ketiga (Garden)

Pagi hari sudah langsung cus ke Pattaya naik van. Van bisa dinaiki dari Khaosan atau Victory monument. Van turun disekitar pattaya walking street lalu mencari sewa songthew atau taksi ke Nong Nooch dan Silverlake. Kawasan wisata yang dikunjungi:
1. Nong Nooch Garden, taman tropis terbesar se Asia Tenggara.
2. Silverlake, kebun anggur cantik dan bukit Kao Kee chan-ukiran budha.
3. Pasar apung buatan (jika minat).
4. Pattaya walking street saat malam hari. Bisa coba lihat pertunjukkan kabaret ladyboy yang terkenal, kalau tidak salah sekitar 500 baht. Sayang aku tidak pernah mencoba karena tidak tertarik.

Naik Songthew.
Pertunjukkan di Nong Nooch.
Stonhage KW di Nong Nooch.

Kincir Angin di Silverlake.

Silverlake, dibelakangnya adalah bukit budha kao kee can.
Pattaya Walking Street.

Van Bangkok-Pattaya= B 100
Tiket masuk Nong Nooch dan Pertunjukkan= B 500
Tiket masuk Silverlake dan kereta= B 80
Tranportasi = +-B 400
Makan 2 kali= +-B 150
Penginapan semalam= +- B 250
Total= 1480 Baht

Hari Keempat (Island)

Pagi hari sudah harus packing dan cuss dari hotel. Naik songthew ke pelabuhan balihai untuk mengejar kapal kepulau Koh Lan jam 7 atau 8 pagi. Koh Lan merupakan pulau dekat dengan Pattaya dapat dituju dengan kapal selama 45 menit. Pantai disini indah dan mengobati kecewa saat melihat pantai Pattaya yang biasa saja. Wajib menyewa atau ojek sepeda motor saat sudah sampai di Koh Lan. Semua tempat di Koh Lan wajib dikunjungi:
1.Na Ban Pier, kapal akan berhenti disini.
2.Pantai Ta Waen, pantai paling ramai dengan pasir putih yang lembut.
3. Pantai Tong long, pantai disebelah ta waen.
4. Pantai Samae,lebih sepi pengunjung, berpasir kasar, dan terdapat bangunan PV cantik.
5. Pantai Naul, pantai paling ujung di sisi lain pantai Ta Waen, merupakan pantai tersepi dan bisa berenang bebas disini.
4.Pantai Tien, pantai dengan jembatan.
5. View poin Koh Lan.
Tips: kapal  datang dan pergi tiap sejam sekali, terakhir jam 5 sore. Lalu langsung cari van ke Bangkok.

Pelabuhan Bali Hai Pattaya.

Sewa sepeda motor di Koh Lan.

Laut biru Koh Lan.

View Point Koh Lan.

Songthew ke Balihai= +- B 10
Kapal ke Koh Lan PP= B 80
Sewa sepeda motor (B 200/ 2 orang)= B 100
Makan siang seafood= B 100
Van Pattaya-Bangkok= B 100
Penginapan di Bangkok 2 malam (@B 250/malam)= B500
Total= B 890

Hari Kelima (Culture)

Wisata yang wajib dikunjungi di Bangkok:
1. Ananda Throne Hall atau istana putih bergaya eropa, disekitarnya juga ada taekwood mansion atau rumah kayu terbesar sedunia (jika sempat). Wajib menggunakan rok untuk perempuan!!atau kena cash lagi untuk beli sarung.
2. Wat Phra Kaew/ Grand Palace. Ga ke Thailand kalau belum kesini. Wajib menggunakan pakaian sopan dibawah lutut.
3. Wat Pho/ Reclining Budha dituju dengan jalan kaki ke bagian samping Grand Palace.
4. Wat Arun/ Temple of The Dawn, dituju dengan jalan kaki ke arah pasar belakang Wat Pho. Lalu naik kapal nyebrang ke Wat Arun.
5. Menikmati senja di pinggiran sungai chao phraya sambil melihat Wat Arun malam hari.
6. Naik kapal bendera oranye ke Asiatique.
7. Asiatique, tempat hang out asik di tepi sungai dengan ferris wheel ukuran raksasa.
Tips: lebih baik pakai rok untuk perempuan dan membawa kartu pelajar untuk pelajar/mahasiswa karena dapat diskon 50% di Grand Palace dan Ananda Throne Hall. Asiatique menyediakan kapal gratis dari stasiun BTS Saphan Taksin.

Ananda Throne Hall, istana gaya eropa.
Wat Pho.
Asiatique, tempat hang out keren.

Tiket Ananda Throne Hall= B 150
Tiket Taekwood mansion=B 100
Taksi Ananda-Grand Palace= B 80
Tiket Grand Palace=B 400
Tiket Wat Pho= B 100
Tiket kapal nyebrang ke wat arun PP (@ B3/nyebrang)= B 6
Tiket kapal depan Wat Arun-Asiatique=B 15
Makan 2x = B 100
Transport balik ke hotel (naik kapal gratis asitique lanjut naik BTS/naik bis dari depan Asiatique) = +-B 40
Total= B 1005

Hari Keenam (Shopping)

Pas kan hari Shopping dengan hari Sabtu atau Minggu supaya bisa berbelanja di pasar tradisonal terbesar yaitu Cathucak. Alokasikan sekitar 300 Baht (atau disesuikan) untuk berbelanja souvenir. Tempat berbelanja lainnya dan harga souvenir bisa dilihat di postingku sebelumnya: http://elitachoice.blogspot.com/2013/02/belanja-sampai-bokek-di-bangkok-i.html

Total Budget: 600+1300+1480+890+1005+300= 5575 Baht
Jika 1 Baht= Rp 350,- maka total Rp 1.951.250,-

Tips tiket pesawat murah, hotel nyaman, makanan halal dan tempat sholat cek di posting: http://elitachoice.blogspot.com/2014/10/tips-jalan-jalan-ke-bangkok.html

Semua foto diatas kupotret sendiri, maaf kalau narsis.

Happy Holiday na kha... :)

Read More

Senin, 11 Februari 2013

Two Days Escape to Pattaya: Budget dan Tips


Taraa inilah hal teknis yang sering ditanyakan yaitu Budget. Berikut ini budget perjalanan selama dua hari. Asumsi mbambung, ga dianterin temen, dan jalan-jalan sendirian.

Budget:

1. Van Rangsit-Pattaya (PP): 140 Bx2 =280 B
2. Makan siang : 40 B
3. Tiket di Budha Hill: 20 B
4. Tiket naik kereta di Silverlake: 80 B
5. Jus anggur: 35 B
6. Makan malam di Jomtien: 50B
7. Penginapan: 250 B
8. Sarapan: 30 B
9.Songthew Jomtien-Balihai: 20 B
10.Kapal Pattaya-Kohlan (PP): 30Bx2= 60B
11. Muter-muter di Koh Lan: 50+40+20+20=130 B
Total: 995 Baht

Tips:

1. Silverlake hanya buka sampai jam 5 sore
2. Bawa baju renang sebelum menyesal karena tidak dapat menikmati air pantai
3. Bawa topi karena panas
4. dan hal-hal standar lainnya yang sudah menjadi kesepakatan umum seperti: bertanya bila tersesat, bawauang, bawa baju ganti, punya itenary, bawa peta, dan sebagainya.

Happy travelling in Pattaya!! ^0^
Read More

Two Days Escape to Pattaya: Terdampar di Lima Pantai

Itenary-ku di hari kedua ini adalah jalan-jalan disekitar Pattaya dan Koh Lan. Pagi hari, aku menyusuri sepanjang pantai Jomtien yang hanya sepelemparan batu dari hostelku. Pantai Jomtien ini mengingatkanku akan pantai Kuta Bali yang disepanjang tepi pantainya berjajar hotel, bar, dan toko. Aku menyusuri sepanjang pantai berpasir kuning ini. Sesekali berhenti untuk memandang bule-bule gendut berjemur, menuliskan kalimat di pasir pantai ala remaja alay, dan melempar-lempar batu ke air. Tujuan utamaku pagi itu adalah mencari sarapan sambil menikmati semilir angin pantai. Jam menunjukkan pukul 7.30 pagi,lapak-lapak di pinggir pantai baru saja ditata. Akhirnya aku memutuskan untuk membeli sesuatu di 7eleven: kripik,biskuit, dan yoghurt. Yahh hitung-hitung berhemat setelah hedon makan enak-enak di hari sebelumnya.
Menulis kalimat di pasir pantai Jomtien,semacam anak alay.

Aku memakan jajananku sambil duduk sendirian di batuan pantai Jomtien. Enaknya jalan-jalan sendirian itu ga ada yang mintain jajan kita (ih pelit :p), bebas menentukan kemana dan kapan, dan menikmati segala sesuatu dengan lebih detail. Ga enaknya ga ada yang kasi kita jajan, ga ada teman ngobrol, ga bisa foto narsis, dan ga ada yang disuruh-suruh nanya kalau kita tersesat. Saat itu, aku berharap bisa menemukan kenalan baru untuk perjalananku. Doaku langsung terkabul, anjing hitam dari kejauhan tampak mendekatiku dan berusaha mengendus jajananku. Kontan saja aku yang phobia sama anjing jelek langsung berdiri, berjalan menjauh pelan-pelan, lalu lariiiii...... biar rada cool, larinya macak lagi joging ala bule di pinggir pantai bedanya sambil bawa kresek jajan 7eleven.

Aku kembali ke hostel dan mengemasi barang-barangku. Cewek Prancis yang sekamar denganku masih tampak tertidur lelap. Aku check out dari hostel menuju ke pinggir jalan dan mencegat songthew. Pantai Jomtien ini letaknya disebelah pantai Pattaya yang tersohor, jadi aku harus naik songthew untuk menuju ke Balihai yang terletak di sepanjang pantai Pattaya. Balihai adalah pelabuhan kecil tempat bersandarnya kapal-kapal menuju  Koh Lan yaitu Pulau Koh yang terletak didekat Pattaya. Biaya songthew seharusnya cuma 20 Baht, tapi entah kenapa saya dipaksa bayar 50 Baht T.T huuu,yah mungkin juga gara-gara aku naik dari ujung ke ujung.

Sesampai di Balihai,aku celingak celinguk dan mengikuti arus turis bule naik kapal. Benar saja, kapal tersebut menuju Koh Lan. 30 Baht untuk sekali jalan, namun harus menunggu kapal penuh dengan penumpang biasanya sekitar sejam. Kapal ini tersedia setiap jam mulai jam 07.00 sampai 17.00 dari Pattaya ke Koh Lan dan sebaliknya. Kalau lagi kaya,ingin eksklusif dan cepat,bisa sewa speed boat yang harganya berkalilipat. Seniorku yang pernah merasakan naik speed boat harus membayar 500 Baht untuk PP Pattaya-Kohlan. Setelah menunggu sejam, akhirnya kapal itu penuh juga dengan turis yang kebanyakan berbahasa "Je, vous, tous, nous" ini. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Semilir angin laut membuatku mengantuk pol-polan.
Pattaya dari kapal yang sedang melaju

Aku turun di pelabuhan Naban Pier di Koh Lan. Tempat itu merupakan pelabuhan kecil biasa dan banyak penduduk yang berprofesi sebagai ojek. Awalnya mereka berbicara bahasa Thai denganku "was wes wos.." mboh opo. Dengan nyengir aku bilang "Pu thai mai chai" yang artinya saya tidak berbicara bahasa Thailand. Lalu mereka ganti bicara bahasa Inggris. Kalau menurut opini temanku yang Thailand, lebih baik mengucapkan "I don't know" daripada "Pu thai mai chai". Namun menurutku jika aku berbicara seperti itu, mereka akan lebih interest karena aku berusaha mengucapkan bahasa mereka.

Aku ditawari untuk menyewa motor, sehari penuh: 200 Baht. Memang, Koh Lan ini memiliki total enam pantai dan sedikit berjauhan. Semuanya bisa dijangkau dengan sepeda motor. Setelah berpikir pendek,akhirnya aku memilih naik ojek daripada sewa sepeda motor.Pertimbangannya: 1. Aku sudah 2 bulan tidak nyetir sepeda motor 2. Ga punya sim lokal (apalagi sim internasional) 3. Ga tau medan 4. Lebih murah jika aku hanya ingin mengunjungi beberapa pantai.

Aku diantarkan oleh Kun ojek yang menyetir sepeda motor vario. Tujuanku adalah Pantai Tawaen, 40 baht dari Naban Pier. Kun nya nanya-nanya aku darimana, awalnya nebak Philiphine, lalu Malaysia, ternyata aku bilang Indonesia =_=. Lalu dia kaget kok bisa-bisanya aku mbolang sendirian sampai situ. Tampangku yang (seperti) masih muda dengan kerudung ini menarik perhatian Bapak-bapak ojek yang lain saat turun di parkiran Pantai Tawaen. Isok kabeh nyapa "swadhicrab". Aku senyam senyum ae, saat berlalu aku dengar Bapak ojek itu bilang "Indo na".Ngiikk....ternyata cewek kecil berkerudung kalau mbolang sendirian itu menarik perhatian karena orang-orang pada mikir "Nih anak mana orangtuanya".
Turis di Pantai Tawaen
Ternyata Pantai Tawaen begitu indah. Airnya berwarna bening berwarna hijau toska. Pasirnya berwarna putih dan sangat halus. Itu adalah pasir terhalus yang pernah kurasakan. Langsung saja kulepas sandalku, kujinjing celanaku, dan mencelupkan 1/7 kakiku ke air laut nan bening. Aku senyum-senyum sendiri karena bahagia bisa berada ditempat seindah itu. Bisa jadi aku adalah orang teraneh di pantai yang sedang ramai itu. Kebanayakan orang mengenakan bikini, aku malah menganakan baju lengan panjang lengkap dengan kerudung berwarna merah menyala dengan tas ransel kotak-kotak ungu dan kamera pocket warna merah. Kebanyakan orang berenag, berjemur,bermain air atau pasir, aku malah celap celup dengan pakaian lengkap sambil mengambil jeprat jepret sana sini.

Indahnya pantai Tawaen

Sedih, tak ada fotoku di kameraku. Aku menyapa Bapak yang kelihatan nganggur."Excuse me, can you help me to take photo of me?" tanyaku sopan sambil menyodorkan kamera. Ehh Bapak itu tak manatapku, malah memandang ke arah kejauhan dengan pandangan kosong lalu meninggalkanku. Whatt??!!! zzzzz,,, sakit hati. Akhirnya aku meninggalkan pantai dan mencari tempat teduh di pinggir pantai sambil makan keripik kentang. Aku melihat didepanku ada ibu-ibu, akhirnya kutanyakan pertanyaan yang sama. Untung saja Ibu itu bisa bahasa Inggris dan memfotokanku yang mbolang sendirian itu. Sayangnya fotonya gelap >_< akhirnya kucari tempat yang agak tinggi, kulihat keadaan sekitar: Aman, sahutku dalam hati. Aku meletakkan kameraku yang sudah ku timer dan cheese!! klik klik. Ini adalah pengambilan foto termelas sepanjang hidupku.
Foto termelas sepanjang perjalananku.
Setelah cukup menikmati Pantai Tawaen, aku menuju ke Pantai Samae diantarkan Bapak Ojek dengan tarif 40 Baht. Pantai ini lebih sepi daripada Pantai Tawaen yang merupakan pantai utama di Koh Lan. Namun pantai ini lebih menarik bagiku, kenapa? Karena adanya bangunan yang menggunakan sumber energi matahari: Photovoltaic yang dipasang diatapnya (dasar engineer!). Pasir di Pantai Samae lebih kasar,lumayanlah buat terapi kaki.

Bagunan dengan PV di Pantai Samae (ujung).

Destinasi selanjutnya adalah Pantai Naul yang ternyata bayar ojeknya 100 Baht karena harus jalan memutar. Katanya sih ini pantai monyet. Tapi karena mahal, aku tanya pantai yang lain yang lebih dekat yaitu Pantai Tien, 20 Baht. hoho... langsung saja "Oke Kun, Tien Beach". Tapi aku minta diberhentikan di titik yang agak tinggi untuk mengambil foto "1 million baht," canda Kun ojeknya. "Mai chai," sahutkuberkata tidak dalam bahasa Thai. Kunnya kaget kok aku bisa bahasa Thailand dikit-dikit, beh dikiranya aku turis tersesat pada umumnya. Akhirnya aku bilang kalau lagi sekolah exchange di Thailand,Kun ojeknya seneng saat aku bilang "Kha phon kha, tammay,alayna,chai, maichai," dan lain-lain dalam bahasa Thailand.

Pantai Tien ini sedikit tersembunyi namun lebih ke barat-baratan. Masa isinya bule yang lagi berjemur. Di pinggir pantai terdapat stand-stand yang menjual bir. Sama seperti Pantai Samae,pantai ini berpasir keras dengan air yang jernih. Disini aku hanya jalan muter-muter di pantai lalu memutuskan untuk kembali karena kepanasan. Sebenarnya aku ingin mengintari semua pantai di Koh Lan, tapi apa daya tenaga dan uang terbatas. Jam menunjukkan hampir pukul 2 siang, aku naik ojek kembali ke Tawaen untuk naik boat ke Pattaya. Kita bisa naik kapal dari Tawaen atau Naban Pier.
Pantai Tien yang tenang.
Sepanjang perjalanan,aku hanya tertidur ngiler di kapal. Angin yang berhembus, nuansa panas, dan kecapekan membuatku tidur sejenak.  Setelah turun dari kapal,sebenarnya aku masih ingin ke Pattaya Hill lagi. Lalu mikir dengan galau karena bingung kesana naik apa,kalau jalan juga pegel dan arahnya berlawanan dengan pantai Pattaya. Okeh next time.Aku memilih jalan kaki menuju Pantai Pattaya.

Setelah beralan kaki selama 15 menit,aku melihat plang pantai Pattaya. Saat aku melongok ke pantainya....lha ngene thok, pikirku. Sumpah elek, bagusan pantai Jomtien atau lebih jauh lagi pantai-pantai di Koh Lan. Fantasiku tentang pantai Pattaya terkenal yang fotonya pernah kulihat di note ibuku, yang selalu diceritakan ibuku meski beliau belum pernah kesana, langsung drop. Ternyata Pantai Pattaya "begini saja". Pasirnya berwarna kuning pucat mendekati tua, airnya keruh,dan yang terlihat ditepinya bagunan-bangunan.

Aku melanjutkan jalan kaki menuju soi 8, disanalah pangkalan van untuk tujuan Rangsit, begitu kata penjaga Jomtien Hostel saat kutanyai pagi tadi. Enak-enaknya menikmati kesendirian tiba-tiba ada angin kencang dan hujan. Untung saja aku membawa payung, kesulitannya adalah mempertahankan payung agar tidak terbalik karena hempasan angin.Aku terus berjalan melewati Pattaya walking street. Disinilah pusat hiburan malam. Bar dan tempat tak jelas bertuliskan "A go go" berjajar sepanjang jalan. Secara terbuka, mereka juga memajang gambar wanita/pria yang memakai pakaian "mini". Alhamdulillah aku kesini sendirian pas siang-siang. Kalau kesini pas malam, entahlah.
Jalanan di Pattaya walking street, penuh dengan tempat hiburan malam.
Nyari pangkalan van aja sampai kudu semaput,sudah jalannya jauh dan ga tau tempatnya. Tempat itu berhasil kutemukan setelah nanya ke empat orang dan naik songthew. Aku kembali dari Pattaya jam 4 sore. Sepanjang perjalanan menuju Rangsit, aku hanya tertidur dengan bajuku yang basah kuyup terkena hujan.
Read More

Minggu, 10 Februari 2013

Two Days Escape to Pattaya: Danau Perak dan Bukit Budha

Lama tak menulis menjadikan sense of belonging tulisan mbolang telah hilang.Oh no! Sebenarnya perjalanan ini kulakukan saat 10-11 November 2012 silam. Ini adalah  perjalanan yang sedikit gila karena idenya tercetus seminggu sebelumnya dan kulakukan setelah begadang pentas tari di welcome show sampai pagi. Perjalanan dadakan yang bertema "escape from regular activities" dengan judul kegiatan "enjoy backpacking alone when you are still here" ini kukarang sendiri. Pasalnya teman-teman Indonesia ku selalu merespon "ayo, ayo" saat ku-posting rencana jalan-jalan ke Pattaya di group, tapi tak pernah terjadi kesepakatan tanggal. Akhirnya aku nekad mencari tanggal weekend yang kosong, mencari alamat hostel aman dan murah, tempat wisata di Pattaya, dan transportasinya. Aku menanyakan ke M, temanku yang tinggal di Pattaya. Dia menjelaskan seluk beluk wisata disana. Dan pada akhirnya"Oke aku antarkan kamu ke Pattaya, sekalian aku pulang," katanya.

Perjalanan ke Pathum Thani-Pattaya memakan waktu sekitar empat jam. Tujuanku di hari pertama adalah: Silverlake atau danau Perak. Saat aku memberitahu itenary-ku pada M, dia menjelaskan tak ada angkutan umum yang menuju Silverlake. Akhirnya dengan kasihan dia mengantarkanku ke Silverlake karena takut aku yang masih (seperti) dibawah umur ini akan tersesat dan diculik.

Silverlake berada cukup jauh dari Pantai Pattaya, sekitar 23km. Jika tak punya kendaraan pribadi, harus naik taksi atau van ke tempat ini. Temanku yang bulan lalu baru saja dari Silverlake, mengatakan bahwa biaya taksi sekitar 200 Baht dari Pattaya. Aku menetapkan Silverlake sebagai tujuan wajibku karena suasanya yang seperti di Eropa (maklum mimpi ke Eropa belum tercapai ;p).

Welcome to Silverlake!!

Ternyata disana juga ada wisata khao chee chan, yaitu Bukit Budha. Taman dengan pohon hijau rimbun ditata sedemikian rupa untuk mendukung Bukit Budha. Gambar Budha 2D berwarna perak dipahat di bukit yang berukuran setinggi gedung berlantai lima. Konon ini adalah gambar Budha terbesar di dunia. Tiket masuk ke tempat ini adalah gratis (kalau ga salah :p lupa sih), kalau bayar paling cuma 20 Baht.
Khao chee chan
Perjalanan dilanjutkan ke wisata utama disebelahnya yaitu Silverlake. Tempat ini sebenarnya adalah kebun anggur, namun didesain sedemikian rupa dengan aneka taman dan kincir angin yang indah. Saat pertama kali masuk, sepanjang jalan akan terlihat tempat duduk nyaman dengan dekorasi taman yang indah. Lalu disambut oleh bangunan berwarna merah kekuningan, khas gedung pengolahan anggur. Ditengahnya terdapat  air mancur dengan patung dewi Yunani. Gedung tersebut difungsikan sebagai toko souvenir dan toko olahan dari anggur. Bagunan ini didesain lebih tinggi daripada tanah perkebunan dibawahnya. Dari sini, terlihat danau berwarna keperakan di kejauhan, dikelilingi oleh kebun anggur yang hijau dan belum berbuah, dan bangunan kincir angin terlihat menonjol diantara kebun bunga. Kalau masuk sampai sini saja bayarnya gratis.

Bagunan toko di Silverlake

Lalu aku masuk ke gerbang kebun anggur yang dibatasi oleh pagar kayu. Tiketnya 80 Baht dan diangkut dengan transportasi bis terbuka ke sekeliling kebun anggur yang luas itu. Tour ini melewati kebun bunga yang didesain dengan indah untuk mendukung pariwisata di Silverlake. Bis akan berhenti di beberapa titik dan membiarkan pengunjung untuk mengambil foto. Tour ini memakan waktu sekitar 1,5 jam. Kita juga bisa memilih untuk bersantai di suatu tempat dan naik bis berikutnya. Banyak spot yang unik di Silverlake: danau keperakan, kincir angin, bunga warna-warni, green house anggur, dekorasi lucu, dan permainan anak-anak standar.
Anggur di green house

Kincir angin

Perjalanan di Silverlake diakhiri dengan membeli jus anggur seharga 35 baht. Indahnya dunia terasa saat meminum jus anggur sambil duduk santai memandang panorama Silverlake di sore hari. Cahaya mentari yang berwarna keemasan memantul dari danau. Cahaya itu terasa hangat dan menenangkan.

Sepulang dari Silverlake, M mengantarkanku sampai di Jomtien Hostel, hostel dengan rating tertinggi yang ku search di hostelworld.com yang berlokasi di Pattaya. Aku memesan kamar dormitory female untuk semalam, biayanya 250 Baht. Setelah menaruh barang dan booking hostel, M yang menjadi guideku mengantarkanku keliling Pattaya City. Dia menjelaskan arah, transportasi, dan sebagainya untuk mendukung mbolangku sendirian di hari esok.

Malam itu, kita ke Pattaya Hill untuk memandang lengkungan pantai Pattaya dan kerlipan lampu dari atas bukit. Setelah itu kita makan buffet sampai kekenyangan pol-polan di Yayoi- Central Festival Mall Pattaya. Masa satu porsi isinya: steak sapi crispy, kimchi, nasi, soup miso, rumput laut, salad, dan teh hijau sepuasnya, sumpahh ga ukuran. Setelah itu M mengantarkanku kembali ke hostel, memberi wejangan padaku tentang tips ini itu, dan dia pulang ke rumahnya. Kha phon kha M sudah jadi tuan rumah dan guide yang baik hati & tidak sombong,,,

Jam masih menunjukkan pukul 9 malam, aku menuju kamarku. Aku sekamar dengan dua bule Prancis. Di hostel ini ada fasilitas handuk bersih dan minuman botol dingin. Lumayanlah. Niatanku untuk berjalan-jalan di pantai Jomtien depan hostek buyar sudah setelah mandi air hangat dan merasa nyaman dengan kasur. Aku memilih untuk tidur nyenyak dan menyiapkan tenaga untuk perjalanan sendirian esok pagi.
Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena