a choice that change my life

Jumat, 02 September 2016

Sweet Sour Honey Lemon (4): Reff in Singapore

We're a thousand miles from comfort, we have traveled land and sea



Kami akhirnya bisa bernafas lega setelah beberapa jam kebelakang yang menyibukkan untuk persiapan long vacation ini. Sejam lagi, pesawat kami akan take off dan kami berdua menunggu dengan santai di ruang tunggu Terminal Soekarno-Hatta. lalu aku melihat iklan salah satu bank disana, bergambar becak Jepang dan bunga sakura. Yayaya I will go there*pikirku.

--

Sesampai di bandara Changi, kami kembali disambut dengan hiasan ala ala Jepang. Ini apaan ya? Kok udah hawa-hawa Jepang. Memang saat itu Jepang sedang menyambut musim semi, dan salah satu alasanku nekat ke Jepang dengan budget pas-pas an adalah melihat bunga sakura yang asli.

Bacpacker or honeymoon? How 'bout both?

Aku mengangkat ransel yang isinya baju, tolak angin,obat batuk, dan survival kit ala backpacker (mi gelas, jas hujan kresek, universal adaptor, dkk). Berhubung honeymoon ini agak ngemper, jadi bakal susah kalau mau ala ala koper yang mewah. Aku sendiri membawa satu ransel 25 L dan tas selempang kecil milik suamiku. Sedangkan dia membawa ransel 55L dan tas kameraku.

Kami tak menemui kendala yang berarti saat naik MRT ke arah stasiun Aljunied. Aku juga agak surprise saat menggunakan kartu EZ link yang kubeli lima tahun lampau ternyata masih bisa digunakan dan saldonya masih ada. Kami menyempatkan diri makan malam di gerai India dekat stasiun, maklum lupa makan minum semenjak dari bandara.

Hotel Chang Ziang yang kupesan berada di kawasan red district Geylang. Meski dinobatkan sebagai daerah prostitusi, tapi sumpah tempat ini aman damai saja kok. Kami sempat nyasar kesana kemari dan ternyata jalannya lumyan jauh dari stasiun yaitu sekitar 4-5 blok. Lumayan banget kalau sambil gendong ransel. Hotel ini kupilih karena yang paling murah x_x . Biasanya sih ya kalau aku mbolang ke Singapura, pastilah pilih hostel, paling bayar 80ribu per malam. Lha ini hunimun mosok ya tidur di hostel. Krik.
Geylang di pagi hari

Pagi hari, aku sudah menyiapkan sarapan untuk suamiku: mi gelas XD *pasangan pelit. Kami mencari transportasi bis untuk menuju daerah Raffles Station, namun karena ruwet akhirnya pilih jalan kaki dan naik MRT lagi. Yee welcome to Singapore!! Meski kami berdua sudah pernah ke sini tapi Merlion adalah destinasi wajib bagi turis ya sepertinya. Ibarat nggak makan nasi, nggak ke Singapore kalau belum ke Merlion. 

autis ngurusi kamera


Masih semangat, heading to next destination: Universal Studio Singapore!!! Berhubung ini destinasi yang sudah pasaran, jadi nggak perlu ta detailkan lagi. Lagipula sudah pernah kutulis di posting sebelumnya saat aku pertama kali mbolang keluar negeri http://elitachoice.blogspot.co.id/2012/02/day-6-universal-studio-keren-maksimal.html. Atraksi andalan kesukaanku adalah: 1. Transformer, 2. Mummy, 3. Jurrasic Park. Sayangnya waktu kesini, atraksi yang mummy lagi ada perbaikan. Huu kecewa. Saat aku nunjuk roller coaster ternyata suamiku nggak mau naik (ini dengaren banget lho. Biasanya dia sukanya ginian) alasanya nanti jadi mual apalagi belum makan. Yaiyalah gak makan, lha makanan di USS harganya ga masuk akal.



Sekitar tengah hari, kami memilih keluar USS dan mencari makan disekitar Sentosa Island. Yah harganya lebih manusiawi lah dibanding didalam USS. "Gimana kalau kita sekarang langsung ke Garden by the Bay?" ujarku karena jam masih menunjukkan pukul 3 sore.Padahal destinasi Garden by the Bay kurencanakan besok.

Garden by the Bay adalah taman terkeren sedunia (menurutku). Kalau kesini tentu saja wajib ke Flower Dome dan Cloud Forest. Saranku kalau ke Singapura ya, gak papa ga ke USS tapi ke Garden by the Bay adalah wajib ain! Aku dan suami yang sudah teler jalan kaki di Merlion, USS, dan Sentosa, lebih memilih naik shuttle bis bayar 3$ PP dibanding jalan kaki jauh.


Sumpah Singapura ini gila! Orang-orangnya cerdas banget. Satu komplek taman besar itu adalah buatan dan membentuk ekosistemnya sendiri. Kolam dan berbagai tumbuhan tertata apik disini. Dari kejauhan terlihat pohon buatan dan itu bukan hanya hiasan lho. Fungsinya adalah penangkap hujan dan uap yang nantinya airnya digunakan untuk menyirami ekosistem didalamnya.

Flower Dome dan Cloud Forest terletak berdekatan. Kami memilih masuk ke Cloud Forest terlebih dahulu karena pintu masuk akan ditutup sekitar jam 17.00 sedangkan saat itu sudah hampir jam 16.00. Cloud Forest merupakan hutan indoor yang didesain sedemikian rupa sehingga membentuk suatu ekosistem yang mirip hutan didalamnya. Setelah pintu masuk, kami disambut air terjun. Ya air terjun sungguhan dari lantai 6! Aku merasakkan hawa dingin dan cipratan air terjun. Aku hanya bisa geleng-geleng.






Otak engineerku mulai berpikir (*halah lebay), gimana dulu konstruksi tempat ini? luarnya full terbuat dari kaca supaya tumbuhan didalamnya mendapat cahaya matahari yang cukup. Bagaimana mengatur pompa untuk menaikkan air? Bangaimana mengatur kelembaban? Bagaimana mengatur temperature? Bagaimana material yang digunakan sebagai media tanam tetap kokoh saat tumbuhan sudah mulai lebat? Ahhh!! Molla kalau bahasa Koreanya alias Je ne sais pas alias kula mboten ngertos. Ini menjadi PR sendiri untukku supaya terus belajar dan belajar.



Cloud Forest memiliki 8 level. Setiap lantainya memiliki tema tersendiri. Terdapat juga jembatan keren yang bikin awang-awangen pada ketinggian. Kami berdua mencapai puncak cloud forest dan menikmati sunset indah Singapore yang terbenam diantara gedung pencakar langit.




Meski sudah gelap, rugi kan kalau nggak ke Flower Dome. Untung saja pintu masuk ditutup jam 19.00 dan saat itu jam 18.00. Taman indoor ini berisi bunga-bunga indah. Agak nyesel juga kenapa pas kesini sudah gelap, jadi bunga-bunga indahnya sudah tidak kelihatan juga. Kami berdua menyusuri taman ini dalam gelap. Tiba-tiba terlihat tanaman ranting dengan bunga berwarna pink dan putih. Oh Sakura!!!! Akhirnya impianku melihat bunga sakura asli sudah terjawab ya XD pertama lihat, aku sempat ragu ini bunga betulan atau tidak apalagi cahaya nya remang-remang. Saat kuperhatikan detail ternyata memang pohon sakura betulan dan tidak hanya satu tapi puluhan pohon bermekaran.






Ini yang membuatku berpikir lagi, Singapura memang super duper crazy pol-polan. Mereka merekayasa kondisi bangunan tersebut agar sama seperti musim semi di Jepang suapaya bunganya dapat bermekaran. Ternyata bunga di Flower Dome juga berganti-ganti sesuai dengan apa yang lagi kekinian. Suatu waktu aku pernah lihat update temanku di Flower Dome yang isinya bunga tulip Belanda. That's soud insane to create a season! Tapi itu possible. Ngeri deh.

Selanjutnya kami mengejar atraksi Big Tree di luar bangunan tersebut. Atraksi mempertontonkan cahaya kelip warna warni diantara beberapa pohon buatan raksasa yang ada disana. Sayangnya kami hanya bisa melihat dari kejauhan, saat sampai di Big Tree, atraksinya sudah selesai. Apes.

Saat itu batukku yang belum sembuh semakin meradang karena capek, kena temperatur dingin di Flower Dome, dan angin di area Big Tree. Sebelum kesini, dokter juga memvonisku terkena bronkitis atau radang saluran paru-paru. Aku hanya bisa duduk. Sedangkan suamiku masih semangat foto ini itu. Tak bilang "Aku tunggu disini," dengan diselingi batuk dan dia meninggalkanku untuk mencari spot foto. Entah kenapa aku tiba-tiba laper dan melirik chitato yang kubawa. Baru makan satu chips, batukku langsung kambuh ga karu-karuan. Rasanya sampai mual, ga bisa nafas, ga bisa ngomong, dadaku sakit banget. Mau panggil-panggil suamiku tapi ga ada suara yang keluar. Cuma keluar air mata. Duh Gusti, kalau hidupku sampai sini, aku pasrah -_-". Sampai aku mikir segitunya karena saat itu benar-benar parah.

Hasil jepratan suamipas ninggalin aku :p

Setelah tersiksa beberapa menit, akhirnya suamiku datang dan nyadar kalau aku kesakitan parah -_-" air minum sisa yang dia bawa langsung kuteguk habis. Permen mint semua ta makan. Akhirnya aku agak bisa bernafas. "Gak jadi ke Jepang ta? kita balik lagi Indonesia," ujarnya menawarkan. "Apahhh???!!!! Kita harus tetep ke Jepang!" aku keukeh. Aku percaya suatu keajaiban akan terjadi di Jepang karena dari awal sudah ada tanda-tandanya mulai iklan di Soekarno-Hatta, sakura buatan di Changi, dan pohon sakura di Flower Dome. Really?





Read More

Kamis, 01 September 2016

Sweet Sour Honey Lemon (3): Itenari dan Budget BackHoneyPackMoon

Sebelum kuceritakan pengalaman yang absurd selama menjalani backpacker bersama suami baru, berikut ini kurangkum dulu itenari dan budget melakukan perjalanan tanpa rencana matang ini. Yah sebagai pembanding jika ingin melakukan (kebodohan) hal yang sama.

Tiga negara ini dipilih karena awalnya kami hanya ingin ke Jepang dan ternyata harus transit dari Kuala Lumpur Malaysia (maklum peswat AA). Saat diteliti lebih jauh ternyata sebelum ke Jepang ada satu tanggal merah dan jadilah kita perpanjang rute bacpackernya mulai Singapura. Jadilah mbolangnya ke Singapura-Malaysia-Jepang. "Honeymoon apa kejar setoran Bu?" Ya mumpung dapet cuti dengan alasan nikah, kan?


Mari kita buat asumsi dulu, misal 1 $ Singapore = Rp 10.000 , 1 Ringgit= Rp 3.500 , dan 1 Yen=Rp 150 . Budget yang kuhitung dibawah ini adalah untuk berdua. Ehm yang jomblo mungkin bisa baca budget dan itenari saya di posting lain sebelum ini. Bukannya mau menyindir tapii tapii tapii nginepnya kan bisa di hostel,lebih murah meriah dan dapat banyak pengalaman.

Day-1 Singapura

Berhubung nyampainya malam jadi kami langsung menuju hotel di daerah red district-Geylang XD. Milih hotel di daerah ini karena murah. Meski dinamakan distrik merah alias tempat prostitusi, tapi fine fine aja kok.

Pesawat Jakarta-Singapura: 2x Rp 280.000,-
Kartu EZ link: 2x 15$
Makan malam, nasi briyani+roti canai+teh tarik: 5$
Hotel Chang Ziang Geylang: Rp 450.000,- (pesan lewat situs traveloka)
(+) murah, lumayan dekat dengan MRT Aljunied, fasilitas lumayan lengkap (minum, sabun dkk, air hangat, ac, tv, handuk, heater)
(-) hotel lama, kamar sempit, red district
Total: Rp 1.360.000,-

Day-2 Singapura



Kejar setoran jalan-jalan. Pagi hari berangkat jam 6 pagi langsung ke daerah diseitar merlion, meski sama-sama pernah kesini tapi ini kayaknya destinasi wajib kalau ke Sinagpore. Dilanjutkan mbolang ke Universal Studio. Sorenya langsung berangkat ke Garden by the Bay.

Sarapan, pisang+roti canai+nasi ayam+teh tarik: 8$
Tiket Universal Studio: 2x60$
Tiket Garden by the Bay: 2x24$
Tiket shuttle bus: 2x3$
Hotel Chang Ziang Geylang: Rp 450.000,-
Total: Rp 2.190.00 ,-

Day-3 Singapura- Malaysia (Melaka)


Setelah lelah jalan-jalan di hari kedua, kami berangkat agak siang menuju Malaysia. Tujuan kami adalah Melaka. Aku sudah pernah kesini dan jatuh cinta dengan suasananya. Kami sampai Melaka malam hari dan hotel menolak menerima kami meski sudah booking jauh hari. Cerita lengkap di posting selanjutnya ya. Malam hari kami berdua gembira karena bisa jalan-jalan di pasar malam Jonker Walk dan beli ini itu :D

Sarapan, mi gelas bawa dari Indonesia: 0
Tiket bus Johor Baru - Melaka: 2x30 RM= 60 RM
Makan malam, nasi lemak: 2x3RM= 6 RM
Jajan di pasar malam= 5RM
President suite Heeren by the River= Rp 900.000,-
Total: Rp 1.148.00,-

Day-3 Malaysia (Melaka-Kuala Lumpur)

Kami berjalan-jalan keliling Melaka hanya dengan jalan saja sudah cukup. Semua sudut kota Melaka ini keren dan nggak salah dinobatkan sebagai UNESCO Heritage. Kami berdua jalan menyusuri sungai, museum-museum, dan naik ke bukit untuk melihat benteng. Saking asyiknya jalan-jalan, kami kesorean sampai ke terminal dan nyaris tidak mendapatkan bis ke Kuala Lumpur. Meski akhirnya dapat bis namun kami terlalu malam sampai di KL dan harus naik taksi, hikss ini taksinya nyecam (scam) lagi. Jadinya harus bayar taksi dengan harga selangit.

Sarapan, nasi ayam melaka: 2x10RM
Bus Melaka-Kuala Lumpur: 2x15RM
Makan siang, cap cay: 15RM
Taksi: 70RM
Hotel Sepurna: Rp 200.000,-
(+) dapat sarapan, air hangat, TV
(-) kamar sempit banget tapi nggak masalah buat transit
Total: Rp 672.500,-

Day-3 Malaysia (Kuala Lumpur) - Jepang (Tokyo)

Kami tidak sempat jalan-jalan keliling Kuala Lumpur sama sekali! kebodohan kan ya? Untung aku sudah 3x kesini dan itu kali keempat. Suamiku yang belum pernah ke KL penasaran untuk jalan-jalan. Namun apa daya, pesawat ke Tokyo berangkat jam 2 siang. Sesampai Tokyo jam 10 pagi dan bisnya tidak mau menerima uang pecahan 10.000 yen dan akhirnya naik taksi lagi. Itu adalah taksi termahal seduniaaaaa.

Taksi ke stasiun: 10RM
Fast Train: 2x40RM
Makan siang, McD: 15RM
Pesawat KL-Tokyo Haneda: 2x Rp 950.000= Rp 1.900.000,-
Taksi Haneda-hotel: 3000Yen
Hotel My Kamata Stays= Rp 980.000,-
(+) nyaman banget disini, desain modern dan compact. Sabun dan sampo wangi. Recomended lah
(-) nggak ada
Total: Rp 3.972.500

Day-4 Tokyo-Kyoto


Kami tak menghabiskan banyak waktu di Tokyo dan sejujurnya aku belum menyusun itenari. Tengah hari kami sudah naik Shinkansen ke Kyoto. Kami memutari Gion malam-malam. Bangunan tua la jepang,lorong khas di film samurai,lentera sepanjang jalan, bulan setengah bersinar, dan udara dingin yang menusuk. Sumpah ini romantis!!! Huu jadi pengen kesana lagi.

JR Pass: 2xRp 3.200.000= Rp 6.200.000,- (bebas naik transportasi JR selama 7 hari dan harus dibeli diluar Jepang)
Bis: 2x 40 Yen= 80 Yen
Makan malam, mi instant dan yang aneh-aneh di eleven= 500 Yen
Laundry: 80 Yen
Hotel Kyoto Lantern Guesthouse: Rp 1.400.000,-
(+) Hotelnya jepang bangeet, tidur pakai tatami, ada lemari kayak di film doraemon, dindingnya kertas tebal, lokasi strategis
(-) mahal (*mindset Indonesia), nggak dapet sarapan
Total: Rp 7.699.000,-

Day-5 Kyoto


Explore wisata di Kyoto, sumpah keren dan Jepang banget. Pagi hari kami jalan-jalan di Gion (lagi). Siangnya ketemu seniorku dan diajak jalan-jalan ke Ramen Halal dan Toji temple. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh dan jalan kaki sampai hotel.

Bis: 2x500 Yen= 1000 Yen
Makan siang, ramen halal: 2x500 Yen=1000 Yen
Tiket Toji temple= 2x 800 Yen= 1600 Yen
Makan sore, Mc D= 500 Yen
Makan malam, sushi dan barang aneh di minimarket= 1000 Yen
Hotel Kyoto Lantern Guesthouse: Rp 1.400.000,-
Total: Rp 2.265.000,-


Day-6 Kyoto


Pagi hari, kami bawa semua perlengkapan dan pindah tempat menginap di apartemen seniorku, Mbak Atid (huu makasih banyak). Kita juga diantar Mas Aria, suami Mbak atid ke Arashiyama dan dibeliin jajan. Setelah itu kami berdua melanjutkan jalan-jalan ke Kikankuji dan Fushimi Inari.

Bis: 2x500 Yen= 1000 Yen
Tiket Kikankuji: 2x1000 Yen
Makan malam, bento box: 1000 Yen
Apartemen Mbak Atid: 0
Total: Rp 450.000,-

Day-7 Kyoto-Masashima-Tokyo


Ini kebodohan berikutnya karena belum menyiapkan itenari. Jadinya kami putuskan mampir ke gunung Fuji, lalu malamnya sampai Tokyo.

Bis Masashima-Kawaguchi lake PP: 2x8400 Yen= 16800 Yen
Makan siang, roti= 200 Yen
Makan malam, beef: 2x500 Yen= 1000 Yen
Hotel Yanagibasi Tokyo= Rp 950.000,-
Total: Rp 3.650.000

Day-8 Jepang(Tokyo)-Malaysia(Kuala Lumpur)-Indonesia(Surabaya)


Kami menyusuri Tokyo: Akihabara, Hachiko, Ueno Park, dan Harajuku. Pesawat kami berangkat jam 10 malam dari Haneda.
Makan siang, yoshinoya: 2x500 Yen= 1000 Yen
Locker di stasiun: 800 Yen
Pesawat Tokyo-Kuala Lumpur-Surabaya= Rp 5.000.000,-
Total: Rp 5.270.000,-

Grand Total: Rp 25.027.000,- untuk ber-DUA

Uwowowowo gendeng, aku baru nyadar sudah mengahamburkan uang sebanyak itu. Belum lagi beli oleh-oleh ini itu (kebanyakan buat diri sendiri) XD. Kalap! kalap! apalagi waktu di daiso!


Note:
1. Harga diatas hanya perkiraan,aku ya semacam lupa ingatan saat menghamburkan memanfaatkan uang.
2. Sebisa mungkin bayar didepan sebelum melakukan perjalanan: tiket pesawat, hotel, tiket masuk wisata. Selain mengurangi beban saat membayar, kita juga tidak perlu membawa uang cash terlalu banyak.
3. Siapkan itenari dengan jelas!Jangan kayak aku yang menggeje. Sebenarnya biaya transport bisa dipotong jika aku memasan pesawat KL-Kansai. Atau memangkas biaya taksi yang tidak perlu.
4. Jangan lupa selalu sediakan uang USD karena mudah ditukar dimanapun.
5. Sebenarnya total yang aku keluarkan lebih besardari grand total diatas, yaitu untuk membeli oleh-oleh dan hal lain.

Kok bisa ngumpulin sebanyak itu? Ga bisaa, sangunya dari uang buwuhan (Paraaaah!) dan itupun aku masih harus gesek credit card ku yang ujung-ujungnya terbelit hutang selama 3 bulan :p.

Yah meski gitu.


Semua perjalanan yang kualami adalah PRICEless! Bukan hanya soal destinasi yang apik, namun ini soal pengalaman bersama melakukan suatu perjalanan di negeri antah berantah. Sebagai investasi pengalaman kami berdua sebelum hari tua. Sebagai seremonial bagi kami sebelum memulai hidup baru. Jika sekarang aku menutup mata, masih kuingat bagaimana rasanya aku menggandeng tangannya sambil meniupkan uap di udara yang dingin.

Read More

Rabu, 31 Agustus 2016

Sweet Sour Honey Lemon (2): Intro

Aku dengan suamiku ini ya kadang take a fun life in serious way or take seriously fun in life. Waktu bosen gini dan butuh penyaluran, aku menghubungi suamiku (maklum ya pasangan LDM Gresik-Jakarta). "Aku stres nih, enaknya ngerjakan penelitian apa nulis blog ya?" tanyaku (aku sendiri semacam absurd, mencari kesibukan lain disaat tertekan). Mungkin suami serius akan menjawab "Dulukan tanggung jawabmu menjalankan penelitian," tapi ini nggak, yang dijawab "nulis blog aja, udah lama vakum kan," ujarnya. Baiklah. Istri sholehah menuruti keinginan suami XD. (*meski deadline penelitian besok yah, biarkan apa kata dunia)

---

From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on


Lagu kirab manten menemaniku saat resepsi di Wisma A.Yani Gresik pada tanggal 6 Maret lalu. Aku memegang erat lengan Cupa, bukan karena apa tapi karena aku mual dan pusing.

Flashback

Jika ada orang bilang cobaan waktu nikah itu banyak banget, itu bukan mitos guys. Itu adalah kenyataan. Katanya memang menuju jalan Halal itu banyak cobaannya. Sebut saja yang kualami, mulai dari jerawatan puaraaaaaaaaaaaaah sampai batuk selama dua bulan sebelum menikah. Selain itu ada cobaan dari segi psikologis juga, di lain sisi pasrah mau dinikahi dan di sisi lain kok rasanya enakan single dulu. Kadang juga sering menggalau gak jelas (meski sampai sekarang) kalau berpikir besok setelah nikah bakal LDR an. Sampai sempet mikir apa dibatalin semua rencana pernikahannya. Yah ada sajalah. Biasanya kalau sudah gini tinggal banyakin sholat dan puasa, juga say goodbye pada kenangan masa lalu (*halah).

Sampai pada saat H-1 akad, batukku semakin parah saat mikirin ini itu apa yang belum beres. Batuknya sampai kayak kudu muntah gitu. Apalagi saat malamnya ditanyain acara buat akad dan aku dimarahi karena ga bisa njawab, langsung aku muntah-muntah. May we call it Prewed Syndrom. Bahkan syndrom ini semakin parah mendekati H minus beberapa jam sebelum akad. Waktu aku dirias pun sampai batuk ga berhenti-henti.

Setelah dinyatakan SAH pun, syndrom ini belum mereda sampai resepsi di dua hari berikutnya. Make up cantik tebal, gaun berat, hiasan kepala yang tak kalah berat membuatku merasa sakit saat resepsi. Kutahan wajah mual dan mual itu sendiri sampai berakhir resepsi. Malam hari setelah resepsi di pagi hari, Cupa harus ke kembali ke Jakarta. Sedangkan aku mengurus persiapan ini itu di Gresik.

Hari Senin malam aku menyusul ke Jakarta. Rencananya kami akan melakukan perjalan backpacker ke Singapura, Malaysia, dan Jepang. Namun tidak ada persiapan yang matang. Semuanya baru disiapkan H min beberapa jam sebelum keberangkatan pesawat Jakarta-Singapura. Hectic!

"Beli kamera semacam go pro yuk,"- entah perkataan siapa dulu yang memulai. Hingga akhirnya uang mahar kupakai untuk membeli bpro *parah *parah. Sebagian orang mungkin melihat uang mahar itu sakral dan harus disimpan dan digunakan di saat-saat yang penting. Berhubung, aku dan suami adalah pasangan yang santai, saat melihat harga bpro pas setara dengan uang mahar, langsung dibeli aja XD.

Kami juga harus beputar-putar di Jakarta untuk mencari travel agent yang menjual tiket JR pass hari itu juga. Sakdet saknyet! Belum lagi mata uang yang harus ditukarkan ke 4 mata uang berbeda (US dollar, Singapore dollar, Malaysian Ringgit, dan Yen). Semua itu baru beres kurang H min 3 jam penerbangan.


Hah postingan intro ini ga penting banget. Oke langsung menuju ke Reff. Backpacker couple in honeymoon! Welcome to Singapore!

Next: http://elitachoice.blogspot.co.id/2016/09/sweet-sour-honey-lemon-3-itenari-dan.html
Read More

Sweet Sour Honey Lemon (1): Prelude

*bersih-bersih debu dan sarang laba-laba di blogku*
Sepertinya beberapa post terakhirku selalu diawali dengan "lama nih nggak nulis blog". Semacam basa-basi hanya untuk pembukaan. Mungkin bisa jadi aku terlalu sibuk dengan hidupku yang ini itu dan melupakan refreshingku dengan cara menulis. Nah kali ini bisa dibilang aku lagi suntuk dengan hidupku yang melulu ini itu and need a room for me time.

Edisi kali ini yang ingin kutuliskan adalah Sweet Sour Lemon Honey. Ada honey nya pastinya yang sweet sweet ya. Sure! Taraa aku sudah menikah dan resmi menjadi seorang istri pada bulan Maret lalu (*pamer cincin jari manis) bersama teman seangkatanku yang bernama Yusuf Afandi (or si Cupa Cupa). Absurd banget, udah pacaran selama 6 tahun sejak kuliah S1 sampai aku lulus S2 dan kita sebenarnya satu SMP dan SMA. Ajaibnya lagi, pada suatu hari yang cerah, kita berdua melewati sebuah TK. "Eh ini TK ku lho," kataku pada Cupa sambil menunjuk TK muslimat Mahkota. "Lho ini juga TK ku," jawabnya. Nah lo berarti alam telah mempertemukan kita semenjak balita. Anehnya lagi kita nggak saling kenal saat TK dan baru tau kalau kita satu TK pas sudah tunangan.
--
Ada hitam, ada putih. Ada manis, eits ga ada pahit, di hidup ini adanya kecut alias sour. Semua hal yang buruk itu rasanya bukan pahit melainkan asam dan memperkaya nilai hidup ini. Minuman madu dicampur lemon pasti rasanya lebih menyegarkan daripada hanya minum lemon dan madu, bukan? Sama halnya dengan hidup yang kujalani bersama hubiku (*ciee). Terkadang senang semanis madu, terkadang sedih seperti lemon. Namun itulah yang akan memperkuat ikatan kita berdua.

Untuk prelude kali ini, aku akan membahas mengenai lika liku menyiapkan pernikahan. Mungkin sebagian pasangan yang akan menikah nggak perlu repot menyiapkan karena semua sudah disiapkan oleh orang tua mulai katering dan juga pendanaan. Beda halnya dengan aku dan Cupa, kami urunan untuk membiayai resepsi kami sendiri (yah meski akhirnya diuruni mamaku pas ada kurangnya). Kami menyiapkan (dan menabung) untuk menikah selama setahun. Berikut ini step-step menyiapkan pernikahan ala Elita dan Yusuf di kota Gresik.

pengen macak gini lagi XD



1. Cari Tempat Resepsi
Ini puentingg banget apalagi kalau kamu tinggal di Gresik,pastinya tempat resepsi ya itu-itu aja. Jika memungkinkan bookinglah 1 tahun sebelumnya seperti saya ini >_<  kalau book 2 bulan sebelum dijamin nggak dapet tempat.Berikut ini kisaran harag sewa tempat resepsi di Gresik tahun 2016
- Wisma A. Yani (Jl.Veteran): 8,5 juta
- Hotel Sapta Nawa: 10,5 juta
- Gedung Petrokimia: 10 juta
- Masjid Agung Gresik: 5 juta
- Gedung PKPI : 4 juta

2. Catering
Mamaku nggak mau kalau nggak katering Surya Boga Cerme. Okelah diturutin.Untung saja harganya terjangkau dan kata tamu masakannya enak (aku sendiri nggak nyoba). Di resepsi, aku mengundang sekitar 600 undangan. Saat itu aku persiapkan:
-400 menu utama @Rp 28.000 plus biaya gedung (Rp 500,000)
-150 bakso @Rp 8000
- 100 soto kikil @12.000
- 200 kebab @8000
- 400 nasi krawu Bu Zaenab (satu paket 4 juta)
- 200 sego rumo Pasar Gresik(satu paket 1 jutaan)
- 200 semanggi Pasar Gresik(satu paket 1,2 jutaan)
- 100 klepon dan 100 serabi

3. Undangan
Say no to undangan mainstream. Jadi undangannya di desain custom buat aku. Unyu-unyu lagi *aku banget meski agak alay ya. Bentuknya tiket pesawat dimana belakangnya ta beri gambar animasi anak kucing menculut. Per undangannya seharga Rp 5000 (sesuai budget bingit kan) PS: harga bisa naik sewaktu-waktu bergantung bahan yang diminta. Ini nih CP vendornya, bisa di whatsapp Mas Taufik domisili Surabaya: 081334295278



4. Souvenir
Pas nyari di PGS kok kebetulan nemu souvenir unyu: tempat lada dan garam warna-warni. Harganya sekitar 6000 plus pengepak an.

5. Rias
Ini nih yang agak ribet buat calon penganten perempuan.Ogah banget kan kalau mantenan tapi nggak manglingi, maklum namanya aja Ratu Semalam. Jadinya aku bener-bener selektif milih perias. Berhubung selama beberapa sepupu selalu menggunakan Kak Ida or Jaehan dan hasilnya bagus, akhirnya kupercayakan pada Jehan tanpa melirik yang lain.

Tapi ada tapinyaa, harganya lumayan menguras karena setara 6 kali gajiku saat itu yaitu sekitar 25 juta untuk rias penganten dan among tamu. Sedangkan jika ambil paket plus dekor bisa lebih dari 55 juta untuk rias dan dekor. So wow! Namun jangan tanya hasilnya, pasti puas deh. Aku yang waktu itu jerawatan puarah bisa disulap menjadi mulus dan unyu-unyu.

6. Dekor
Kita pakai mawar catering karena di nikahan sepupu kelihatan bagus. Tapi mungkin kita yang kurang selektif sehingga dekorasinya biasa saja dengan bunga mati. Warnanya juga nggak matching dengan dressku warna merah emas (ganti H min seminggu yang awalnya dress ungu, maklum galau). Untung ditolong dengan adanya anggur asli di panjer-panjer putih dan juga photobooth.

7. Berkas Pra Nikah
Ini perjuangan juga, ayahku sudah nggak ada dan mamaku nggak mungkin ngurus ginian. Jadilah aku sendirian yang mengurus berkas pernikahan macam anak dibawah umur mau kawin. Macal ke RT,RW, lalu mblusuk nyari rumah modin. Disana modin menjelaskan berkas apa saja yang perlu dibawa ke kecamatan: berkas dari pihak laki-laki (diurus di KUA pihak laki-laki), surat wali, bukti pembayaran pajak tanah dan bangunan, foto, dkk.Yang agak susah surat wali, jadilah aku harus menelpon keluarga alm ayahku di Situbondo. Setelah lengkap, semua berkas di bawa ke KUA dan menunggu rafak.

Rafak ini ya semacam komedi bagiku. Rafak adalah pengecekan keabsahan berkas dari calon penganten oleh KUA. Biasanya yang datang adalah calon penganten beserta orang tua. Tapi ini aku sendiri datang ke KUA!!! Longak longok yang lain bawa pasangan atau ortu, sedangkan aku bawa nekat. Gimana lagi, mama kerja luar kecamatan dan suami kerja di Jakarta. Untung saja aku bisa menjawab semua pertanyaan pihak KUA dengan lancar. "nama suami, nama mertua, nama wali, nama ibu" yah semacam itulah yang sebelumnya sudah kuhapal nama lengkap sampai nama keempat saudara suamiku.

Biaya untuk nikah di luar KUA adalah Rp 600.000 dibayar lewat bank dan biaya modin sebesar Rp 300.000

Foto mbolang berdua jaman lulus S1 jadi foto prewed

8. Photo Prewedding
-Nggak ada- Parah parah. Cuma foto waktu kita berdua mbolang yang kuedit sedemikian sehingga. Uang untuk prewed dialihkan untuk membeli tiket honey(backpack)moon. Ya aku juga nggak seneng kalau foto prewed yang terlampau mesra -_- meskipun sekarang pingin juga sih foto postwed (halah latah).

Soal honeymoon ini juga konyol, kita berdua yang suka mbolang tapi aku yang selalu menginisiasi. Si Cupa pingin ke Lombok, aku pingin ke Komodo. Si Cupa pingin ke Bali, aku pingin ke Danau Toba. Si Cupa pingin ke Singapura, aku pingin ke Australia. Yah gak nemulah sampai suatu saat aku nemu tiket promo ke Jepang!!! Langsung kami berdua berada di jalan yang sama yaitu agree. Dia adalah penggemar anime Naruto dan One Piece, sedangkan aku penggemar komik dan barang unyu ala Harajuku. Klop lah! 2 tiket KL-Tokyo seharga kurang dari 2 juta. Hihihii.

Nah edisi sweet sour honey lemon berikutnya adalah petualangan kita ber backhoneypackmoon di 3 negara. See yaa.



Read More

Sabtu, 12 Desember 2015

Acne Diary

Nah loh tiba-tiba blogku ga pernah update. Sekalinya sekarang update jadi konten kecantikan XD. Maklum saat ini lagi sebel sama yang namanya jerawat. Jerawatku timbul sejak SMP kelas 1, waktu itu parah banget beruntusan kecil-kecil disekitar dahi. Rasanya pengen ngamplas. Setelah itu jerawat timbul tenggelam sampai aku kuliah. Tapi yang jelas wajahku nggak pernah bersih dari jerawat. Perawatan yang kupakai pun ala kadarnya seperti biore dan ponds. Tapi kayaknya kalau pakai produk kayak gitu jerawatku kadang malah tambah banyak. Tapi saat itu whateverlah.

Di bangku kuliah, iri dong lihat teman-teman wajahnya kinclong. Sedangkan wajahku sendiri tak pernah jauh dari jerawat dan kusam. Tahun 2010, kuputuskan ke Natasha. Awal pemakaian langsung terlihat hasilnya dalam dua bulan. Wajah jadi bersih kayak porselen, jerawat cuma satu dua saat haid. Minusnya kadang wajah jadi kelihatan berminyak banget. Tapi ok lah. Namun dasar mahasiswa, lebih milih makan daripada merawat wajah. Krim dari Natasha biasanya kuhemat-hemat sampai 4 bulan. Lalu nabung lagi sedikit demi sedikit untuk beli krim. Hingga pada suatu saat aku tak punya uang dan tak mampu membeli krim lagi XD . Yasudahlah kuputuskan untuk berhenti sedikit demi sedikit. Tapi apa yang terjadi? Wajahku jadi penuh dengan bintik merah seperti ruam sakit panas tapi nggak hilang-hilang. Panik!!! berdasarkan info dari temanku, akhirnya aku ke dokter kulit disekitar sana. Krim dari dokter ini kubarengi dengan minum Nourish Skin setengah tablet per hari *hemat. Alhamdulillah setelah itu bintik merahnya berkurang. Akhirnya wajahku kembali seperti dulu: tetap jerawatan.

Setelah browsing sana-sini. Aku beralih ke Larissa, katanya ini lebih aman karena menggunakan bahan alami. Aku menggunakan Larissa sampai lulus kuliah meski sabun mukanya masih Natasha (udah kadung cocok). Hasilnya tidak seberapa terlihat. Kulit tetap kusam tapi jerawat tidak separah biasanya.

Saat pindah ke Thailand, aku membawa sisa skincare ku. Saat habis, akhirnya aku memilih beralih menggunakan produk Thailand yang dijual bebas. Facial wash dan cream Baby Face yang diklaim menggunakan bahan alami. Facial washnya lucu karena digunakan saat wajah kering dan baru dibilas air. Enak dan nggak bikin kulit kering. Mungkin saking herbalnya, jadi wajahku tetap saja masih ditumbuhi jerawat merata dan bekasnya masih susah hilang. Intinya wajahku ga bisa mulus kayak pemain film Thailand (efek minder dikelilingi banci yang lebih cantik).

Pas balik ke Indonesia, aku kembali menggunakan produk Larissa. Saat itu aku masih tinggal di Surabaya dan mudah mengakses tempatnya. Sayangnya memang hasil dari skincare ini nggak wow banget. Yasudahlah nggak apa apa daripada ketergantungan. pikirku.

Saat pindah ke Gresik, jelas rempong banget kalau harus ke Larissa di Surabaya. Nah inilah petualanganku mencari produk yang cocok dimulai.
1. Acnes series,
a) Tea tree oil clay mask, masih kugunakan hingga sekarang. Dulu sih kalau jerawat mau tumbuh lalu kumasker dengan ini besoknya nggak jadi tumbuh. Tapi sekarang kok nggak ngefek lagi ya. Hiks. Cuma setelah menggunakan masker ini rasanya wajah jadi lebih bersih dan steril.
b)Acnes Powder Lotion, cairan didalamnya tinggal diusapkan ke wajah. Plusnya wajah jadi bebas minyak beberapa saat. Minusnya wajah jadi kering di awal penggunaan, lalu ya tetep muncul lagi minyak.
c) Acnes powder, recomended. Masih kupakai sampai sekarang. Nggak bikin komedo, menyerap minyak, dan cocok dengan kulit wajahku. Jarang-jarang aku pakai bedak sampai habis.
d) Acnes cream oil control and whitening. Plusnya lembut di wajah. Minusnya wajah jadi terlihat kusam dan berminyak. Entahlah aneh banget. Jadi produk ini kupakai saat malam.
e)Acnes wash. Ada yang bentuk busa dan krim. Dua-duanya sudah pernah kucoba, yang lebih bagus sih busa karena nggak bikin kulit kering.
Setelah memakai semua itu,apa yang terjadi? Nothing happened. Jerawat tetep saja tumbuh sana sini, Gemes...

2. Hada Labo
Yasudahlah pindah ke produk Jepang ini sambil tetap memakai acnes. Tapi saat itu kesalahan karena aku membeli Hada Labo untuk whitening -_- jadinya ya nggak ngefek ke jerawat, malah tambah parah.
Tapi aku menemukan produk Hada Labo yang cocok yaitu Ultimate Moisturizing Cleansing Oil. Ampuh mengahapus make up dan membersihkan wajah. Memang berminyak saat digunakan namun setelah dilap pakai tisu, wajah jadi lembab. Biasanya aku paling anti menggunakan cleansing baik susu atau toner karena sering perih dan membuat jerawat. Tapi produk satu ini cocok denganku.

3. Gloskin
Akhirnya aku desperate dan memutuskan untuk mengunjungi skincare di Gresik. Pilihanku jatuh di Gloskin. Disini diedukasi dokternya nggak boleh ini itu dsb. Setelah perawatan dua bulan, wajahku langsung mulus dan lebih putih. Ajaib! Tapi setelah penggunaan 6 bulan jerawat di pipi kanan masih saja muncul berkelompok. Akhirnya kuhentikan bertahap. Alasanya harganya mahal(bingit) dan aku nggak mau ketergantungan.

4. Airin Skincare
Bener saja, setelah berhenti jerawat kian menjamur. Saat itu aku menggunakan produk Acnes dan tidak ada perubahan. Dibarengi dengan stress, kian menjamur jerawat di dahi dan pipi kanan. Semakin ga pede dan stress. Akhirnya cari info sana sini nemu airin skincare yang lagi ngehits. Pesannya harus konsul dulu via chat. Lalu barang dikirim. Saat itu, aku diberi soothing cream, acne serum, tea tree wash, dan sunblock free oily. Bukannya sembuh, jerawatku semakin banyak. Panik!!! Tanya ke adminnya katanya itu purge. OMG. Akhirnya kusabar-sabarin pakai produk itu selama tiga bulan. Tapi wajahku semakin berjerawat, kudu nangis lalu curhat ke kucing meong meong. Bukan maksud menjelekkan skincare ini, ya mungkin ada yang cocok dan ada yang tidak cocok.

Selama rentang itu aku masih rutin facial sebulan sekali. Maunya tetep di Gloskin tapi saat itu penuh akhirnya milih facial di Kendedes. Waktu facial ketiga mbaknya hapal kok wajahku semakin parah, ditawari produknya. Akhirnya kemakan bujuk rayu, kubeli krim malam dan pagi. Waktu di rumah kubuka krimnya warna pink dan kuning. Baunya juga aneh. Hiiii.... Langsung saja kubuang! Beda dengan krim dari airin skincare yang berwarna putih susu dan bau seperti bedak talk. Jangan-jangan selama facial produknya menakutkan seperti itu juga. Hmmm...

5. Etude House AC Clinic
Desperate. Sebulan lalu kuputuskan untuk menghentikan segala jenis krim-krim itu. Aku memakai produk Acnes, masker lemon rutin, dan minum Nourish Skin, Tapi belum ada hasil, wajahku masih benjol jerawat batu yang tak bisa dihitung dengan jari. Untungnya nourish skin membantu wajahku agar tak kusam. Baca refrensi sana sini, akhirnya aku membeli AC Clinic Etude House. Jelas bukan dari counter di mall. Ga mampu. Hahaha. Aku membeli online dan barang dikirim langsung dari Korea. Nunggunya dua minggu sendiri.

AC Clinic yang kubeli: facial wash, aqua cream, toner,dan acne spot liquid. Aku baru memakainya dua minggu ini disambi minum nousrish skin. Hasilnya wajah jadi lebih halus. Bagian wajah yang tidak berjerawat (hidung dan bawah mata) pori-porinya mengecil dan halus. Sedangkan yang jerawatan seperti pipi dan dahi masih saja menjamur. Namun ada jerawat batu yang nangkring selama tiga bulan akhirnya menipis dan bisa dipencet (*maaf wajah). Seharusnya memang nggak boleh pencet sembarangan tapi aku sudah gemes. Saat dipencet keluar nanah, menakutkan kudu nangis. Dulu kalau aku mencet jerawat sepertinya keluanya kemana-mana gitu. Tapi ini keluarnya cuma satu pori saja. Jerawat batu yang didahi kupencet sampai bersih, lalu kuusap menggunakan toner. Dua hari kemudian bekasnya ilang.

Saat ini, aku masih berjuang melawan jerawat dengan Etude House AC Clinic. Yahh berasabar saja. Ohya aku juga sudah hentikan minum nourish skin karena mengandung vit,E yang memperparah minyak. Sebenernya aku sudah tau dari dulu, tapi dulu daripada kusam jerawatan,meding agak kinclong jerawatan XD. Dasar aku nakal, sukanya makan pedes dan gorengan. Sampai ada prinsip"mending makan pedes daripada jerawatan"lho (?). Jadinya suplemen tetap dibutuhkan,aku sekarang mencoba minum ekstrak kulit manggis yang alay itu. Semoga saja jerawatku hilang sebelum ke pelaminan =_=.

Skin care
Facial wash: Etude House AC Clinic
Cream pagi/malam: Etude House AC Clinic Aqua cream
Toner: Etude House AC Clinic

Tambahan
 Etude House AC Clinic Liquid Spot
Acne Lotion Sariayu
Tea tree oil clay mask

Make Up
BB cream: Etude House Bright Fit
Bedak: Acnes
Cleansing oil: Hada Labo

Suplemen
Mastin
Acnelia Iboe

Tips (dari yang masih melawan jerawat)
1. Kenali penyebab jerawat. Aku sering tidur menghadap kanan jadilah jerwat di pipi kanan lebih parah, jadi rajin ganti sarung bantal. Aku juga spicy addict. Ditambah stress semakin membuat jerawat berkembang biak terutama di dahi.
2.Jangan ganti-ganti skincare. Coba pakai selama tiga bulan untuk melihat efektif atau tidak.
3. Ternyata bahan yang digunakan untuk melawan jerawat itu berbeda-beda. Maka usahakan menggunakan 1 set produk.
4. Gunakan bahan alami seperti sirih, lemon, baking soda, tomat, dsb untuk masker.Sayang aku nggak telaten :p
5. Jangan terlalu sering mencuci muka. Maksimal 2x sehari.
6. Gunakan juga suplemen karena bisa jadi jerawat timbul dari dalam.
7. Amati penggunaan air, gunakan air bersih untuk cuci muka.
8. Bahagia selalu. Cueklah apa kata orang, yang penting kita sudah berusaha :D
Read More

Rabu, 10 Juni 2015

Apa Kata Mereka Tentang MR?

"Pembelajaran tidak  hanya didalam kelas tapi juga diluar kelas yang diisi oleh pembicara yang kompeten di bidangnya” (Dewi Annisa Yakin- Peraih IPK tertinggi di UISI)

"MR adalah  Research and Development, wadah inovasi, dan  pemikiran  out of the box" (Vicky Atmaja- Asal Aceh, Pemenang The Young Producer Trans TV)

"Pelajaran estimasi biaya dan ekonomi teknik berguna untuk berbisnis" (Tyari Dwi Wahyuni, Pemilik bisnis online)

"Jurusan yang berpotensi populer di masa depan karena keilmuannya merupakan gabungan ilmu manajemen dan keteknikan" (M.Faham Wicaksono)

"Jurusan yang asyik, seru, dan punya prospek bagus untuk masa depan" (Ekky Masbuchin- Peraih IPK tertinggi di angkatan 2013)

“MR di Jatim hanya dimiliki oleh UISI” (Ahmad Farruq A. A.-Bisnis poultry shop)
Read More

Apa itu Manajemen Rekayasa (MR) ?



Jurusan ini tergolong jurusan muda di Indonesia. Pertama kali didirikan di ITB pada tahun 2011 dan merupakan bagian dari Jurusan Teknik Industri. Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang dulu bernama Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Semen Indonesia (STiMSI) adalah perguruan tinggi kedua yang mendirikan jurusan Manajemen Rekayasa (MR) di Indonesia pada tahun 2013. Meski tergolong jurusan baru di Indonesia, namun jurusan ini sudah banyak didirikan di luar negeri dengan nama Engineering Management. Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) merupakan badan akreditasi di Amerika yang khusus mengakreditasi program-program studi bidang teknik dan banyak dijadikan acuan secara global memasukkan MR sebagai program studi di bidang keilmuan teknik.


Sebenarnya ini jurusan IPA atau IPS? Lebih ke manajemen atau teknik? Jadi, MR adalah cabang keilmuan teknik yang mengkombinasikan pengetahuan manajemen dengan keilmuan-keilmuan teknik lainnya untuk menghasilkan inovasi. Melalui kombinasi ketajaman manajemen dengan keahlian teknik, MR dirancang untuk memainkan peran kunci dalam mempersiapkan generasi berikutnya sebagai manajer di sektor engineering.

MR adalah....


“Engineering management is the discipline addressed to making and implementing decisions for strategic and operational leadership in current and emerging technologies and their impacts on interrelated systems”- IEEE Transaction on Engineering Management, Vol. 37, No. 3, 1990, p 172-176

"Engineering management is a career that brings together the technological problem-solving savvy of engineering and the organizational, administrative, and planning abilities of management in order to oversee complex enterprises from conception to completion."- University of California.



Sumber:
http://engineeringmanagementitb.tumblr.com/post/1607362916/apa-itu-mri
http://www.ewh.ieee.org/soc/ems/emr/emronline.html
Read More

Senin, 08 Juni 2015

Stray Day in Hongkong-Macau (5): Edisi Kalah Judi II

Suasana Macau (credit:Zjahra)
Edisi kalah judi masih berlangsung selama sehari penuh. Sebenarnya aku ingin berjalan kaki santai di taman daerah Victoria Peak, namun karena hujan yang masih mengguyur maka aku membatalkan niat tersebut. Kami memilih untuk naik bis ke pelabuhan ferry Hongkong-Macau. Aku terkantuk-kantuk didalam bis, ternyata perjalanan menurun dari Victoria Peak ke down town area membutuhkan waktu sekitar sejam. Aku juga merapatkan jaketku, AC didalam bis cukup dingin mengingat diluar masih hujan. Pemandangan silih berganti antara rumah oriental, apartemen, taman, dan pemadangan kota Hongkong dari ketinggian.

Terkantuk-kantuk di dalam bis.

Mendung di Hongkong.

Mendung masih menggantung di downtown Hongkong. Destinasi berikutnya adalah eskalator terpanang di dunia yang menghubungkan upper ke mid level Hongkong di daerah Soho (South of Hollywood). Sebenarnya ide ini berasal dari itenari Trip Advisor di bagian sesi explore Hongkong dengan jalan kaki. Ternyata mencari esklator ini seperti jarum dalam tumpukan jerami. Kami harus berputar-putar melewati jembatan penyebarangan, beberapa gedung tinggi, dan lorong antar gedung. Tanya orang lokalpun percuma karena mereka tidak paham apa yang kita tanyakan.

Nyasar.

Pemanfaatan lahan di atas jalan. Good job apple :p

Aku sudah merasa putus asa dan berjalan lunglai sambil membawa tas backpack. Kami hanya mengikuti arus pekerja yang menuju ke arah salah satu lorong gedung. Tiba-tiba taraa... terlihatlah eskalator yang kami maksud. Eskalator ini dibangun secara outdoor. Panjang eskalator ini mencapai 800 meter, fungsinya untuk mempercepat transportasi pekerja dari daerah pemukiman flat ke daerah perkantoran. Di pagi hari, eskalator ini berjalan dari mid level (pemukiman) ke upper level (bangunan perkantoran). Sedangkan di sore hari kebalikannya. Kalau mau melawan arah, disediakan tangga disampingnya. Jadilah saat itu, kami menaiki eskalator terpanjang sedunia. Sedangkan baliknya, kami harus berjalan kaki menuruni tangga.

Perjalanan mencari eskalator.

Inilah eskalator outdoor terpanjang di dunia.

Aku :p senang yang dipaksakan.

Hari menjelang sore dan kami belum shalat Dhuhur dan Ashar yang niatnya dijamak takhir. "Gimana kalau sholat di lorong yang tadi, kan disitu ada partisi," ungkap Dini. Entahlah bagaimana ceritanya akhirnya kita memilih shalat di depan emperan gedung yang terdapat toilet umum. Kami berwudhu di toilet umum. Sepertinya toilet itu memang diperuntukkan bagi orang homeless. Yahh kami kan juga homeless saat itu. Haha

Biasanya aku memilih sholat sambil duduk jika sedang traveling di tempat umum yang jarang ditemukan masjid. Tinggal memakai kaos kaki dan menutup tangan dengan cardigan lalu sholat di kursi taman atau di kendaraan. Aku tidak mau menarik perhatian orang-orang sekitar. Tapi entah kenapa saat itu aku ingin shalat seperti biasanya yaitu memakai mukenah dan mempraketekkan gerakan sholat. Aku melihat emperan depan gedung yang sedang dibangun disamping toilet umum. Disana juga terdapat tumpukan koran yang tak terpakai. Aku menata tumpukan koran tersebut sebagai sajadah. Lalu mulai meggunakan mukenahku  dan mulai sholat. Aku sudah tak peduli jika ada orang yang melihatku dari jalan raya dibelakangku.

Sholat di pinggir jalan.

"Oh gitu ya sholatnya. Iya sih bener, sekalian totalitas ya El," ungkap Bang Asrul saat aku selesai berdoa. Lalu Bang Asrul mulai memakai sarung. Aku sendiri menata koran yang akan digunakan sebagai sajadah untuk Bang Asrul dan Dini. "Ini lo aku tadi sholat terus lihat ke 'sajadah' kok ya ada berita kontes kecantikan yang pakai bikini," jwabku saat ditanya kenapa aku mengganti alas korannya.

Rute selanjutnya yaitu mencari makan, apalagi kalau nggak McD. Setelah makan,kami baru tersadar banyak orang berjubah dan berkopyah yang lewat jalanan itu. Eaa berarti ada masjid disekitar sana dan kita memilih untuk sholat di emperan. Hmmm...

Menjelang malam, kami manaiki MRT dan menuju ke pangkalan ferry. Sebelumnya tak lupa kami menukarkan kartu Octopus (transportasi Hongkong) dengan uang deposit.Ternyata harga ferry berbeda tiap jamnya, harga untuk malam hari ternyata lebih mahal dibanding saat pagi hari. Saat itu jam berangkat ferry tinggal 10 menit lagi. Jadilah kami berlima berlari-lari ke ruang check in, untungnya kami datang tepat waktu sebelum ferry berangkat. Saat kami duduk, ferry langsung tancap gas menuju Macau. Aku sendiri mulai terlelap di tempat dudukku sampai ferry berlabuh di pelabuhan Macau.
Bye bye Octopus. Bye bye Hongkong. See you again. when?

Kami keluar dari pelabuhan ferry di Macau sekitar pukul delapan malam. Sekedar info kalau di Macau banyak shuttle bis gratis yang disediakan oleh pihak hotel. Secara, Macau dikenala sebagai tempat bandar judi terkenal se Asia. Bisa dibilang inilah Las Vegasnya Asia. Pendapatan utama dari 'negara' ini adalah dari perjudian. Tak heran bila berbagai tempat judi ini menyediakan transportasi dari tempat umum untuk menunjang bisnisnya.

Welcome to Nightlife!

Tujuan Venetian Hotel dipilih karena konon disanalah terdapat suasana bergaya Venesia dalam ruangan. Saat aku melangkah tiba-tiba "Tek", tali sepatu sandalku lepas. Okeh ini adegan jebol kesekian kalinya setelah sandalku diinjak dari Dini dari belakang dua kali. Jarum pentul dari kerung pun tak bisa memperbaiki sandal yang telah jebol. Akhirnya Dini menukar sepatu sandalnya dengan punyaku.

Adegan sandal jebol. Hiks.

Singkat cerita, sampailah kami di Venetian Hotel yang megah. Gaya eropa sudah terlihat dari bangunan luarnya. Aku memasuki hotel mewah ini dengan perasaan sedikit was-was. Maklum orang desa, pertama kali lihat beginian. Ternyata security nya ya biasa aja dan membiarkankan kami masuk. Bahkan bisa menitipkan tas backpack di lobby lantai dasar.

Interior Venetian Hotel didesain dengan mewah. Tak lupa kita mampir ke tempat judi. Tempat judi??? Iya. Inilah pengalaman hidup: pernah masuk ke tempat perjudian yang sesungguhnya!!! Syarat masuk ke tempat judi ini mudah yaitu 21 tahun + . Penjaagaan di pintu masuk tempat judi ini lebih ketat daripada lobby hotel. Petugas awalnya tampak melarang kami masuk karena tidak yakin bahwa umur kami 21+. Jadilah kami menunjukkan paspor dan petugas tersebut mengecek tanggal kelahiran dan membolehkan kami masuk. Asik. Welcome to the Gambler Life. Hahaha...

Tempat judi (terlihat di sela-sela tiang).

Pertama kali masuk tempat judi itu amazing. Sebelumnya tempat perjudian yang hanya bisa kutonton lewat film macam Jackie Chan kini bisa kulihat secara langsung. Suasana juga tak begitu menyeramkan seperti di film-film gangster. Malah tergolong mewah dengan nuansa bagunan ala eropa, kamar mandi yang cling, dekorasi yang elegan, dan yang terpenting adalah adanya botol air minum gratis! Kita bisa mengambil seenaknya botol air minum itu alih-alih beli air minum yang harganya selangit di Macau. Dekorasi serba mewah di tempat perjudian bersisian dengan berbagai mesin judi mulai yang paling keren macam kartu remi black jack, gotri yang diputar di meja berisi warna dan angka, sampai permainan cupu ala ding dong seperti di wahana timezone. Sayangnya tak boleh mengambil foto disini.

Didepan tempat judi.

Oke ternyata kami berempat adalah empat-empatnya wanita berkerudung di tempat judi ini. Hmm sudah kuduga. Aku hanya melihat berkeliling sambil ikut-ikut orang lokal yang sedang bermain judi menebak nomer dan menuliskan deret angka di selembar kertas kecil. Ternyata nomer yang keluar itu berdasarkan deret angka. Jika sudah tau rumusnya maka mudahlah untuk menebak nomer yang akan keluar berikutnya. Aku mencoba mengikuti deretan angka itu tapi tak berhasil juga menebak angka berapa yang keluar. Hhee,,, ga bakat judi.

Bang asrul membeli beberapa token uang judi. Kami hanya ikut menonton dia bermain judi di mesin ding dong untuk menebak dadu mana yang akan keluar. Kali pertama kalah. Rugi deh. Kali kedua kalah. Ternyata kali ketiga menang dan mendapatkan hadiah kalau tidak salah empat kali lipat dari token yang dimasukkan. Hadiahnya serupa voucher yang ditukarkan dengan uang asli. Uwowo.... darah raja judi mulai terlihat. Namun nyatanya percobaan keempat malah kalah lagi. Hmm...

Saat itu sudah menunjukkan sekitar pukul sepuluh malam. Aku mulai mengantuk dan lapar. Akhirnya kami memutuskan menjelajah lagi disekitar hotel itu. Setelah agak berputar-putar di deretan toko berlabel internasional macam gucci, louis vuitton,dkk (yang barangnya tak sanggup kubeli), kami akhirnya menemukan Venezia! Yuhuu di dalam hotel, lengkap dengan perahu dan kanalnya. Suasana indoor Venezia ini didesain semirip mungkin dengan atap awan khas musim panas di siang hari. Background rumah-rumah unyu juga turut menghiasi kanal ini lengkap dengan jembatannya.

Lalalalala :D

Venezia? No this is hotel.

Full team di Venetian Hotel Macau.

Rencana selanjutnya yaitu makan di food court. Entah apa yang kumakan saat itu. Aku sudah lelah dan uang terbatas. Bekal makan juga sudah habis. Terpaksa aku membeli makanan disana dengan harga paling murah dan sekiranya halal. Setelah makan pun masih lapar. Bang Asrul yang membeli porsi besar menawarkan makanan ke kami. "Nggak mau, itu hasil uang judi ya," kataku berprasangka buruk. Hehe. "Nggak, ini uangku sendiri. Tadi voucher judinya kusimpen buat kenang-kenangan," ungkapnya.

Girls only ^^

Saat itu menunjukkan tengah malam. Sudah makan lalu ngantuk. Kami mencari tempat yang bisa digunakan untuk tidur di area hotel itu. Tidur di tempat judi, ga mungkin.Di lobby, ga mungkin. Di foodcourt, udah tutup. Dini punya ide untuk tidur di nursery room yang terletak tak jauh dari food court. Kami segera kesana dan mengecek. Uwowo ternyata nursery room disana adalah tempat yang nyaman. Tempat yang berfungsi untuk ibu menyusui dan ganti popok ini didesain dengan nyaman dan luas. Lengkap dengan sofa empuk. Kami sudah nari jejingkrakan menemukan tempat nginep gratis malam itu.

"Yuk ke kamar mandi, wudhu dulu," entah kata siapa karena saat itu aku sendiri belum sholat maghrib dan isya. Kami keluar dari nursery room dan mencari tempat wudhu. Ndelalah pas balik lagi, nursery room sudah terkunci. Hiks. Hilang sudah kesempatan tidur gratis di tempat nyaman.

Kami memutuskan kembali lagi ke tempat judi untuk minum air botol gratisan. Padahal ini kali kedua masuk ke tempat judi itu, tapi entah kenapa petugas masih saja menanyakan paspor kita."Kamu sih bajunya terlalu unyu," kata Sani menyalahkan bajuku yang berwarna oranye-hijau. Berhubung kantuk tak dapat ditahan lagi, maka kami memutuskan untuk tidur di bandara Macau! Kami bergegas membungkus beberapa botol air minum dan hengkang dari tempat judi. Lalu mengambil barang bawaan di lobby. Shuttle Bus Venetian Hotel sudah berhenti beroperasi diatas jam 00.00 . Jadilah kami menaiki taksi ke bandara. Sialnya lagi taksi tidak mau menampung 5 orang, maunya maksimal 4 orang per taksi. Yasudahlah.

Tidur di bandara Macau (credit: IG @elitafn)

Sesampai di bandara Macau, kami langsung mencari spot terbaik untuk tidur. Beruntunglah para backpacker Macau, disini kursinya loss alias empat kursi digabung jadi satu dan tak ada pemisah antar kursi. Jadinya kursi ini bisa digunakan sebagai tempat tidur yang 'agak' nyaman. Minusnya AC di bandara ini ga karuan dinginnya. Aku akhirnya memilih kursi yang dekat dengan kounter convenient store dan pintu keluar bandara sebagai kasur. Lalu mulai menyelimutkan pashminaku ke seluruh tubuh dan menggunakan tas kameraku sebagai bantal dan tas ranselku di kuikat di kakiku. Good Night... 


Itu adalah hari kalah judi yang paling kuingat.

Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena