a choice that change my life

Kamis, 19 Maret 2015

UISI Meriahkan Kirab Budaya Gresik

Hai haii long time no update :D posting kali ini tentang beritaku yang dimuat di website dan majalah Gapura milik Semen Indonesia Foundation. Jiwa jurnalis mulai keluar lagi nih. Kali ini aku kebagian meliput acara kirab budaya di Gresik. Amazing. Here we are...


Kirab budaya Gresik diadakan tiap tahunnya untuk memperingati hari jadi kota Gresik. Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) ikut memeriahkan kirab budaya sebagai hari jadi kota Gresik ke-528 pada Senin (9/3). Selain mendukung salah satu bakat mahasiswa UISI yang tergabung dalam Grissee Costume Comunity (GCC), civitas akademik UISI juga ingin memperkenalkan kampus UISI ke masyarakat Gresik.


Hujan deras sebelum kirab budaya tak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa UISI untuk berparade mulai dari Sunan Giri sampai alun-alun Gresik. Tiga puluh mahasiswa menggunakan baju merah dan membawa beberapa poster UISI. Parade mahasiswa UISI disertai dengan pembagian brosur dan stiker ke masyarakat. Rangkaian parade UISI juga diikuti dengan parade dari GCC yang disponsori UISI, berupa puluhan orang dengan kostum unik.  Beberapa mahasiswa UISI juga ikut mengenakan kostum unik buatan GCC.

"Tujuan dari UISI dalam kirab budaya adalah mendukung bakat dan kemampuan seni mahasiswa UISI dimana salah satunya menjadi ketua dalam GCC," ungkap Winda Narulidea S.T., M.T, dosen UISI. Winda mengungkapkan bahwa keikutsertaan UISI juga sebagai partisipasi dan dukungan kegiatan pemkab Gresik.


"Partisipasi UISI dalam kirab budaya Gesik juga sebagai promosi kampus ke masyarakat Gresik," tambah Winda. Dosen Teknik Logistik ini juga menjelaskan bahwa UISI merupakan transformasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSi) yang sebelumnya terdapat dua program studi. UISI mulai membuka sepuluh program studi pada tahun ini meliputi: Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Syariah, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen Rekayasa, Teknik Industri Pertanian, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual.




" Kami mendesain kostum sekitar dua bulan dengan berdasar pada letak geografis kota, makanan khas, dan bentuk bangunan di Gresik," ujar Fanny Gian Maya Sari, mahasiswa Manajemen Rekayasa UISI yang juga menjabat sebagai ketua GCC. Fanny menunjukkan contoh desain kostum diantaranya seperti sirip ikan yang khas akan pesisir Gresik dan bentuk kedaton Gresik.




Fanny juga menuturkan bahwa dia senang bisa memperkenalkan UISI ke masyarakat Gresik apalagi saat tahu ada adik kelas SMA yang memberikan respon dan ingin mendaftar ke UISI. Selain mendesain dan menjadi ketua, Fanny juga ikut berparade dengan kostum unik buatan GCC beserta beberapa mahasiswa UISI.











Read More

Kamis, 19 Februari 2015

Tips Memilih Program Studi/Jurusan di Perguruan Tinggi

Berhubung aku memiliki dua saudara sepupu yang sedang menempuh kelas XII SMA, jadilah terkadang menjadi sasaran curhat masalah program studi dan universitas. Bukan hanya sodaraku yang curhat, tapi juga orang tuanya. Aku pikir ini adalah hal yang wajar dan memang menggalaukan bagi semua siswa SMA jenjang akhir. Penentuan program studi akan merepresentasikan dimana kita bekerja nantinya.

Berikut ini tips yang bisa kuberikan:

1. Pilihlah sesuai passion!

Terkadang orang tua memiliki kekhwatiran berlebihan jika anaknya masuk jurusan (yang menurut mereka) grade rendah dan masa depan yang masih gonjang ganjing. (Maaf) misalnya ilmu politik atau desain. Padahal jika belajar bersungguh-sungguh dan mengerti apa yang harus dikerjakan saat kuliah, bisa jadi kalian menjadi orang yang sukses. Taruhlah contoh temanku yang kuliah di Fisika,sekarang melakukan penelitian tingkat internasional dan melanjutkan studinya sampai doktor, melanglang buana mulai Jepang sampai Eropa. Atau ada juga orang tua yang khawatir jika anaknya kuliah di bidang seni seperti desain.Padahal banyak teman-temanku di jurusan desain yang sekarang sukses memilki usaha sendiri. Pun tak menjamin bahwa lulusan dari program studi grade tinggi misalnya teknik informatika atau teknik elektro memiliki pekerjaan yang menjajikan lebih daripada program studi yang lain.

Pilihlah sesuai passion!!! Pilihlah sesuai hobi kalian!!! Sesulit apapun program studi itu, jika kalian menyukainya maka belajar adalah candu yang dinikmati setiap hari. Misalnya dulu aku menyukai pelajaran kimia dan biologi tapi nggak suka darah. Maka program studi yang kupilih meliputi: Teknik Kimia dan Kesehatan Masyarakat. Jika menyukai fotografi bisa masuk ke jurusan jurnalistik atau seni. Jika menyukai bercocok tanam, bisa masuk jurusan pertanian. As easy as that if you know what you like!

Sesulit apapun pelajaran kuliahnya, mau itu integral rangkap tiga, hukum teori atom, atau yang lebih sulit, jika menyukainya that's not a problem. Jika program studi itu bukanlah favorit menurut orang tua kalian, maka jelaskanlah bahwa itu adalah kesukaanmu dan hobimu. Jelaskan juga profesi yang berhubungan dengan program studi itu.

2. Sesuaikan dengan kemampuan

Bagai punuk merindukan bulan- menginginkan sesuatu yang tak mungkin bisa dicapai. Benar bahwa kita harus memasang target tinggi namun harus realistis dan sesuai kemampuan juga. Kemampuan disini meliputi akademis, psikologis, dan finansial. Pertama, kemampuan akademis. Misalnya kalian jago dalam bidang kimia , bisa pilih masuk jurusan Teknik Kimia, Kimia, Material.

Kedua, Psikologis. Jika kalian ingin mencoba hidup mandiri, pilihlah universitas yang jauh dari rumah atau sekalian ke luar negeri (weww). Sebaliknya jika tidak bisa berpisah dari orang tua dan tidak suka traveling (sering homesick) bisa pilih perguruan tinggi yang di satu kota atau di kota sebelah dalam satu propinsi.

Ketiga, faktor financial. Untuk kalangan menegah keatas sepertinya tidak menjadi masalah berapapun biaya untuk masuk pergruan tinggi. Namun untuk kalangan menengah ke bawah, bisa jadi ini manjadi suatu masalah pelik. Sebenernya hal ini bisa di nego guys. Finansial bukanlah suatu penghalang karena banyak sekali kesempatan untuk mendapatkan beasiswa. Contohnya saya dulu masuk ke perguruan tinggi tanpa beasiswa tapi saat kuliah saya bisa mendapat beasiswa selama 3 tahun. Hanya tinggal menyerahkan data IPK, rekening listrik, dan air. Daaan 50% mahasiswa di tempatku mendapatkan beasiswa.

3. Pilih beberapa alternatif

Dari awal susunlah beberapa alternatif sesuai passion dan kemampuan. Jangan lupa juga perhatikan perbandingan diterima dan ditolak dari jurusan/ universitas tersebut. Misalnya jika bisa jangan gunakan pilihan 1: kedokteran UI, pilihan 2: Teknik Informatika ITB. Jreeng jreeng... Halal hukumnya jika sudah tau kemampuan kalian. Aku mendapat cerita pengalaman dari seorang siswa yang gagal SNMPTN gara-gara dia memasang rate yang sama-sama tinggi. Pilihan 1: Kedokteran UNAIR, Pilihan 2: Kedokteran UB. Mungkin lebih baik jika dia memasang 1: Kedokteran UNAIR 2: FKM UNAIR 3. Biologi UNAIR (Ini hanya contoh loh..). Jangan lupa juga buatlah alternatif Universitas swasta jika gagal SNMPTN misalnya Kedokteran Hang Tuah atau Wijaya Kusuma (contoh studi kasus Surabaya).


4. Masih galau?

Let me share about my experience. Waktu SMA kelas XII, aku juga mengalami kegalauan menjelang kelulusan. Saat itu jurusanku adalah IPA. Aku (setengah) menyukai pelajaran Matematika dan Kimia, Sedangkan nilai Fisikaku selalu mepet dengan batas standar bawah. Diluar itu,aku juga suka menulis, utak-atik komputer, dan desain grafis dengan adobe atau corel.

Jurusan apa yang kukejar?
1.Teknik Informatika. Saat itu (sampai sekarang) Teknik Informatika kelihatan bergengsi dan modern. Terlihat sangat high end kalau bisa masuk di jurusan ini. Aku juga sempat mengikuti lomba National Logic Competition yang diadakan oleh T.Informatika ITS.
2. Ahli Gizi karena aku suka makan.
3. Desain Grafis karena aku suka menggambar dan utak-atik software grafis.

Jurusan apa yang aku daftar?
1. Teknik Informatika UNS Solo. Aku mendaftar lewat jalur PMDK rapor (kalau sekarang PMDK Undangan) dan aku diterima di jurusan ini.
2. ITB: Fakultas Elektronika dan Informatika, Teknologi Industri, dan Desain (klo ga salah). Langsung gagal.hahahaha,,, tapi di emailnya dinyatakan bahwa aku bisa masuk univ swasta buatan Habibie tanpa tes.
3. Teknik Fisika ITS. Aku mendaftar lewat jalur PMDK dan diterima. What? Aku sebenarnya juga heran kenapa aku daftar ini karena aku tidak menyukai Fisika. Tapi entah mengapa saat aku memdaftar dan random antara Teknik Mesin dan Teknik Fisika, aku malah memilih Teknik Fisika. Malah sempat koar-koar ke teman-teman "Kalau aku masuk jurusan ini, aku akan menjadi ahli Fisika!". Sungguh koar-koar yang nonsense. 

Daftar kesini seperti untung-untungan. Tapi ternyata aku diterima =_= . Ini adalah caraku yang anti mainstream. Akhirnya aku memilih untuk masuk di Teknik Fisika ITS. "Sudah terlanjur nyemplung, basah sekalian". Meski aku tidak menyukai pelajaran Fisika, namun aku selalu berusaha memberikan yang terbaik meski sempat terseok-seok dan Alhamdulillah bisa melanjutkan ke S2 di bidang yang sama. Lalu dikemanakan hobi menulis dan grafis ku? Aku masuk sebagai jurnalis di ITS Online, dan aku juga sering didapuk menjadi sie publikasi karena aku suka mendesain poster dsb.

Wisuda S2 ITS.

Selamat Menempuh Pendidikan Baru :)
Man Jadda Wa Jadda --- Siapa berusaha akan mendapatkan hasilnya (Pepatah Arab)

Read More

Sabtu, 31 Januari 2015

Edisi Satu Tahun Jobseeker

Mencari pekerjaan bukan hal yang mudah. Apalagi sesuai passion, lokasi strategis, dekat keluarga, dan gaji tinggi. Seleksi yang ketat dan berbelit-belit pun sudah membuat keder duluan. Aku telah mengalami masa pencariaan jobseeker selama hampir setahun dengan berbagai jenis pekerjaan yang kulamar.

1. Tentor Fisika di Ganesha Operation
Setelah lulus S2 dari Thailand,aku harus mengurus kelulusanku di ITS Surabaya. Mengganti format thesis, mentranslate beberapa yang berbahasa Inggris menjadi Indonesia, juga meminta surat ini itu sebagai prasyarat wisuda. Selama menunggu kelulusan ITS di bulan Maret, aku melamar freelance tentor fisika di Ganesha Operation Kusuma Bangsa Surabaya. Masuk mulai jam 4 sore sampai 8 malam. Kalau mau ambil libur bisa konfirmasi seminggu sebelumnya. Gajinya lumayan buat jajan dan kos.

2. Dosen PPNS
Bapak Syaiin menawarkan untuk melamar dosen di PPNS. Tanpa proses berbelit dan langsung bertemu direktur PPNS nya. Ditanyain ini itu tapi jawabku "aku nggak tahu,Pak," karena memang yang ditanyakan bukan bidangku. Jadilah mereka tidak menghubungiku lagi. Yasudahah.

3. Skha Consulting
Aku juga ga tahu ini perusahaan apa sebelumnya. Saat itu aku ikut job fair di UGM dan kebetulan mereka mau menerima lulusan standard S2. Ternyata ini adalah perusahaan konsultan lokal yang terkenal (sumber:kaskus). Awalnya hanya tes awal berupa hitung-hitungan logika yang mudah dan setelah tes itu mereka langsung mengumumkan bahwa aku lolos ketahap berikutnya. Akhirnya beberapa minggu setelahnya, aku mengikuti interview di Jakarta (tanpa uang saku. hiks). Model interviewnya secara diskusi grup bertiga. Kebetulan partnerku anak Undip dan ITB, kita diminta menganalisa soal mengenai penjual obat-obatan. Hasilnya langsung diumumkan 30 menit setelah diskusi grup dan tidak ada yang lolos dari tim kita sodara-sodara.

4. GT Radial
Ini adalah perusahaan ban yang terkenal yaitu Gajah Tunggal. Aku melamar perusahaan ini lewat job fair UGM juga karena mereka menerima lulusan S2 dan dapat souvenir bolpen (kebacut jeh). Tes awal berupa psikotes dan logika, setelah lolos langsung interview HRD. Beberapa minggu setelahnya aku mendapat panggilan interview user ke Tangerang, katanya itu adalah tahap akhir. Sedihnya lagi kita tidak mendapatkan uang saku T..T Saat itu aku diinterview di bagian research padahal aku dulu daftar jadi dosen di politeknik milik Gajah Tunggal. Ada tiga orang yang menginterview dan satu orang leadernya dari Prancis. Tak ada kabar selama sebulan lalu ditelpon oleh HR nya bahwa bagian research tidak menerimaku dan memintaku interview lagi dengan user bagian industry. Ini malah lebih parah lagi karena leadernya orang India dan aku tidak interest dengan bidang industry yang pekerjaanya jauh dari yang kupikirkan. Jadi aku tidak heran saat perusahaan ini menolakku. Hmm ngasih uang transport aja nggak (padahal bolak-balik surabaya-jakarta 2x), jadi ga papalah kalau ditolak :p

5. Pupuk Indonesia
Akhirnya aku menurunkan rate S2 menjadi S1 dan mendaftar BUMN bergengsi ini yang amoniaknya selalu menyebar ke penjuru Gresik namun karyawannya terlihat makmur. Tahap awal adalah interview HR. "Tinggalnya dimana?" tanya HR. "Gresik". "Suka olahraga?"."Iya". Hal-hal semacam itulah yang ditanyakan. Di akhir interview si ibu HR bilang "Nanti coba cek kesehatan di lab ya. Biar nanti tahu kurangnya apa dan lolos tes kesehatan." Setelah itu aku DITOLAK. Ah ibu ini PHP deh =__=.

6. Danone
Aku memasukkan lamaran melalui seniorku yang bekerja disana. Ternyata aku diminta untuk tes awal yang bertempat di Jakarta (lagi). Saat itu aku berangkat tes bersama temanku yang sudah kerja di Jakarta. Tes awal sungguh membuat ilfeel dan putus asa. Tesnya semacam GMAT (bener gini gak sih), terbagi menjadi 3: logika hitung-hitungan, bahasa, dan psikotes. Daaan semuanya dalam Bahasa Inggris!! What the ..... Logika? Done. Bahasa? bahasa Indonesia aja susah ini bahasa Inggris, Tau lah. Psikotes? Random lah. Ternyata 3 minggu setelahnya aku dipaggil untuk interview dengan user. Ga sapat uang saku :( Hal yang mengagetkan ternyata yang mewawncarai adalah 6 orang. Hmmmm..... Dari awal niatku kerja di Jakarta sudah salah yaitu menggali pundi-pundi uang dan resign. Jadilah mereka mengetahui maksud tersembunyiku dan tidak menghubungiku lagi (alias ditolak).

7. Lain-Lain
Banyak lagi perusahaan yang kulamar tapi dengan separuh hati. Tjiwi Kimia, aku sudah lolos tes tulisnya tapi ga datang interview. Manulife, ditelpon untuk diskusi grup tapi ga datang. Samudra Indonesia, sudah lolos psikotes online tapi mutung di tes selanjutnya. RHB, datang interview tapi setelahnya aku ga interest. Traveloka sebagai content writer, sempat interview tapi ternyata penulis ga ikut jalan-jalan, mutung deh. Banyak lagi perusahaan lainnya yang kulamar karena mereka memberikan souvenir map, stabilo, pen, note, tas, kipas, jajan, lotion, dan lain-lain (maklum yah pengangguran cari rezeki).

Setelah melalui semua tahap diatas aku mulai capek dan merenung. Capek tenaga, pikiran, dan uang. Bolak-balik Jakarta guys....sekali jalan habis 1 juta di transportasi doang. Mungkin ada tiap bulan aku ke Jakarta dan selalu nginep di kosan temenku. Setelah ditolak perusahaan ini itu aku juga sumpek dan harus jalan-jalan misalnya ke Karimun Jawa. Hehe ini yang lebih ngabisin duit tapi capek pikiran jadi ilang.

Aku akhirnya fokus untuk mencari pekerjaan yang sesuai passionku yaitu memberikan ilmu yang bermanfaat. Sesuai dengan jenjang sekolahku (hmm), seharusnya aku melamar menjadi dosen. Tepatnya lagi mengajar di area Gresik, Surabaya dan sekitarnya. Sepertinya aku tidak cocok dengan keramaian dan kesumpekan Jakarta atau kesunyian daerah terpencil. Gak peduli berapapun gajinya.

8. Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)
Singkatnya aku mengirim lamaran melalui dosen temanku yang menjadi petinggi di UISI. Aku menjalani serangkaian psikotes, presentasi bahasa Inggris,dan wawancara. Sekitar bulan Oktober terdapat kabar gembira bahwa aku 99% sudah diterima di UISI. Namun terdapat 2 batch yaitu yang masuk Oktober dan Januari. Ternyata aku bukan batch Oktober. Jadilah aku luntang lantung tanpa kejelasan sambil menunggu bulan Januari. Selama itu aku hanya menulis blog, main kucing, dan membaca komik. Saat komik Naruto yang kubaca di episode tujuh ratus sekian telah tamat maka hilanglah harapan hidupku.wkwkwk.

9. CPNS Dosen PENS
Selama menunggu kepastian UISI, aku mengikuti seleksi CPNS dosen dan memilih PENS karena mereka membutuhkan dosen jurusan energi yang pas banget dengan studiku. Lalu aku mengikuti Tes Kompetensi Dasar yang berisi 3 bagian: Kewarganegaraan, Psikotes, dan Sikap. Meski belajar awut-awutan dan kerepotan menjawab pertanyaan kewarganegaraan ternyata nilaku lolos dari batas bawah dan lanjut ke seleksi berkiutnya. Hasil pengumuman TKD dan kelulusan sekitar sebulan lebih dan setelahnya aku diminta mengirim berkas administrasi ini itu. Sampai bolak-balik Gresik-Surabaya 3 kali naik len (gara-gara sepeda motorku sudah dijual) untuk legalisir ijazah. Kukirimkan berkas administrasi lewat pos dengan basmalah.

Hari Senin yang cerah, seperti biasanya aku membaca komik Naruto sambil main kucing. Tiba-tiba ada panggilan nomer 0315xxxx menelponku. "Mbak, kenapa ga datang tes?" ujarsi penelpon. "Tes apa Bu?" tanyaku gelagapan. "CPNS mbak," jawab di Ibu. Runtuhlah duniaku (backsound: jreeeng jreeeng). Ternyata jangka waktu pengumuman setelah administrasi hanya seminggu dan email yang dikirimkan padaku masuk spam. Saat itu jam 8 kurang 10 dan tes dimulai jam 8. Lokasi tes di Surabaya dan aku di Gresik. Ibunya menutup telepon dan menelepon lagi bahwa aku sudah tidak bisa ikut tes dan dinyatakan gagal. Aiihhh kenapa ibunya telepon??!! Aku ngotot tetap ingin kesana dan berusaha ikut tes. Jadilah aku ngebut sepeda motor Gresik-Surabaya 45 menit dan menyalip truk-truk Kalianak. Sampai sana ternyata sang ketua panitia tak memperbolehkanku ikut tes dan tak menerima alasanku saat email panitia masuk spam. "Mbaknya daftar dosen honorer saja kalau mau. Tapi kita ga bisa jamin," ungkap Bapak Ketua yang melihat mataku yang berkaca-kaca.

Saat itu aku benar-benar pasrah dan yasudahlah. Aku menyetir sepedaku ke delta plaza dan membeli segelas besar pearl milk tea untuk menangkan pikiran. Sesampainya dirumah, aku langsung merencanakan traveling yang lama tak kujalani (maklum ga ada teman, yang lain udah kerja.Haaa melas.melas). Kuputuskan aku akan ke Semarang! Tanpa rencana, aku backpacking sendirian dan naik angkot dari rumah ke terminal Bunder dan naik bis ekonomi non ac selama 6 jam dari Gresik ke Semarang. Ceritanya next post ajalah.

Setelah pikiran agak bening setelah ke Semarang, aku melanjutkan lagi edisi galau jobseeker selama setahun. Aku mecoba mengontak petinggi UISI dan menanyakan kapan aku akan masuk kerja karena saat itu sudah bulan Januari 2015. Tapi jawabannya hanya "Tunggu panggilan". Aihhh sampai kapan??? Aku butuh makan!!(padahal masih dapet sangu dari mama seikhlasnya =_=).

Tak sangka ternyata prodi Energi di PENS menghubungiku dan memintaku datang ke PENS sambil membawa transkrip. Setelah berbincang-bincang dan interview agak lama, mereka sudah merasa cocok dan memang energi adalah bidangku. Saat itu prodi Energi PENS memang sedang kekurangan dosen. "Kalau ditanya kapan mulai kerja ya mauku sekarang mbak tapi penerimaan karyawan tergantung kebijakan direktur juga," ujar kepala prodinya. Saat itu aku menemukan secercah harapan dan submit lamaranku ke bagian kepegawaian.

Sambil menunggu panggilan antara UISI dan PENS, aku kembali menjadi sarjana master pengagguran. Tiba-tiba suatu siang aku mendapat telepon dari UISI untuk penjelasan kontrak. Alhamdulillah...... Seminggu setelahnya dosen PENS meneleponku untuk langsung masuk sebagai dosen penguji tugas akhir. Dengan berat hati aku menolak tawaran di PENS. Rasanya seperti menolak cinta (hwalahhh). Aku telah menimbang berbagai kemungkinan dan aku memilih untuk berkarir di UISI. Niat awal aku hanya ingin ilmuku bermanfaat dan bekerja sesuai passion, ternyata bidang di prodi Manajemen Rekayasa sesuai dengan interestku yaitu Energi, lokasinya di Gresik- kota tinggalku dan tanpa kost, jam kerjanya 30 jam/minggu (sisanya untuk hobiku yang lain-traveling & menulis :p), dan ternyata gajinya lebih tinggi dari ekspektasiku. Syukur Alhamdulillah Allah telah memilihkanku jalan yang tepat meskipun penantiannya selama setahun.

Pelatihan dosen baru UISI di hotel Grand Trawas Mojokerto.


Bekerjalah sesuai passion, maka setiap hari adalah kesenangan. Awali kerja dengan niat ikhlas dan syukur, maka Allah akan memilihkan jalan. Happy Working! :)



Read More

Selasa, 25 November 2014

Words

So far, my blog look like so randomly. I just want to pin random English words. I took these words from e-book with same title: Words in Wattpad application. There we are...

Eutony (n.) : the pleasantness of a words sound.

Anagapesis (n.) : no longer feeling any affection for someone you once loved.

Eesome (adj.) : pleasing to the eyes.

Luftmensch (n.) : an impractical dreamer who no business sense; one with their head in the cloud.

Cosmogyral (adj.) : whirling around the universe..

Petrichor (n.) : the scent of rain on dry earth

Livsnijutare (n.) : one who loves life deeply and lives it to the extreme.

Verklempt (adj.) : completely overcome with emotion.

Solivagant (adj.) : wandering alone.

Lalochezia (n.) : the emotional relief gained from using profane language.

Orphic (adj.) : mysterious and entrancing; beyond ordinary understanding.

Eleutheromania (n.) : an intense and irresistible desire for freedom.

Acomist (n.) : one who believe that nothing exist.

Aureate (adj.) : pertaining to the fancy or flowery words used by poets.

Paralian (n.) : a person who lives by the sea.

Dwale (v.) : to wander about deliriously.

Dysphoria (n.) : an unwell felling.

Aubade (n.) : a love song that sung at the down.

Eumoirous (adj.) : happiness due to being honest or wholesome.

Mimp (adj.) : to speak in a prissy manner, usually with pursed lips.

Tacenda(n.): things better left unsaid; matters to be passed in silence..
Read More

Minggu, 23 November 2014

Buku Impian Berjudul Tom Yam Kung

Aku pernah punya mimpi memiliki buku sendiri. Akhirnya kecapaian juga punya buku Tugas Akhir dan Thesis.Hahaha. Tapi bukan buku itu yang kumaksud, aku berangan membuat novel atau buku non-kuliah atas namaku. Mungkin impian ini sedikit demi sedikit kukubur karena aku tidak mau terikat dengan kata-kata baku. Aku lebih memilih menulis di blog ini dengan bahasa lisan dan tak baku.

"El, aku terharu. Merinding baca tulisan kamu tentang pengalaman di Thailand. Kamu ga pingin buat buku perjalanan fast track ta?" ujar Iis- teman seperjuangan selama aku kuliah di Thailand. Ahh why not? Pikirku. Tapi kali ini aku tak mau mengerjakan mimpi itu sendirian. Jadi kuputuskan untuk mengajak teman-teman lain untuk menuliskan cerita mereka dan kugabung menjadi satu dengan judul: Tom Yam Kung.

Tom Yam Kung adalah masakan sup khas Thailand dengan berbagai rempah dan memiliki rasa asam, gurih, dan pedas yang kental. Kunamakan kumpulan buku ini Tom Yam Kung karena cerita kami selama di Thailand seperti rasa Tom Yam Kung. Kami adalah rempah berbeda yang menjadi satu menghasilkan cerita perjalanan yang lezat di Thailand.

Akhirnya setelah mendapat wangsit judul buku, aku mengerjakan cover semalaman suntuk. No one can stop someone who speed up with bundle of passion and idea.

Cover depan (half fix).

Cover belakang (half fix).

Read More

Jumat, 21 November 2014

Stray Day in Hongkokng-Macau (1): Ajakan Sesat


Perjalanan ini dimulai gara-gara hasutan Dini akan tiket pesawat promo Air Asia Bangkok-Macau sekitar bulan Maret 2013. "Nggak lah Din, kayaknya bagusan Hongkong juga ya," tolakku karena tidak mau di cap gadis pembolang yang suka menghamburkan uang, apalagi saat itu aku baru saja dari Kamboja. "Kita emang ke Hongkong juga El , bisa naik kapal kesana kok," hasutnya. Really? Secepat itu aku berubah pikiran dan akhirnya mengikuti ajakan sesat Dini untuk membeli tiket pesawat Bangkok-Macau PP sekitar 3000 Baht (sekitar 1 juta rupiah). Plus orang Indonesia bebas visa ke dua negara ini: Macau dan Hongkong.

Perjalanan sesat itu dilakukan tanggal 1-4 September 2013. Dini juga berhasil menghasut Sani, Zjahra, dan Bang Asrul untuk ikut. Pemilihan tanggal yang 'baik' sekali, mengingat Dini dan Zjahra memang sudah lulus pada tanggal itu. Sedangkan aku, Sani, dan Bang Asrul masih harus kuliah. Untungnya saat itu advisorku sedang pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri. Jadi aku bisa bernafas sedikit lega untuk tidak 'menghadap' pada tanggal itu.

Seperti biasanya, aku didapuk menjadi tur leader dadakan. Persoalan itenari, aku hanya berbekal pada aplikasi Trip Advisor dan tidak menyusunnya dengan matang. Hal yang paling penting adalah melakukan penghematan. Akhirnya kupilih penginapan yang paling murah di Hongkong dan tidak memesan penginapan saat di Macau. Aku juga berpesan kepada yang lain untuk membawa bekal makanan paling tidak 3 bungkus mi untuk tiap sarapan selama tiga hari.

Tanggal 1 September jam 7 pagi kami berlima sudah bersiap menuju bandara. Sedihnya lagi aku harus membayar sekitar 900 Baht untuk keluar dari Thailand demi memperpanjang visa yang hanya single entry. Pesawat lepas landas dari Don Muang Bangkok sekitar pukul 10:00 dan sampai di bandara Macau sekitar pukul 14:00 waktu Macau. Macau dan Bangkok memiliki perbedaan waktu lebih cepat dari satu jam.

Menunggu di bandara Don Mueang (credit: Sani).
Itu adalah kali pertama kami menginjakkan kaki di Macau. Tulisan pertama yang terlihat adalah "Aeroporto Internacional de Macau cacing cacing". Seperti orang desa yang baru pertama kali ke kota, kami foto-foto bandara dan di depan pesawat Thai Air Asia. Sampai akhirnya petugas bandara Macau mengusir kami. Parah. Foto tak berhenti disana saja, didalam bandara sebelum ke imigrasi pun kami menyempatkan foto dengan banner bertuliskan "Welcome to Macau". Paling kalau ada orang Indonesia lain mikirnya 'Ih dasar TKI baru, foto dimana-mana' lalu mereka macak bukan orang Indonesia.

Hello Macau.

Foto di parkiran pesawat (credit: Bang Asrul).

Setelah tersesat dan beretemu dengan beberapa orang Indonesia berwajah Tiongkok, dia menyarankan transportasi bis dan menukar uang kertas dengan receh. Kami menukarkan sedikit dollar hongkong ke uang receh Macau yaitu Pataca yang digunakan untuk menaiki bis. Tarif bis bervariatif tergantung dari jarak dan cara pembayarannya dengan menggunakan uang receh yang dimasukkan ke kotak disamping supir. Tujuan kami selanjutnya yaitu ke pelabuhan Macau dan menaiki kapal Feri ke Hongkong. Naik bis pun rempong dan harus tanya sana sini dimana letak pelabuhan. Alhasil pelabuhan terlewati sekitar 500 meter dan kami baru sadar setelah melihat peta.

Penampakan luar bandara Macau.

Tersesat saat itu tidak menjadi masalah karena kami masih bersemangat menenteng tas ransel sambil menikmati jalanan Macau. Macau merupakan daerah administrasi instimewa milik China. Macau merupakan pulau yang terletak 64 km dari barat laut Hongkong. Negara istimewa ini terkenal sebagai daerah dengan populasi terpadat yaitu 624.000 penduduk di area  31.3 km persegi (wikipedia banget). Awalnya Macau disewa oleh Portugis sebagai pusat perdagangan sejak tahun 1557 lalu diberikan kembali ke China pada tahun 1999. Tak heran bahasa Portugis merupakan bahasa utama setelah bahasa China Kanton. 50% pendapatan Macau dudapatkan dari wisata judi.

Pemandangan Macau dari dalam bis.

Jalanan ke pelabuhan Macau sepi di siang hari. Hanya ada kami berlima dan orang yang bisa dihitung dengan jari. Hal ini tidak sesuai dengan gelarnya sebagai daerah terpadat. Mungkin aku saat itu berada di daerah "gedung tinggi" dan bukan pemukiman. Kebanyakan gedung tinggi itu adalah tempat karaoke, hotel, dan tempat judi yang terlihat dari plangnya. Sepertinya daerah tersebut akan ramai pada malam hari.

Kesasar (credit: Dini).

Pedestrian Macau yang sepi.

Setelah berjalan sekitar 15 menit sembari foto-foto, akhirnya kami sampai di pelabuhan Macau dan membeli tiket ke Hongkong. Harga tiket ferry Macau-Hongkong adalah 161 Dollar Hongkong. Ternyata di Macau kita bisa membayar menggunakan Pataca atau dollar Hongkong dimana nilai tukarnya 1 Pataca=1 Dollar Hongkong. Sebelum menaiki ferry, kami harus ke imigrasi Macau sebagai tanda bukti telah keluar dari negara ini. Oh ya di Macau dan Hongkong tidak menggunakan cap paspor tapi menggunakan kertas kecil yang diselipkan di paspor. Setelah melewati imigrasi, kami harus cek in dan memasuki ruang tunggu layaknya di bandara.

Pintu gerbang pelabuhan (credit: Dini).

Tiket Macau-Hongkong (credit: Dini).

Itu adalah kali pertama aku menaiki kapal ferry cepat yang wah. Meski kelas ekonomi, aku bisa duduk dengan nyaman di ruangan ber AC sambil nonton TV. Goncangan hanya terasa saat ferry akan berangkat atau berlabuh. Selebihnya aku bisa tidur nyenyak meski kulihat gelombang menghantam kaca kapal. Jarak Macau-Hongkong 64 km ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam tanpa mabuk. Bandingkan dengan ferry tujuan Jepara-Karimun Jawa yang harus ditempuh selama 5 jam sambil mabuk padahal jaraknya hanya 86 km. Luar biasa! Ada harga, ada rupa.

Bagian dalam ferry cepat (credit: Dini).

Suasana di ferry cepat.

Then, welcome to Hongkong. Negeri ribuan TKI!
Read More

Selasa, 18 November 2014

One Day in Thailand (2): A Journey to Amphawa


Midnight, I rushed to finish my thesis report in my friend-Tooba's dormitory while she continued her homework. "Let's going out tomorrow by train in Thammasat railway?"asked her crazily. "But I'm not finish yet doing my report," answered me. "Elita, tomorrow is Saturday, you can continue again in Sunday," explained Tooba. I should be going insane that time because I agree with her crazy invitation. Then I didn't sleep along night to do my thesis report and went early morning to Thammasat railway. The moon still up when I ride my bicycle. We should have a name Crazy Partner in Crime.

Dormitories in AIT.

Thammasat Railway Station? It even doesn't exist in the google map *sigh. We went there based on my friend's instruction and instinct. After passed Thammasat gate, bridge, rural home, market, dogs ^(0_0)^, and lifted the bicycle through the gate, we finally found it behind the lush plants. No parking area, no gate, no people, no dog (good), only sign from old woods "Thammasat Railway Station" and nothing else. We parked our bicycles in terminal bus 510 besides Thammasat Railway (very illegal), meanwhile the visitors in there were mostly 510 bus driver.

Locked bicycles in 510 bus terminal.

Messed up in railway.

Thammasat University Railway (middle of nowhere).

06:30 am ,we waited the train to Hua Lampong Bangkok Station. Suddenly came an old man. I think he was Thai, so we keep quiet (pu thai mai day kha/I can't speak Thai). But the man speak in English and told everything. He was Indian and history teacher in Thammasat University. How he teach the history in Thailand meanwhile he was Indian?and why he didn't take van to Bangkok? =__= so liar. "Who is it?,"asked him and showed the picture of drama Rama and Shinta. "It is Hanoman, monkey that save Shinta,"answered me. "NO," said him for sure. What the hell, I'm sure it is white monkey Hanoman (@_@). Then, the old man didn't interest again to speak with me. "How old are you?"asked him to Tooba. "24 yo,"answered her. "Why you not marry?" (Sorry it is our bussines-in my mind). "Actually I married once and divorced," said Tooba. I was so shock and open my eyes so wide to Tooba, but she gave me a sign to lie. "And I am her student. She is teacher in AIT," said me. The train came and surprisingly it stop in local station middle of nowhere like this. Good. But it's so funny because we needed to stop the train like we stop the 'angkot' with hand sign 'kiri kiri'.

Tooba and strange Indian uncle.

Tuut tuut...the train passing.

Fare of economy train to Hua Lampong Bangkok only 10 Baht (about Rp 3500). It is very cheap compared to van 30 Baht to victory monument and 24 Baht for bus to Hua Lampong. We seated near a man with red jacket. Even we spoken in different language, the man always smiling at us. Oh that is why Thailand called as Land of Smile :) . After some minutes, I and Tooba realize that the man doesn't have left hand. O o o,,,, Life is unfair sometimes.

The smiled man with red jacket in front of me.

Take photo with the smiled man.

Around the economy train.

Tha train passed slum area of Bangkok that I had never known before. Behind the blink of the mall, there are an old apartment. Behind the romantic Chao Phraya river, there are slum areas beside rail. Behind the luxury wat and palace, there are poor environments, There is a bright, there is a dark.

Slum area beside the rail. Same like in Indonesia,eh?

Old apartements beside the rail.
We arrived at Hua Lampong train station around 10:00 am. "Where we will go?"asked Tooba. So crazy, we just decided where we will go after arrived. We have 2 choice: Hua Hin or Amphawa. "OK let's go to Amphawa because it takes much time to go HuaHin," said me. Go to Amphawa from Hua Lampong is not easy. We have take bus first to Wongwianyai station (different line with Hua Lampong) then take train again.

Hua Lampong station, where the end of railways.

We took bus to the Wongwian yai station. "Khun, Wongwianyai station," said Tooba again to ticket checker. 'Khun' looked surprise and gave sign with thai language that we missed the station. Ok, we stopped in crowded of Chinatown and find another bus. Then,, i just knew that Wongwian yai station is near with 'Horse statue' (I have not so good memory in this area =__=a ).

Inside of the red bus.

One part of Chinatown area.

Horray we got tickets Maekhlong commuter line to Mahacai station. 10 Baht only! The commuter train was weird. It passed small alley like village home, sometimes it stopped in the front of private home yard! =__=a

Bought halal snacks before take train.

Yey we could catch up the last train to Mahacai.

Have you ever hear about train market? Yeah this is the place. Located near Mahacai station. They sell fresh vegetables in the middle of the railway! the seller moves their goods whenever the train come and back again to the middle of railway when it gone. Surprisingly, zero accident! My journey to Amphawa still continue, long journey, eh?

Train market.

Mahacai Station.

After went by train from mahacai, we took by van to Micai or something =_= forget. The van stopped in the somewhere and transfered by truck to Amphawa. Grrr Amphawa should worth to see because we taken effort to go there by 2 train, 2 bus, 1 van, and 1 truck.

Truck to Amphawa.

We arrived at Amphawa Floating Market, the destination :D We enjoyed amphawa by boat. The way back to our campus was not easy. We have to change 3 times vans. As a result, travel is not always about the destination, but it is about the journey.

Selling food in the boat to customer.

Let's eat :p

Take boat to go around Amphawa and meet new people.

Bridge over the market.

Lovely shops.

Peaceful journey around Amphawa.

Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena