a choice that change my life

Kamis, 29 September 2011

Menghapus Mimpi

Gak tau juga kenapa aku harus nulis kegalauan ini di blogku. Secara, ini blog2ku sendiri, ta isi apa terserah aku. Meski di publish, mungkin cuma beberapa orang dengan hitungan jari yang nyasar ke blogku. Bingung mau curhat kemana. Temen sekamar pulang kampung. Cari orang malah ngerepotin. Pacar juga lagi galau, semakin runyam saja kalau aku malah curhat. Menulis- hanya dengan menulis aku dapat meluapkan emosiku, meskipun tulisaku acakadul. Aku juga ga tau ini mau nulis gimana- let it flow.

Aku punya mimpi. I had a dream....Aku bertipe koleris. Koleris= ambisius, bertemperamen tinggi, berjiwa pemimpin, teguh pendirian, semangat tinggi, mudah simpatik. Salah sapa aku bertipe koleris??salah gue??ortu gue?? mbah gue???kucing gue???. Mari tak usah saling menyalahkan, itu memang pembawaanku. Aku selalu ngebet dan ngotot mengejar mimpiku. Mimpi terbesarku yang selalu ada dalam setiap target hidupku adalah "Menjadi orang yang bermanfaat dalam dimensi ruang dan waktu".

Aku selalu menuliskan terget hidupku setiap semesternya. meskipun terget hidup sekarang masih ngawang dan gak jelas. ini beberapa target hidup beberapa tahun kemaren yang ter realisasi:
1. IPS di atas 3.6. IPK di atas 3.5
2. Mengikuti 20 kepanitiaan dalam 1 semester
3. Mengikuti 10 pelatihan
4. Menjadi Kabiro yang bertanggung jawab (embohh iki patokane opo)
5. Masuk ITS Online dan menulis berita minimal 6 dalam sebulan
6. Mengikuti organisasi ( HMTF, BEM FTI)
7. Menjadi asisten Lab (Masuk Lab Fotonika dan mengasisten beberapa mata kuliah yang mahasiswanya seangkatan denganku atau bahkan lebih tua-Lintas Jalur)
8. Mbolang ke Jogja dan Bromo (gak terencana sih)
9. Menghafalkan surah Yaasin (alhamdulillah baru ini....)
10.Membelikan Mamak sesuatu dr hasil kerjaku sendiri
11.Memberi pelatihan (Pelatihan jurnalistik di bebrapa himpunan dan juga trainer robot)
12. PKM tembus DIKTI dibiayai
13.....-50.....

Gilanya aku...di Tahun kedua aku mengikuti banyak organisasi. Di HMTF, menjabat sebagai staf divisi pers. Di BEM FTI menjabat sebagai staf Kominfo. Di ITS Online sebagai reporter. Tiap hari berangkat pagi-pulang tengah malam. Loncat2 sperti tupai rapat sini rapat sana, belajar ini, nyontek itu. Sampai suatu hari aku menangis----capekkk. Sudah capek. dimaki kalau pekerjaanku jelek. Tapi nyatanya aku dapat bertahan di tahun kedua dengan IPS di atas 3.5. Hal aneh karena AKU GAK SUKA FISIKA dan GA PERNAH BELAJAR. Aku berpikir mungkin IP itu berkah dari hasil berbakti pada organisasi dengan diniatkan ibadah.

Tahun ketiga, aku semakin gila aktivitas. Tanggung jawabku semakin bertambah karena jabatan Kepala Biro Informasi BEM FTI. Aku memilki anak dalam arti staf. Aku harus berperan sebagai ibu mereka dalam departemen Kominfo. layaknya ibu, aku harus mendidik mereka, mendengarkan curahat mereka, berjalan-jalan bersama (Miss u anak2ku/adik2ku :*). tanggung jawab sesuai jobdesk mengharuskanku rapat 3 kali lebih banyak dari sebelumnya. Hampir dipastikan aku selalu pulang malam gara2 rapat tiap harinya. Sabtu-Minggu selalu ada kegiatan. Belum lagi liputan yang meberikan sejuta inspirasi di sela-sela jadwal kuliahku. Di tahun kedua aku ditolak oleh Lab Simulasi dan Komputasi (padahal aku suka utak atik komputer), lalu di terima di Laboratorium Fotonika. Bertambahlah agendaku yaitu ngasisteni. Mengajarkan berbagai hal yang kadang ngelantur pada praktikanku. Membuat tugas2, mengoreksi tugas dan laporan menjadi agenda tambahan di tajun kedua. Sibuk.Sibuk.Sibuk membuatku semakin kuat dan jarang menangis. membuatku lebih memanajemen waktu. Membuatku berkenalan dengan banyak orang dari golongan berbeda.

Well, lets flash back. Ada seseorang yang selalu menginspirasiku sejak maba. Dia juga maba, temen seangkatanku. Dia salah satu vokal di angkatanku. yahh u know who lahhh. Pembawaanya lucu :) Dia sudah mengejar mimpinya saat aku masih stagnan. Dia sudah berteman dengan senior2 saat aku masih cupu dan cuman hapal orang seangkatan. Dia sudah masuk lab, saat aku masih ragu untuk mendaftar di lab. Dia sudah menjadi ketua di acara besar, saat aku selalu menjadi koordinator Pubdok atau anggota sie2 lain.Sapa yang gak iri???aku mulai menuliskan targetku untuk menyamainya.....Di semester 2, aku berhasil menaikkan IPSku di bawahnya. aku di urutan 16, dia di urutan 14 dari teman2 seangkatan.senangnya bukan main...

Saat aku bersamanya, aku tetap saja tertinggal di belakang. Dia- sudah mengikuti berbagai lomba: menjadi finalis atau memenangkannya. Aku hanya dapat mendoakannya dan menemaninya sampai dia berlomba di Jogja. Aku hanya dapat menuliskan berita nya di website ITS.Saat dia menjadi otak pengkaderan, aku cuma warga biasa yg jarang berkontribusi (sibuk dengan kegiatanku sendiri). Pernah suatu hari dia marah karena aku lebih memilih jalan2 rafting daripada mendidik maba. Bagaimana tidak??jalan2nya dibiayai kantor gratiss dan aku juga butuh rekreasi-maaf yahhh.

 Aku hanya dapat berjalan di belakangnya. Dia berjalan di depanku semakin cepat saat dia dinobatkan sebagai pimpinan di Laboratoriumnya. Apa yg harus kulakukan???masa iya aku cuman dadah2 di belakangnya. Analoginya,Aku jalan-dia naik sepeda motor. jadi sejak saat itu aku menambah akselerasi kecepatanku. Target tiap semester semakin menggila. Dia juga selalu menyemangatiku meski kadang ngomel2 karena ga bisa mepertemukan jadwal yang selalu bentrok.

Saat ini target terdekatku
1. Jalan-jalan keluar negeri (Kuala Lumpur-Singapur)
2. Diterima beasiswa Fast Track Prancis
konsekuensinya
1. aku harus giat mencari uang. apalagi aku tidak mendaftar beasiswa yg gampang dan tidak diterima beasiswa yang sulit. Solusinya aku mencari kerja dengan cara mengelesi tiap hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis. Juga mencari tambahan uang dengan cara menulis di ITS Online meskipun tak seberapa. Rasanya sudah terbayang menara petronas di
2. bila diterima (belum tentu), aku harus kuliah S2 semester 1 & 2 berbarengan dengan kuliah S1 semester 7 & 8. nantinya semester 3 & 4 harus menyelesaikan gelar Master di Prancis selama 1 tahun. Itu artinya aku harus meninggalkan Indonesia selama 1 tahun. namun rasanya sudah terbayang-bayang kota2 di Prancis yang cantik.

Mungkin baginya,targetku kali ini sudah keterlaluan. Merasa dilupakan. Bagaiman aku dapat melupakanmu???Aku selalu mengajakmu dalam setiap mimpiku. Aku pernah menawarimu untuk ikut bersamaku ke luar negeri (KL-SIN) mumpung ada pesawat promo. Jawabmu aku tidak punya uang. Ya..sama aku juga ga punya sepeserpun, makanya aku mencari kemana-mana. Aku sudah bilang padamu akan mendaftar Fast Track Prancis. Jawabmu: aku ga pingin jadi dosen. Padahal sudah aku jelaskan itu programnya gak ikatan dinas seperti Fast Track Jerman. Aku juga pengen berfoto denganmu di bawah menara Eiffel. yahhh aku ga bisa maksa klo kamu ga mau.

Tapi bingung juga kalau km merasa kulupakan. Km marah kalau aku ngelesin karena tidak ada waktu makan malam denganmu. Lha kan bisa setelah jam 9 malam -_-,,,,, Km marah kalau aku selalu ontime bila ada liputan ndadak, yak apa lg ni juga profesiku. Klo ga cepet dateng, selak momennya ilang. Km marah kalau aku ga mendukungmu. Kuingatkan aku selalu mendukung semua impianmu, apapun itu....

Sudah sejauh ini........ Kalau km ingin aku berhenti dari pekerjaanku??OK. Km ingin aku batal keluar negeri??Gpp,,,kan aku baru beli tiket pesawat.Km ingin aku menolak beasiswa Prancis??OK. Apa maumu??asal km tak merasa sendiri lagi....

Kau tak sepenuhnya sendiri..aku kan selalu ada disini. mengapa oh mengapa dirimu penuh dengan rasa bimbang..tak perlu kau pergi tuk mencari...mencari arti cinta..... (Viera)
Read More

Kamis, 15 September 2011

Fall in Love with 2 SKS

Aku jatuh cinta. Jatuh cinta pada 2sks. 2 sks yang begitu sedikit, Kerja Praktek. Bukan kenapa, aku jatuh cinta pada suasana disini. Perpaduan alamnya antara perbukitan dan pantai yang elok selalu membangkitkan semangat di pagi hari saat aku menyetir sepeda ke tempat KP. Budaya orang-orangnya yang unik. Orang-orang di Terminal BBM Manggis yang ramah- bahkan ada juga yang agak 'autis' dan membuatku tertawa jungkir balik. Keluarga Pak Djasmani yang baik, sehingga membuatku betah tinggal disana. Masakan khas Bali yang enaakkk, pedesnya disini maknyos dah...Semuanya...


Mungkin ini note terakhir tentang Kerja praktekku, karena dua hari lagi aku akan kembali menunaikan tugas sebagai mahasiswa di kota penuh Mall. Terhitung beberapa note tentang kerja praktek telah kulempar, yaitu tentang Seminggu Pertama KP, Ramadhan Berbeda di Bali, Pariwisata di Bali Timur, dan Kata Pengantar yang diperpanjang. Berhubung ini note terakhir maka kutuliskan sisa-sisa pengalaman yang belum kuceritakan dan mungkin note terpanjang. Emm mungkin soal kuliner, ada di note selanjutnya...

Budaya

Heran banyak sekali ya hari libur disini mulai Galungan-Kuningan yang dua kali setahun (Semacam Idul Fitri, Idul Adha-Hari raya besar), sembayang purnama, nyepi, sembayang besi, sembayang uang, dll. Sembayang besi itu yaa besinya disembayangin mulai pagar, motor, mobil dll, jadi pada hari itu segala jenis besi tidak boleh dipakai dan gak bakal ada kendaraan seliweran hari itu. Kalau sembayang uang, uangnya gak boleh dipakai dulu seharian itu. Katanya biar berkah dan uangnya bisa tambah banyak. Setiap ada sembayang, libur pula sekolahannya. Dalam sebulan sekolah bisa meliburkan 5 hari tidak terhitung Sabtu Minggu. Apalagi kalau Galungan-Kuningan, bisa libur 2 minggu.

Sesaji merupakan hal yang biasa di Bali, wadahnya terbuat dari janur dan diisi nasi, bunga, dsb. Bahkan di plant saja sesaji juga bertebaran di beberapa area. Paling asyik kalau sedang hari bagus, biasanya ada upacara Ngaben. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat, terdiri dari beberapa ritual. Aku ga paham ritualnya tapi sebelum Ngaben pasti ada sembayang2 dulu dan dibikin patung2an bagus untuk dibakar. Biasanya dari pinggir jalan terlihat patung2an yang benar2 rumit pengerjaannya dan itu terjadi serempak di beberapa titik sepanjang jalan. Kebiasaan orang Bali lainnya adalah minum arak. Setiap ada pesta atau selesai upacara, minum minuman beralkohol.

Bicara tentang hal mistis, apalagi kalau bukan Leak. Sumpah horor. Sampai sekarang aku sendiri ga paham apa itu leak. Katanya Leak itu awalnya dari manusia. lalu melakukan ritual tertentu sehingga setiap malam bisa menjadi leak, yaitu semacam kepala saja dengan usus yang bergentayangan. Datangnya Leak berwujud bola api. Leak selalu mencari tumbal terutama bayi dalam kandungan. Perhatian PENTING, ibu hamil disini harus selalu membawa gunting atau bawang putih apabila akan keluar rumah, hal ini untuk mencegah Leak mengambil bayinya. Ini adalah kejadian nyata, setiap ibu yang lupa membawa barang tersebut SELALU bayinya akan mati saat dilahirkan. Bayinya akan berwarna ungu dan terdapat bekas cakaran. Leak tak memandang agama, meski muslim juga harus bawa gunting dan bawang putih. Percaya ga percaya tapi ini yang terjadi. Leak juga hanya ada di Bali, makhluk itu tidak bisa bergentayangan di luar Bali. Pendeta yang benar-benar ahli bisa menaklukkan Leak, kabarnya hanya ada 1 pendeta yang bisa.

Budaya lainnya yaitu kesadaran lalu lintas. Disini helm tidak populer. Apalagi kalau kerudungan, ga usah helm-an -Sah. Bahkan di kota besar seperti Denpasar pun, kesadaran itu masih rendah. Ikuti aja budayanya, aku ga helman kemana-mana :D kalau di dalam kota. Kalau jarak jauh, jelas aja helman. Safety number 1 (walah,,). Kalau aku pakai helm, pasti orang-orang di jalan ngeliatin. Kayak kita ini alien dari mana gitu,,,gentayangan dengan honda ber plat S. Pernah juga di rasani pakai bahasa Bali " Cewek ini kok ga panas ya pakai helm". Jadi inget PKM ku yang meningkatkan kesadaran lalu lintas untuk anak SD. Nanti slogannya bukan "Pakailah helm saat berkendaraan" tapi "Pakailah kerudung saat berkendaraan". Ckckckck....

Keluarga

Aku tinggal di rumah Pakdenya temenku satu KP,Pak Djasmani, di daerah BTN Taman Asri Subagan Karangasem. Dalam satu rumah, ada aku, Fatma-temen KP, Pak Djasmani, Bu Gigik-istrinya, Maya-anak kedua, Alan-anak ketiga, dan Ellen-anak keempat. Mari kita jabarkan satu-satu. Aku??Gak perlulah. Fatma?? Dia temen KP ku yang selalu denganku saat di Bali, kalau Sabtu-Minggu kerjanya tiduran aja. Yaudah ikutan aja hibernasi tiap Sabtu Minggu. Aku dan Fatma satu level, sama-sama imut.hoho...alias cilik. Jadinya kemana-mana kita kayak anak SMA berangkat sekolah pakai baju kerja. Fatma makannya dikiit banget, kadang ga mau makan. Beda banget ma aku yang pemakan segala pokonya halal dan bukan batu.

Pak Djasmani?? Pakdenya Fatma, kerja di Pertamina juga. Tapi dia di bagian Safety. Biasanya kalau ketemu di plant, orang-orang nyapa "Heyy Pakde, ponakannya disini". Pak Djas orangnya pendiam tapi baik. Bu Gigik?? Istrinya Pak Djas, pinter banget bikin roti. Kalau sudah terciumbau roti kukus yang baru matang, aku tergoda untuk mencuilnya,hihi...Kalau masak juga cepet banget, dalam waktu 1 jam berbagai hidangan sudah di meja makan. Paling seru kalau ndengerin ibunya cerita, bermacam hal diceritain yang bikin "Oh Oh O O". Maya?? anak kedua, dia baru masuk sekolah keperawatan di Denpasar. Kasur Maya adalah kasur yang ku invasi bersama Fatma tiap harinya. Maaf ya May,hehe. Alan??dia anak kedua, baru masuk SMA. Layaknya anak SMA pada umunya, penyuka musik2, pengen sepeda motor, dan gadget terbaru. Kalau lagi marah, biasanya nyetel musik ajub-ajub dengan keras. Ellen??anak terkecil, masih SD. Lucunya pas kutinggal mudik lebaran, Ellen nulis2 diary yang isinya sedih karena kutinggal :p


Mudik
Tahun ini jadi ikut-ikutan arus balik dan arus mudik karena jadwal lebaran di tengah kegiatan KP. Akhirnya dipilihlah jalur udara dari Denpasar-Surabaya. Ssst, itu pertama kali aku naik pesawat.Haha ndeso bgt,,,tapi cuek seh. Ternyata yang paling menyebalkan adalah: menunggu berangkat!! Minimal 45 menit harus sudah di ruang tunggu sebelum pemberangkatan. Pesawat yang kutumpangi adalah Lion Air (cari promo gitu loh) berangkat jam 09.10 dan aku berangkat dari Karangasem jam 06.00 WITA. Aku menunggu pesawat hampir 2 jam sampai mati gaya, untung aja pesawatnya gak delay (kayak biasa naik pesawat aja :p ).

Di Pesawat, aku berkenalan dengan orang dari Bali bernama Rudi. Ternyata dia karyawan salah satu hotel di Jimbaran. Dia ke Surabaya untuk mengurus VISA di kedutaan Amerika. Beberapa bulan lagi dia akan bekerja di selama 6 bulan di negara bagian Alabama. Dia juga pernah bekerja di Singapura. Berhubung aku lagi ngebet pengen backpacker ke Singapura, langsung aja tanya2 ke Bli Rudi ini.

Bangkuku yang berada di dekat jalan membuatku membuatku melongokan kepala ke dekat jendela setiap 10 detik sekali. Maklumlah baru pertama naik pesawat, jadi pengen lihat pemandangan dataran dari ketinggian. Akhirnya, Rudi mengalah menawarkan kursinya yang didekat jendela. Whoaa asiik bisa lihat pemandangan awan dengan leluasa. Bahkan aku juga ditawari kacamata karena silaunya matahari. Ternyata pemandangan Bali dari atas bagus banget mirip pantai membentang dan terlihat juga gunung agung.

Sampai di Surabaya, aku diantarkan orang tuanya Fatma sampai terminal Bungurasih. Lalu naik bis kota sampai Osowilangon. Disini aku juga berkenalan dengan orang baru, namanya Maisa. Saat pertama kali masuk ke bis, dia langsung duduk disebelahku. Mungkin karena tampangku yang tidak mencurigakan dan sama-sama kerudungan. Dia ke Gresik untuk mengujungi kakaknya yang bekerja di Smelting. Wah gini ya rasanya mudik, bisa kenalan dengan orang baru. Biasanya aku cuma mudik Surabaya-Gresik naik sepeda motor, nyetir sendiri lagi. Sampai di Osowilangon aku harus berganti len dua kali untuk sampai ke rumah. Hmm home sweet home, mari melakukan kegiatan leyeh-leyeh.

Hal ajaib yang kutemukan di rumah adalah Si Lemak masih hidup!!! Hebaat. Si Lemak adalah kucingku yang lahir saat aku kelas 2 SMP. Emm udah hampir berumur 8 tahun ini kucing,yang setara dengan umur manusia 90 tahunanlah. Hebaat....tapi kasian juga, dia jadi umbelen dan batuk-batukan gitu meski badanya tetep se gajah kucing. Lemak adalah kucing garong, jadi dia jarang pulang ke rumah. Kadang ga pulang beberapa bulan, mungkin backpacker untuk mencari daerah jajahan. Kalau pulang kadang badannya pennuh lebam. Huu dasar Lemak. Kalau dipanggil "Hey Si Lemak" selalu nyambung dan menghampiriku. Kalau aku makan, Si Lemak ga pernah nyambar-nyambar. Hanya duduk didepanku sambil melancarkan pandangan penuh harap. Kadang juga aku mengambil ikan bandeng di dapur segelontor dan kupakankan pada Lemak biar tambaah gendut (Hahaha).Meski setelahnya ibuku ngamuk2 "Litaaaa, kenapa ikannya kamu makankan kucing!!!".

Ngantor
Intermezzo:PT Pertamina (Persero) merupakan  badan usaha pemerintah yang menangani minyak bumi dan gas alam. Salah satu terminal transit milik Pertamina adalah Supplai dan Distribusi Region III Terminal BBM Manggis diresmikan pada tanggal 19 Maret 1996. UPMS V melakukan usaha dalam bidang BBM dan non BBM unit bisnis dibawah S&D Region III yang bergerak dalam bidang pemasaran dan distribusi BBM dan Non BBM/BBK untuk melayani pelanggan/konsinyasi di wilayah Jatim (sebagian), Bali, NTB, NTT dan Timor Lorosae. Kegiatan yang berlangsung meliputi pemasaran dan distribusi produk BBM yaitu solar, biosolar, minyak tanah, minyak diesel dan minyak bakar ,maupun Non BBM yaitu LPG dan Avtur. Terminal BBM Manggis ini menempati lahan 17,3 Hektar di desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. (Paragraf pertama, Bab II- Laporanku)

Awalnya berangkat ke kantor selalu jam 7 pagi, tapi sampai di kantor gak ada orang. Krik krik krik. 2 Minggu kemudian, aku selalu berangkat jam 07.30 ke kantor. Padahal perjalanan dari Subagan ke Manggis sekitar 45 menit dengan kecepatan 50km/jam. Layaknya kuliah, kalau dosennya disiplin ya mahasiswa ikutan disiplin, daripada ntar telat "Ya tutup pintunya dari luar". Kalau dosennya telatan, ya mahasiswa lebih telat lagi. Peribahasa Guru kencing berdiri, siswa kencing berlari ada benarnya juga.hehee....

Di TBBM Manggis banyak berbagai macam orang dengan berbagai rupa dan sifat. Beberapa orang di LJP seperti Pak Budi, Mas Adri, Mas Ferry, Pak Cakre,Pak Taufiq, Pak Kadek dan pak Komang sudah pernah kuceritakan di cerita sebelumnya. Lha masih banyak lagi orang-orang lainnya seperti:
-Pak Ibnu: Pengawas K3LL, orangnya tinggi dan baik hati. Pak Ibnu yang mengenalkan tentang safety saat pertama kali masuk KP. Kadang juga suka guyon "Ayo pindah ke K3LL, butuh sentuhan wanita disana". Maksudnya sentuhan wanita ya administrasinya. Akibat mayoritas 97% yang bekerja disini hanyalah kaum lelaki, jadinya administrasi agak gimana gitu...
-Pak Pilep: Pengawas QQ. Orangnya putih banget, kalau kena panas gak hitem malah merah. pak Pilep suka main ke ruangan kita yang kebetulan sebelahan. Pak Pilep orangnya asyik, suka cerita-cerita macem-macem mulai karat di pipa, korupsi, hotel bagus, kuliah anaknya di Surabaya, saat tinggal di surabaya, mudiknya dan sebagainya bahkan terkadang ceritanya diulang lagi sampai kita hapal. Pak Pilep juga sukanya guyon-guyon.
- Pak Basuki: Wah ngeri kalau ngomongin orang ini. Salah satu orang LJP yang paling kita (aku dan Fatma) hindari. Bapaknya tegas dan ngomongnya blak-blak an. Pernah juga ngerasani kita dibawah tangga-padahal kita lo d atas tangga, jelas-jelas denger lah. Haduh ampuun Bapak...
- Pak Hariyansyah: Bapak OH yang baru sertijab saat kita masuk. Bapaknya masih muda, mirip2 salah satu mahasiswa famous di ITS (Rahasiaa :D ). Bapaknya supel banget, suka ngajakin ngomong beralur tentang TBBM Manggis.
- Pak Gede: Pengawas bagian umum semacam HRD. Bapaknya baik banget juga. Pak Gede mempermudah segala urusan KP mulai ijin liburan, ijin potong waktu KP seminggu, dan administrasi KP lainnya.
-Pak Ibrohim: Gak paham aku sama orang ini. kadang kasian juga. Masa pernah tiba2 masuk ruangan saat suasana tegang dan dia ngmg "Sun itu matahari. sunrise berarti matahari terbit". ngeek ngook.....
-Mas Nurul: Salah satu OJT di TBBM Manggis. Ternyata Masnya juga dari ITS, PPNS. Mas Nurul ramah, menunjukkan berbagai hal yang ingin kita ketahui di TBBM Manggis. Baik deh orangnya..
-Mas Daeni: Tampang luar sekilas:alim. Saat dianalisa lebih jauh, haduuuh....Parahhh gilanya. Nari2 ala SNSD dan Suju di ruangan LJP, komen2 geje, guyon2 parah. Peringatan: Jangan tertipu dengan orang ini terutama saat berdua dengan Mas bergen.Waspadalah2..
-Mas Bergen: Ngakunya umur 17 tahun, tapi tampang mebuktikan 71 tahun. Kasian ya Mas ini, selalu dikambinghitamkan. Dituduh tukang sapu lah, tukang cabut rumputlah....Sabar2 kadang kejujuran memang menyakitkan (Lhoo?)
Ada juga Mas Fandi, Mas Fauzi, Pak Nyoman, Mbak Novi, Mas Novi, bapak-bapak dan ibu-ibu di kantor yang tidak bisa kusebutkan satu satu. Semuanya ramah dan bersahabat, yah kecuali segelintir orang.

Setiap harinya di kantor ya kalau nggak ikut Bapak2nya melakukan pengecekan, ikutan betulin kalau ada kerusakan, ngurus laporan, dan ngurus administrasi. Ya berkutat pada itu-itu saja. Pernah juga aku disuruh Mas Adri bikin software tentang manajemen kerusakan pada suatu tempat. Tuing tuing "Cupa help me...". Untung aja ada Cupa. Jadilah software tersebut setelah lebaran. Ini tampilannya...Bagus banget kan..

Kalau butuh software apa apa lagi pesan saja di Cr4van corp, hubungi aku. Nanti biaya bisa diatur harga teman (Haha promosi pacar sendiri). makasi ya Cupa :D, ni ta bawakan oleh2 layangan lo buat adikmu yang manis2 :D.

Di minggu terakhir, saatnya penilaian. "Yoweslah ntar diisi bareng enaknya penilainnya gimana," kata Mas Ferry. Haaaa kayak kerja kelompok aja. Padahal yang lainnya penilaiannya gak boleh dilihat sama mahasiswanya, lha ini malah.....Enak banget KP disini. Ada juga beberapa foto gila yang diambil setelah setting ATG di tangki 23 (Mas Ferry, Batas atas sama batas bawahnya udah ditambahin ta?kemaren kan belum). Ada foto lompat2, ada foto di dermaga 3, ada foto di atas rumah strainer (geje), ada juga foto di alang2 dekat dermaga 4. Mungkin ini KP paling asiik diantara teman2 sengkatan...



Kehidupan Sabtu-Minggu

Kehidupan tiap hari libur seperti lagunya Bruno Mars- The Lazy Song "Not Doing Anything". Tidur- Laptopan- Nonton Tipi- Makan- Tidur lagi-begitu berlanjut seperti lingkaran setan. Ohh Bali- aku belum menjelajahimu (Males backpack an dewean). Kapan2 saja aku akan kembali khusus untuk mbolang.

Untungnya di hari Sabtu sempat jalan-jalan ke Sukowati dan Denpasar. Jalan2nya bareng Fatma, Mas Adri, dan Mas Dani. Agenda telat merupakan sisipan wajib kalau jalan-jalan bareng Mas Adri. Pasar Sukowati Gianyar merupakan tempat wajib kalau ingin mencari oleh-oleh khas Bali. Barang-barangnya aneh2, rasanya selalu tergoda untuk membeli barang ga penting. Akhirnya kudapatkan puluhan gantungan kunci, layangan, gelang, dan baju barong. Fatma, entah apa yang dibeli- macem2 juga dapatnya. Mas Dani cuma mengincar naju barong, kayaknya dia beli lebih dari 20 potong baju dan katanya mau beli lagi bulan depan (kulakan buat kampung halaman). Mas Adri malah beli layangan -_-".

Setelah puas membeli barang aneh, kita ke Erlangga-Denpasar untuk membeli oleh2 makanan. Lalu makan ayam kalasan dan plencing kangkung. Akhirnya saya sudah hapal tabiat disini, kalau keluar makan-makan bisanya yang membayar adalah orang yang jabatannya lebih tinggi.  Yaudah, aku ga pernah ngijolin uang makan, pasti ditolak. Kalau kebiasaan mahasiswa adalah uangku uangmu, kamu makan kamu bayar, kecuali aku lagi senang hati dapet uang banyak.



Sore hari, bingung mau kemana. pengennya lihat sunset. Akhirnya dipilih cafe KU DE TA di daerah Seminyak. Ini ide dari Mas Adri. Buseet yang masuk situ mobilnya semacam jaguar, ford, dll. Tampilan cafe nya cozy banget, langsung menghadap ke pantai. Weits tidak ada yang kerudungan disini selain aku dan Fatma, kebanyakan yang datang adalah Bule. Saking ramainya, kita duduk di tanah yang mengarah laut. Saat diberi buku menu, aku langsung tercengang. Semuanya asing di mataku, bebrapa pernah kulihat di novel dan film barat yaitu sejenis bir atau anggur. Bahkan ada minuman yang harganya 23 juta. Apaan ini???Setara dengan biaya kuliahku 15 tahun. Dipilihlah Hot Chocholate yang harganya sama kayak 2 porsi hoka-hoka Bento.Untung aja dibayarin (dasar mahasiswa!!)

Namun suasana melihat sunset di cafe Bali adalah pengalaman pertama bagiku. Meliahat deburan ombak cantik dan hempasan angin laut selama beberapa jam di malam hari tak akan terlupakan.


*Ditulis saat ditinggal pembimbing (Mas Adri, Mas Ferry) jalan2 di Surabaya dan setelah mengalami shock kegilaan di FB oleh komen2 dari Mas Dani, Mas Bergen, Mas Ferry, dan Mas Adri
Read More

Selasa, 23 Agustus 2011

Kata Pengantar yang Diperpanjang

*Tulisan ini dibuat sebagai ucapan terima kasih untuk orang disekitarku saat Kerja praktek, terutama Mas (Bapak) Adri dan Mas (Bapak) Ferry. Mbulet ae sih sama 2 orang LJP ini.

Selesailah sudah, Cover sampai lampiran laporan KP berjudul :Studi Keakurasian Metering System Untuk Meningkatkan Pelayanan Mutu Di PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Manggis Bali. Langsung saja aku menuju Mas Adri untuk ACC. Heran yang paling penasaran dia sama Kata Pengantarnya. Mungkin memastikan apakah namanya ada disana. Keterbatasan kata pengantar, maka aku membuat lanjutannya disini....Mungkin lebih ke curhat, siapkan segelas kopi, tempat duduk nyaman, dan camilan bila diperlukan (Sumpah puanjaang banget Mas Bro). Semua tokoh yang terlibat disini berdasarkan sudut pandang orang pertama (aku), jika ingin membaca lanjutannya, orang di cerita ini gak boleh protes dan nilai KPnya harus diisi minimum A.Deal??Oke lanjutt...  :)

Perjalanan KP dimulai dari mengajukan KP ke Pupuk Kaltim dengan judul Analisa Sistem Tiga Elemen. Padahal sudah nanya alumni tiap hari tentang judul itu, pas ngadep Bapaknya tanpa basa-basi langsunga minta nomer alumni yang kita hubungi. Alhasil proposal kita menemui jalan buntu karena permasalahan yang dibicarakan oleh alumni berbeda dengan proposal. Sempat terpikir untuk ke Badak, tapi kan harus H minus 1 tahun. Pernah juga mau ke Asahimas, Chevron atau Total, tapi KP disana cuma 1 bulan (sedangkan minimal KP adalah 2 bulan). Pilihan terakhir adalah Pertamina Manggis Bali. Di kepalaku cuma ada "Pokoknya harus KP sekarang!!Jangan sampai molor kuliahnya".Itupun butuh perjuangan,,,, harus bolak-balik ke kantor Pertamina di Surabaya untuk mengurus Kerja Praktek.

Alhamdulillah ada surat balasan setelah menunggu sebulan lebih yaitu diterima KP. Upss bentar2, ada yang salah. Kenapa jadwal KPnya tiga bulan???Ketika semua anak belum berangkat KP, aku dan Fatma tergesa-gesa menggarap tugas Sistem pengendalian Otomatis H- 30 menit keberangkatan. Sial, nomer 3 nggak tahu jawabannya pula. "Asthy, titip kumpulkan tugasku dunk, nomor 3 skalian kerjain ya. Sumpah apikan kamu..", rayuku pada temen kosku sejurusan sambil ta tinggal melencing. Baru juga naik bis wisata komodo, sudah di SMS "El, foto profil majalah gimana??".Hhaa... Detik itu juga aku malah teringat laporan akhir PKMM yang mendekati deadline pengumpulan (ciri khasku: memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan). Kenapa aku meninggalkan banyak hal di Surabaya???Menit berikutnya ada lg SMS "Mbak bisnis plan kita lolos didanai". Alhamdulillah, tapi kapan aku ngurusnya??bagian manajer pemasaran ae lah aku.Untung aja LPJanku di BEM FTI sudah selesai, gak seperti Fatma yang masih sibuk ngurus LPJ di himpunan saat keberangkatan KP.

Kemeja. Ok. Sepatu hitam. OK. Celana kain. OK. Jas Almamater. OK. Berangkatlah pagi-pagi ke kantor nebeng mobil Pak Budi. Makasi Pak Budi.  Pertama kali dijelaskan gambaran umum tentang Pertamina Manggis oleh Pak OH lama Andarias. Trus Pak Budi ngenalin asistennya, Mas Adri. Awalnya aku bingung ini manggil Pak apa Mas. Karena tampangnya yang menipu, jadi kita manggilnya Mas aja deh (Sekarang aku dah tahu berapa umurmu sebenarnya Mas :p hohoho-sama kayak umurnya ibuku pas aku umur 3 tahun).

Hari Pertama KP-dicuekin. Yaudah aku sama Fatma nyantai2 aja di ruangan kita. Hari kedua-masih dicuekin. Haaa gak tahann gak lapo2, biasanya pencilakan "Mas, kapan ke plant??". Akhirnya Mas Adri dengan baik hati mengantarkan kita ke plant. Wah Wah Wah...baru kali ini melihat peralatan yang biasanya cuman ada di buku. (Cerita KP Pertama:http://elitachoice.blogspot.com/2011/07/kerja-praktek-di-bali.html)

Diputuskanlah aku mengambil judul mengenai ATG dan Fatma mengenai Pompa. Mas Adri bilang klo ada orang ahli instrument Mas Ferry yang lagi cuti bulan madu. Penasaran, mungkin senior kita-pikirku sama Fatma. Mas Adri sampai bela-belain nyari foto Mas Ferry yang emang sudah ada dimana-mana "Ini lo" tunjuk Mas Adri. Pas dilihat, siapa ya??hehe...

Awalnya kukira Mas Adri itu dari Jakarta, habis ngomongnya "elu gue elu gue the end". Atau ngiranya kita Mas Adri kuliah di ITB jadi logatnya kayak gitu, apalagi semua proyek disni kebanyakan digarap oleh orang ITB. Tapi lain waktu ngomongnya "Iya kah??" wah asli kalimantan ini pakai kah-kah. Namun lain hari ngomong bahasa Jawa. Eh, gak taunya aslinya dari Palopo-Sulawesi dan sekolah di Unhas. Pliss deh Mas, logatmu lo tidak mencerminkan kelahiran...

Wah soal kerapian tidak ada yang mengalahkan Mas Adri. Nempel stiker miring 5 derajad langsung di komen "Eh, miring ni". Cuek aja, kucabut stikernya- tempelin lagi yang lebih miring, beress. Tulisannya juga paling rapi sedunia cowok. Jalannya kayak di catwalk, jadi inget model2 di majalah Trubus (iki majalah opo yo..hahaha). Ga suka panas2an orang satu ini. Soal kepintaran, jangan ditanya. Cerdas banget Mas ini, kadang sok-sokan. Pasti tahu kalau ditanya soal keteknikan meski terkadang menyesatkan. Giliran disuruh nyelesain game "Ahh gampang itu, keciil" tapi nyatanya gamenya ga pernah disentuh sama sekali.

Paling lucu lihat Mas Adri lagi telepon, kayak telepon sama pacarnya. Bisa-bisanya telepon ekspresinya sambil berdandan mbenerin rambut. HHaa benar2 Mas ini ruapiii banget dah. Aku dan Fatma juga suka 'nggarai' Mas Adri, salahe bingungan. Apa dikit,bingung.Klo dia salah, malah nyalahin orang . Tipe plegmatis (menghindari pertengkaran). Cerewet banget pula orang satu ini. Deuhh...

Seminggu kemudian datanglah Mas Ferry. Bingung juga manggilnya Bapak atau Mas. Karena lebih muda dari mas Adri, jadi manggilnya Mas Ferry. Ternyata Mas Ferry juga sempat kuliah di jurusan Teknik Lingkungan yang banyak ceweknya. Lha, istrinya juga dari Tekling (cinlok semasa maba sepertinya). Mas Ferry orangnya asli Suroboyo jadi logatnya gak jauh beda dari aku dan Fatma. Mas Ferry orangnya lucu pol-polan dan baik. Mas Ferry juga orang yang jenius, bisa menyelesaikan permainan Machinarium sampai level atas dan hapal semua lirik lagu. Kalau Mas Adri ruapii, Mas Ferry kebalikannya. Pernah suatu kali minjem file "Lho Mas ini kok ada yang landscape sama potrait?"tanyaku. "Iya salah ngeplong"jawabnya santai. Benar-benar seimbang. Yin dan Yang.

Di awal bulan puasa, Mas Adri terserang penyakit. Sumpah kasian banget wajahnya pucat pasi, merengek2 trus lagi. akhirnya malah dianterin sama Mas Ferry pulang. Besoknya Mas Ferry memastikan "Bro, km sudah baikan ta Bro?,". Bentar2...ini yang muda malah ngurus yang tua. :D

Demam Harry Potter. Aku dan Fatma nonton rame-rame sama orang-orang di Pertamina Manggis. Orangnya ya itu2 saja : Mas Adri, Mas Ferry, Mas Dani, Mas Kacong, Pak Berger, Mas Fauzi, Mas Afandi. Semakin aku dan Fatma tahu kebiasaan orang kantoran yang kadang kayak anak kecil. Aku dan Fatma dijemput sama Mas Adri dan Mas Dani, makasih banyak sudah muter2 Yepo-Karangasem- Yepo- Denpasar- Karangasem-Yepo cuma buat jemput dan mbalikin kita dengan selamat. Ngakunya jam 10 sampai Karangasem, ehh molor sampai sekitar jam 11an. Hah nunggunya sampai 5 episode spongebob squarepants.

Mobil Avanza berisikan 6 orang menuju ke Denpasar demi melihat episode terakhir sekolah sihir. Mas Adri bagian driver, menyetir dengan perlahan. Sepertinya Mas ini menganut asas "Biar lambat, asal selamat". Beda banget waktu disetir oleh Mas Ferry saat pulang, ngebut "Semakin cepat, semakin baik". (lambat vs cepat) (Yin vs Yang)

Terbelalak aku saat melihat mirisnya tontonan di Bali. Apa2an ini, Se Bali bioskop cuman 1 dengan 2 studio. Di saat bisokop kota besar sudah menayangkan Transformer (Cowokku KP di Jakarta pamer nonton Harpot 2 kali dan Transformer 2 kali), aku masih mengantri tiket Harry Potter.Miris. Mana ngantrinya panjang banget, udah ngantri jam 13.30 dapet tiketnya jam 20.30. Ajuur,,,

Sambil mengisi waktu, aku dan Fatma shopping2 di matahari, orang-orang tua belanja kebutuhan sehari-hari. Setelah shopping lama, akhirnya kita nyusul gerombolan orang-orang tua itu. astaga belanjaannya??wajib ada: Mie Instant. Kasian banget, aku kuliah aja makan mi instant kalo duitku tinggal lima ribu. Ini orang-orang kaya malah makan makanan gak bergizi setiap saat. Ada juga chiki, twister,buat apa pula jelly semacam inaco. Makananya bertema mengenang kembali masa kanak-kanak. Ada pula makanan kucing mahal.

"lho aku punya kucing"kata Mas adri. "Anggora?"tanyaku. "kucing biasa"jawabnya.yahh kecewa. Sumpah dimanjain banget sih kucingnya, pake makanan Freskies segala. Udah gitu Mas Adri bangga banget pula sama MeyMey kucingnya. pamerin foto-fotonya dalam berbagai pose. Padahal tampang kucingnya jutek, mirip Mas Adri :p . Seh lucuan kucingku: Tapir, Bunny, Long-Long, nyong-nyong, Kampret, Niki, Riki, Nana, Buncil, Krucil , Lemak, Catmen, dan Belerok. Besok-besok klo udah kerja aku pgen beli kucing, udah ada namanya "Pudlle Pop" bulunya putih, krem, abu-abu.Hah pasti kucingnya Mas Adri kalah cantik...

Ternyata Mas Ferry juga punya kucing 2, namanya Yono dan Bolet (ubi rambat). Mending, dua kucing ini lebih lucu daripada MeyMey. Udah gitu dua orang ini juga masih sering bertengkar masalah kucing. Masa "MeyMey semalaman gak pulang, tiba-tiba pagi-pagi pulang sama Yono," ujar Mas Adri ngomel sama Mas Ferry. "Lho semalaman lho Yono di rumah,"bela Mas Ferry. Sumpah ngene iki ternyata yang dibicarakan pekerja kantoran di Pertamina.Pembicaraan kucing Level tinggi.

Suatu waktu, aku dan Fatma disuruh dubbing company profile. Waktu aku menggunakan headset untuk bersiap berkata ke sekian kalinya "Selamat datang di PT Pertamina Terminal BBM Manggis", Mas Ferry tiba-tiba datang. "Ngapain rek?" tanya Mas Ferry. "Ini Mas rekaman nyanyi," ujarku guyon. Eh, Mas Ferry malah nanggepi sungguhan. Alhasil Mas Ferry, Fatma dan aku malah karaokean di dalam ruangan menggunakan mini lyric di laptop dan direkam!! sungguh pembimbing kita gaul banget geto.

KP terlalu lama di Bali mebuatku galau tingkat dewo. Padahal aku kalau di Surabaya jarang pulang, maksimal pulang sebulan sekali. Kadang dua bulan gak pulang. OK OK aja. Lha disini dengan suasana berbeda membuatku semakin menggalau. Udah tiap Sabtu-Minggu cuma diisi dengan tiduran di rumah. Pliss ini Bali.... tapi aku tidak pernah menikmatinya. Senin-Jumat kerja, Sabtu-Minggu tidur. Beda banget sama sahabatku dari UGM yang KKN di pulau sebelah (Lombok). Tiap hari katanya jalan-jalan ke pantai, renang, pokoknya jalan-jalan berkedok KKNlah. Status Facebook "galau"ku semakin gencar. Apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri, semakin galau saja. Pulang-Ga-Pulang-Ga-Pulang. Kebingungan seperti megugurkan kelopak bunga loves me not.

Sempat pula terjadi tragedi pesawat sama Mas Adri yang bikin aku nangis. Hwaa,,,ini gara-gara aku selalu nepatin janji. Sebelum tragedi itu, aku bilang ke Fatma "Klo Mas Adri bohong, aku nangis,". Eh, Mas Adri bohong, ya aku nangis beneran untuk menepati omonganku. Udah pulangnya dengan santainya nanya "Lho lit, gak jadi pulang??". Haduhh mas iki nggarai aku nyanyi lagunya Sherina 'Gregetan'. Tapi ta pikir2 Mas Adri orangnya baik banget, jadi aku gak mungkin marah sama dia. 

Tiba-tiba sorenya,Mas Ferry yang baru nyampai Surabaya telepon Fatma gara-gara statusku yang menggalau. Hiks jadi terharu. Makasi Mas Ferry, bener2 kayak Bapak yang baik. Semoga cepet punya anak yang berbakti ya Mas... Kalau Mas Ferry=Bapak yang baik. Mas Adri=Kakak baik hati yang manja dan gak peka.Semoga Mas Adri cepet nemu pasangan hidupnya dan peka terhadap cewek.Buat apa Mas punya uang banyak tapi ga ada istri dan anak yang dibahagiakan.....

Bapak2 LJP di Pertamina juga baik buanggeet. Pak Komang, Pak Cakra, Pak Made, Pak Taufiq, Pak Dani. Pak Komang bantu KP kita, bela2in manjat pipa buat bantu perhitungan pompanya Fatma. Pernah juga diajak ke dermaga 4, ditraktir minum. Pernah aku ke plant sama Pak Komang, Fatma sama Pak Cakra. Bebincang-bincang "Ayahmu kerja apa?" tanyanya. "Udah gak ada Pak,". Ekspresi Pak Komang kayak sedihh banget, duuh merasa bersalah aku. Tau gitu ngomong ayahku supir ta kuli ngunu. Lain waktu aku keluar dengan Pak Cakra, diceritain kehidupannya sebagai pekerja outsorce di Pertamina. Sedih juga, tamparan untuk orang yang selalu hidup di zona nyaman.

Pengakuan dosa: Yah terkadang aku di ruangan ga cuman garap laporan atau administrasi aja. Seringnya main game online Pet Society. Aku main game saat pertama kali masuk KP,level 0. Sekarang game ku sudah level 31.hahaha....Terkadang juga aku dan Fatma menggila karaokean dan menari-nari bak keong racun di ruangan. Aku lebih parah, terkadang nyoba tariannya SNSD. Kadang juga ngerasani Mas Adri dan Mas Ferry (aku jujur kan). Peace v(^_^)


Mas Adri, Mas Ferry, Pak Komang, Pak Cakra, semua yang ada di Pertamina Manggis membuatku semakin semangat untuk belajar lagi. Kangen dengan transformasi laplace, trasformasi Z, metode Routh-Hurwits, control PID (Proporsional, Integral, Derivative),dll meskipun sulit ternyata semua ilmu tersebut berguna. Maskipun ga secara langsung, paling tidak membentuk pola pikir kita. KP kali ini membuatku semakin senang mempelajari bidangku. Magang di Pertamina membuatku sadar akan profesi engineer dalam tim, ga seperti saat aku magang menjadi wartawan tahun lalu( http://elitachoice.blogspot.com/2011/08/mimikri.html).

Aku mencintai profesiku bila menjadi (calon) engineer. Tapi mungkin hanya 5 tahun-10 tahun sajalah bekerja sebagai engineer. Teringat dosenku berbicara "Sudahlah kalian dididik  bukan menjadi pesuruh perusahan2 saja. Bekerjalah kalian di Pemerintahan, bidang energi, bidang teknologi, bidang penelitian, bidang ruang angkasa. Jangan sampai bidang2 itu dijabat oleh orang yang tidak tahu apa-apa".Ta pikir2 bener juga Bapak ini. Aku sering mewawancarai orang bergelar Profesor yang memiliki penelitian super top. tapi saat aku tanya "Pengaplikasiannya dalam bentuk massal bagaimana Pak?". Semua jawabnya "Tergantung pemerintah, kita hanya menyiapkan teknologinya saja". Jyooh kita dah pinter tapi klo sistemnya gini-gini aja ya kapan canggihnya, jawaban aksinya adalah dengan masuk sistem!

Atau ada suatu cerita yang benar2 menyindir yaitu pembicaraan antara orang sukses cumlaude yang bekerja di perusahaan Oil & Gas dengan teman semasa SMAnya yang menjadi pengusaha. "Aku engineer sukses bro di perusahaan asing Oil and Gas, kapan2 saya kepengen jadi CEO". Ternyata temannya yang notebene IQ nya lebih rendah dibanding engineer itu malah lebih sukses. Dia memiliki banyak perkebunan dan pegawai.Benar, jika ingin kaya tirulah kelakuan orang kaya (Tung Desem Waringin) "Orang miskin bekerja sendiri-penghasilannya 1, orang kaya mempekerjakan orang lain-penghasilannya 1x jumlah pekerja"

Jadi kuambil kesimpulan mengenai cita2ku: Aku ingin menjadi orang yang (LEBIH) bermanfaat dengan memakai dasar ilmu engineer (pengendalian sistem kan juga bisa diterapkan di kepemimpinan kan). Beberapa kisah orang sukses yang kuwawancarai (CEO BukitAsam dan Dirut Telkom) memulai semuanya dari bawah. Samalah aku juga mulai dari bawah :p terinspirasi kisah sukses mereka, aku akan membuat kisahku sendiri...

Terima kasih Pertamina Terminal BBM Manggis yang mengajariku banyak hal...
Read More

Senin, 22 Agustus 2011

Mimikri


Magang sebagai 'pembantu' engineer di Pertamina membuatku teringat akan pengalaman magang sebagai wartawan setahun yang lalu di media online Detik. Kupostkan lagi saat-saat terindah magang sebagai wartawan. Secuil pengalaman selama kurang sebulan magang jadi wartawan (Sbtu-Minggu pulkam. Kadang mbolos cos ada urusan)

Ternyata....
wartawan itu harus bisa makan dengan 3 garpu, 2 sendok, satu pisau, sapu tangan
biar bisa makan di hotel bitang lima sambil bercakap-cakap fluktuasi ekonomi Indonesia dengan bos-bos perusahaan

(Saat itu aku ikut press meeting dengan perusahaan makanan otak ternama, bertempat di hotel Shangri-La. Seusai pertemuan, kita makan di restoran hotel. Wuih seumur2 aku makan di hotel berbintang ya itu, bagus banget, banyak bulenya, ku kayak di dalem tivi. Makanan enak berlimpah, tinggal ambil. Tapi baru aku sadari, aku nggak tahu cara ambil makanan. Mana sendoknya ada banyak, garpunya banyak, untuk apa pula ada pisau di meja. ARKH Sumpah katrok aku....Saat makan, bos2 nya ngomong sembarang kalir tentang perekonomian. Daripada ku ngoplo, kuputuskan beranjak dari sana meskipun aku masih pengen makan sushi yang aku nggak tahu gimana cara makannya. Padahal juga dokter muda dari Singapur itu beneran cakep :p)

wartawan itu harus ngerti bahasa Inggris
biar ngerti kalau Pak Rektor lagi bicara pesawat dengan orang dari Jepang
biar ngerti kalau eksekutif muda dari singapore itu ternyata bedarah Indonesia

("was wos was wes"-hee mataku semakin berkunang-kunang. Sinyal antenaku nangkep beberapa omongan di ruangan ini yang berisi Pak rektor, Pak Pak Dekan, Pak Rektor Kumamoto dan stafnya. Ada yang salah, aku cuma mahasiswa dan cewek sendirian. mana saat itu kebelet, tapi org2 penting itu blm berhenti ngomong.mana yang diomongin tentang basa-basi aja.haduu...)

wartawan itu harus tega
biar bisa foto mayat korban kecelakaan kereta api
(Saat terjadi tabrakan kereta. aku yang ngeri dengan darah. Berusaha menjauh-jauh. tapi aku harus ambil foto. sekilas kulihat jari mayat boncel dan kulitnya memucat. Hiiy)

wartawan itu harus punya teman sesama wartawan dari media lain
biar bisa nggosip ma minta foto dengan wartawan lain saat ada acara

wartawan itu harus dandan
biar ga dibilang kumus2 saat menghadiri pemecahan rekor MURI kelas kecantikaan
(Aku cewek khas ITS.Polosan. Kecil. Kerudungan. Sepatuan. Bawa tas ransel kumel. Datang ke jatim Expo tentang acara kecantikan "Pemecahan rekor MURI beauty class". HHaaa. Mana yang lain make up an. Trus media dipersilahkan makan dengan artis. Selamat Anda orang terkucel-pikirku)

wartawan itu harus bisa ngebut
biar ga ketinggalan momen kecelakaan kereta api

wartawan itu harus tahu jalan
biar tahu kalau ternyata Jl.Girilaya tu tempat lokalisasi Dolly
(Saat itu aku mendapat liputan pelatihan pembuatan makanan di Jl.Giriliya. Aku yang gak tahu jalan tanya temenku. "Jl.Girilaya itu lokalisasi Dolly,El". O o o....akhhirnya selama 2 tahun di Surabaya, aku tahu dimana Dolly!!Prestasi)

Wartawan tu harus mau berdesak2an dan panas2an
biar bisa kedengeran narasumber bilang apa saat terjadi penggusuran

wartawan itu harus punya SIM
penting ini biar ga kena razia Pak Polisi

(karena saya tidak punya SIM, saya pernah terkena razia. Ajaibnya saya lolos dengan kata "Saya ini wartawan, Pak," kataku. "Oh ati2 di jalan ya Mbak," kata Pak Pol membebaskanku.)

wartawan itu harus ngerti berbagai bidang
harus tahu kalau ternyata kernosin itu bagian dari asam amino- protein yang dibutuhkan otak
harus tahu kalau ternyata Ridho itu korban kecelakaan gas elpiji 3kg dari Bojonegoro
harus tahu kalau tiap jam disuatu rel tu melintas 5 kereta api dengan kecepatan tinggi
harus tahu kalau.kalau.jika.sebenarnya.....

Selebihnya, kreatif, peka, PD,cepat, adaptif, supel

Seperti bunglon yang bermimikri
Harus bisa menyesuaikan diri dengan tempat dimana dia berada
Jika di pohon, dia berwarna hijau
Jika di tanah, dia berwarna coklat hitam
Tapi dia tetaplah bunglon takkan bisa berubah menjadi pohon atau tanah sepenuhnya
Karena dia juga punya jati diri sendiri....

Sudah saya putuskan beberapa tahun kedepan saya akan menjadi....

ENGINEER!  
Read More

Sabtu, 20 Agustus 2011

Imajinasi Masa Kecil-Arek Ndeso...


"Pesaaawaaaat njaluk duwite" teriakku berkali-kali setiap ada pesawat lewat saat aku berumur lima tahun.Sepertinya pesawat adalah benda sophiscated nan mewah. Logikanya, hanya orang berduit yang bisa naik pesawat. Mungkin aja orang berduit dermawan dan ngelempar-lempar uang dari pesawat, kan lumayan gitu. Sempat terpikir saat itu untuk membuat layangan yang didesain dengan kantong untuk menyimpan uang yang diberikan dari pesawat. Jadi uangnya tak melayang-layang dan nyasar ke anak lain yang minta duwit dari pesawat juga.

Benar-benar terkadang imajinasi masa kecilku melampaui gila. Pernah suatu hari mendapat pelajaran "Bumi itu bulat". langsung aku kumpulkan puluhan biting pentol dan sapu lidi untuk kumasukkan ke dalam tanah. Tujuannya adalah "menembus"kan biting tersebut sampai negara Cina. Beberapa minggu setelahnya aku baru sadar saat melihat peta ternyata jaraknya amat2 jauh dan tak terbayangkan harus memakai berapa milyar-milyar biting untuk menembus bumi. Pernah juga aku jerit-jerit ke ibuku "Maaa, ada komodo", sambil nunjuk tiga ekor kadal di belakang rumah yang lagi berjemur. Salah siapa juga buku RPUL bikin gambar komodonya kecil banget mirip kadal. Padahal waktu itu aku udah bangga gara2 ada hewan langka di rumahku.

Hobiku waktu kecil adalah belajar di atas pohon Kersen yang tumbuh di peternakan ayam belakang rumah. Berbekal kursi plastik, kresek, buku, dan peralat menulis, aku mulai memanjat pohon Kersen dengan bantuan kursi. Hal pertama yang kulakukan adalah memetik cherry abal-abal bernama kersen yang berwarna merah dan kumasukkan ke dalam kresek. Kersen tidak kenal masa panen, setiap hari kupetik puluhan kersen sampai kresek hitamku penuh!! Lha Kersen itu kubuat camilan saat aku sedang belajar di induk pohonnya (asli dari alam cuyy). Sambil sesekali menutup hidung karena pup dari ayam yang suka ikutan di pohon Kersen, kupelajari banyak ilmu dan kudapatkan sejuta inspirasi disana.

Lain halnya dengan pohon Asem Jawa disebelah pohon Kersen, Pohon ini lebih tinggi lagi. Kalau memanjat butuh perjuangan sampai berdarah-darah kegores kulit batang yang kasar. Suatu kepuasan tersendiri saat sampai di ujung pohon Asem. Terlihat kota Gresik yang penuh kepulan asap. Lha inilah tempat favoritku untuk karaoke. Semilir angin menggoyangkan badanku yang nemplok d ujung dahan seperti kera sakit. Imajinasiku saat itu adalah: Aku adalah Kapten Kapal besar dan sedang melihat keadaan lautan untuk mencari daratan. Akulah Colombus yang mencari benua America. Akulah Marcopolo.Akulah Amerigo Vespucci. Hadeehh ini gara2 kebanyakan baca buku 100 tokoh berpengaruh dalam sejarah-Michael H Hart milik ibuku, guru sejarah.

Kegiatan bodoh lainnya yaitu membuat kembang api dari puluhan ekor capung. Tidak peduli sepanas apa terik matahari, aku tetap berangkat ke lapangan dengan raket bulu tangkisku dan wadah plastik. Plak-plok-plak-plok...Berbagai gaya kuperagakan mulai smash, ngesot, melompat, nyeruduk, dan nyungsep, asalkan bisa mendapat capung. Biasanya dapet capung warna hijau dan biru, kadang dapat capung ukuran jumbo. Lha capung itu dimasukkan ke dalam wsat adah plastik. Nanti bila terkumpul banyak, wadah plastiknya dibuka dan terbanglah capung yang tadi ditangkap. Inilah kembang api capung...Terkdang ada juga capung yang kurang beruntung, mati di tanganku. Yah kebanyakan sih gara-gara kepenyet raketku. Capung ya mati kumakamkan, ditaburi bunga, dan kubacakan Al-Fatihah (gini2 aku juga berperi-kecapungan).

Mungkin memang takdirku untuk menjadi enginneer. Saat aku belum bisa berdiri dan masih merangkak-rangkak, aku sudah mengenal tang, kunci inggris dsb. Kakungku suka nyuruh-nyuruh aku ikut nukang waktu masih bayi sih. Kegemaran yang kusenangi selanjutnya adalah menggambar!! Mencoretkan pena di kertas itu seperti bernafas, aku menggambar tanpa berpikir. Pernah juga aku membangun rumah kecil berukuran 2x1 meter dari kayu pohon untuk tenda-tendaan. Namun cita-citaku saat itu adalah dokter!!!Yah 85% anak kecil bercita2 menjadi dokter.

Ingin rasanya kembali seperti dulu. Bebas berimajinasi. Bebas memikirkan segala hal tanpa keterbatasan logika. Yeps Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas, sedangkan imajinasi seluas langit dan bumi. (Albert Einstein)
Read More

Kamis, 18 Agustus 2011

I-Rainbow, Pelangi Imajinasi untuk Arsitektur Bangunan Hemat Energi


Eh, baru nemu file2ku tentang hal hal imajinatif yang mungkin dilakukan. I-Rainbow (Imagination-Rainbow). ayuuk bikin pelangi buatan di rumah kita....


Latar Belakang
Kebutuhan energi di Indonesi dari tahun ke tahun meningkat secara eksponensial. Pada tahun 2010 kebutuhan energi mencapai 5000 PJ/a dan diperkirakan pada tahun 2035 meningkat hampir empat kali lipat dari kebutuhan energi di tahun 2010 (Joko,2009). Kira-kira 24% dari total energi digunakan oleh bangunan, dan 35,8% dari energi pada bagunan digunakan untuk sistem pencahayaan.Maka dari itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengurangi konsumsi energi di pencahayaan bagunan.


Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan daylight pada ruangan indoor. Hal ini cocok untuk diterapkan di Indonesia yang terletak di daerah tropis. Hampir setiap harinya Indonesia terkena paparan sinar matahari.
            Hal ini menimbulkan masalah baru dalam hal estetika saat menggunakan pencahayaan matahari sebagai pengganti lampu saat siang hari. Pada beberapa bangunan seperti pertokoan, kantor, dan tempat rekreasi tetap menggunakan pencahayaan lampu dengan alasan estetika. Sebenarnya hal tersebut bisa direkayasa dengan menggunakan permainan cahaya yaitu dengan membuat pelangi buatan dengan kaca yang indeks biasnya sesuai fungsi panjang gelombang.


Tujuan
            Tujuan dari gagasan tertulis ini adalah mendukung gerakan hemat energi dari segi estetika bagunan yaitu dengan membuat pelangi imajinasi pada bangunan hemat energi.
Manfaat
            Beberapa kegunaan yang diharapkan adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti : Dapat merancang suatu pelangi buatan denagn prinsip disperse pada cahaya matahari.
2. Bagi Institusi: Bisa digunakan sebagai salah satu refrensi dalam bidang arsitektur bangunan hemat energi dengan pencahayaan matahari.
3. Bagi Masyarakat: Dapat diterapkan dalam mendesain suatu bangunan hemat energi tanpa mengesampingkan segi estetika.

GAGASAN
Daylight Pada Rumah Hemat Energi
Desain penting pada rumah yang hemat energi adalah pemanfaatan sinar matahari untuk pencahayaan pada rumah anda saat pagi siang dan sore hari berikut ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam desain arsitektur rumah hemat energi.
            Penggunaan pencahayaan alami pada siang sampai sore hari bisa dimaksimalkan dengan beberapa cara. Menanam pohon di sekitar rumah dapat menurunkan suhu bangunan rumah di siang hari. Tinggi standar bangunan berlantai 1 adalah 2,5-3 meter. Bangunan yang terlalu pendek akan lebih pengap pada saat cuaca panas terik. Makin tinggi atap, makin sejuk. Ini bisa kita buktikan pada beberapa bangunan tradisional Indonesia. Namun bangunan rumah tetap harus didesain dengan baik dengan skala yang proporsional.
            Atap yang digunakan berupa bahan bening seperti kaca. Bahan bening dapat menyerap 90%  panas matahari (Prianto,2010). Selain itu, bahan kaca juga dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam ruangan.

Read More

Memimpin Seperti Umar bin Khattab

Semakin ruwet saja bila melihat dunia kepemimpinan  di negara tercinta ini. Terdakwa korupsi yang sengaja mengolor-ngolor waktu sidang dan berusaha membela dirinya tidak bersalah. Ada juga koruptor yang sudah dipenjara bisa-bisanya jalan-jalan ke Bali di masa tahanan. Lain halnya dengan 'N' yang melarikan diri sampai keluar negeri untuk menghindari kasusnya dan akhirnya tertangkap baru-baru ini.

"Ini kesalahan sistem", seringkali kudengar alasan klise seperti itu di acara diskusi Televisi. "Meskipun kamu tak mau korupsi, lama-lama tergiur juga bila sistemnya semuanya korupsi dan kamu akan terlindas", lagi-lagi kudengar pendapat yang menyesatkan saat berbincang dengan kawan-kawan. 

Disaat Pemimpin melakukan korupsi...
Khalifah Umar pernah didatangi putranya saat dia berada dikantornya kemudian bercerita tentang keluarga dan masalah yang terjadi di rumah. Seketika itu Umar mematikan lampu ruangan dan si anak bertanya, sebab apa ayah mematikan lampu sehingga hanya berbicara dalam ruangan yang gelap, dengan sederhana sang ayah menjawab bahwa lampu yang kita gunakan ini adalah amanah dari rakyat yang hanya dipergunakan untuk kepentingan pemerintahan bukan urusan keluarga.

Padahal jika dinalar, minyak yang dihabiskan untuk menerangi pembicaraan malam itu mungkin hanya beberapa tetes. Mungkin kisah diatas tak adil apabila dibandingkan dengan jaman sekarang yang serba butuh dan serba modern. Tapi apa perlu pemimpin teras atas menggunakan mobil dinas keluaran terbaru jika masih bisa menggunakan mobil yang biasa saja atau naik angkutan umum. Apa benar-benar dibutuhkan untuk mengadakan pertemuan di luar negeri hanya untuk rapat, apabila bisa dilaksanakan di tempat yang sudah ada. Apa perlu menuntut suatu kenaikan gaji apabila gaji sekarangpun sudah ‘diatas rata-rata’.

Disaat  Pemimpin dzalim...
Seorang Yahudi tua mengadu pada Umar karena tanahnya akan disita secara paksa untuk dijadikan masjid oleh Gubernur Amr Bin Ash. Lalu Umar memberikan memberikan sepotong tulang kepada Yahudi tua untuk diberikan kepada Gubernur Amr. Kebingungan, Yahudi tua itu menyerahkan tulangnya kepada Amr. Anehnya lagi Amr langsung memerintahkan untuk membongkar masjid yang hampir jadi dengan wajah ketakutan. Ternyata tulang tersebut berisi peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores di tulang, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif dan bila  tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala gubernur.

Terkadang kepentingan golongan di atas kepentingan bersama. Contoh kasus disekitar kita,penggusuran akan dilakukan apabila tol tengah Surabaya akan benar-benar dibagun. Lagi-lagi yang diuntungkan hanya beberapa golongan yang dapat menggunakan tol, siapa lagi kalau bukan golongan bermobil mewah. Keadilan seakan hanya berpihak pada golongan tertentu.

Disaat Pemimpin memamerkan kebaikannya...
Salah satu kebisaan dari Umar yang sangat luar biasa adalah melakukan pengawasan secara langsung kepada rakyatnya dengan berkeliling kota sendirian. Suatu hari ketika Khalifah sedang "ronda" mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari jendela ia mendengar, sang ibu  sedang berusaha menenangkan anaknya yang kelaparan. Si Ibu itu berpura-pura merebus batu untuk menenangkan anak-anakanya. Sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah.

Malam itu juga Umar menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk  diberikan kepada keluarga tersebut. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak  mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian  menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang.  Keluarga itu tidak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khattab.

Terdengar tak masuk akal apabila ada seorang pemimpin sekelas kepala negara terjun langsung ke lapangan tanpa ada siaran heboh. "Kapan mikir starategisnya jika tiap hari terjun langsung?". Jangan salah, Umar merupakan salah satu tokoh yang masuk dalam tokoh berpengaruh di dunia karena kecerdasannya dalam pengaturan strategi negara. 

Di masa kepemimpinan Umar, Al-Quran dibukukan dalam bentuk mushaf, dibangun balai pengobatan, perkantoran, pembuatan mata uang dirham, pembuatan kas negara, audit para pejabat dan pegawai, dan sebagainya. Daerah kekuasaan juga semakin meluas sampai Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tripoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo. Sebuah tamparan bagi pemimpin masa kini yang cenderung selalu berpikir strategis

Mungkin kita bukanlah Umar bin Khattab, namun tak ada salahnya berusaha menjadi pemimpin seperti beliau. Pemimpin bukanlah sebutan untuk kepala negara saja atau orang yang memiliki jabatan tinggi saja. Semua orang adalah pemimpin bagi dirinya masing-masing. Terkadang musuh terbesar yang sulit ditaklukan adalah diri sendiri. Tak ada salahnya melawan sistem apabila kita yakin benar. Pemimpin bertanggung jawab, jujur, dan adil dimulai dari diri sendiri.

Read More

Selasa, 16 Agustus 2011

Ibu=Mamak #Curcol (Curhat Colongan)

Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia...


Ibuku berbeda dengan ibu yang lain. Ibu yang acapkali kupanggil 'mamak' ini hanya ada ada satu di dunia. Mamak adalah superwomen, bahkan lebih hebat lagi. Peran ganda dilakoni ibuku sebagai pencari uang dan juga mengasuh anak. Pekerjaan sebagai guru di sekolah ecek-ecek pun dikerjakan saat aku masih balita. Katanya saat itu gajinya hanya 50rb per bulan (setara dengan 500.000 saat ini). Semua itu hanya untuk membelikanku susu bermerk dan menyekolahkanku di TK bergengsi. Setiap pagi selalu merapikan bajuku, menyisir rambutku sebelum berangkat ke TK. Setiap malam mengajariku berbagai ilmu dari membaca sampai berdebat soal politik di berita TV. Makanya aku sekarang heran kenapa anak jaman sekarang bangga banget klo sudah bisa baca tulis pas TK. Lha aku TK aja bacaanku koran, karena membeli buku cerita terlalu mahal. Pernah suatu hari mamak menghadiahkanku buku cerita hitam putih 10 lembar, aku senangnya minta ampun.

Mamak juga selalu berusaha membahagiakanku dengan mengajak berjalan-jalan ke alun2 kota. Aku tidak peduli dengan teman-teman yang memamerkan rekreasinya ke mall Surabaya atau Malang atau lebih jauh lagi. Aku sudah sangat beruntung juga di sekolahkan di SD Islam yang juga favorit di kotaku. Setiap hari diantarkan mamakku dengan naik sepeda engkol warna pink. Mendaki tanjakan dengan semangat, di saat sepeda motor saling salip-menyalip. 

Kukalahkan hapalan perkalian anak kelas 5 SD, saat aku masih kelas 1SD. Ini juga berkat Mamak yang selalu memberikan les privat setiap malam dan jurus rahasia perkalian jari. Bajuku-bajuku tak pernah kalah bagus dengan teman-teman SD yang basis kerja Bapaknya di Petrokimia atau Semen Gresik. Ini karena mamakku selalu membelikanku pakaian mahal, meski hanya sekali menjelang hari raya Idul Fitri.

Mamak adalah ibu terhebat, bahkan sampai saat ini. Di umurnya yang menginjak 45 tahun, masih semangat bekerja untuk menyekolahkanku sampai bangku kuliah. Langkahnya yang terseok-seok karena kecelakaan tiga tahun lalu, tak memudarkan kegigihannya naik bis untuk mengajar di SMK Cerme yang jaraknya 40 km dari rumah.

Meski suka berteriak-teriak, Mamak orang yang sabar menjalani hidup
Meski pernah menyabetku pakai sapu lidi, Mamak selalu mendoakanku tiap saat
Meski suke rebutan TV (aku: spogebob; Mamak:sinetron), Mamak gak kayak orang di sinetron kesayangannya yang lebay-lebay
Meski suka ngeluh "ga ada uang lagi",  Mamak selalu memberiku uag jajan tiap hari dan tak pernah kurang sepeserpun

Aku masih ingat senyum gembira Mamak saat melihat nilai raporku bagus, hanya itu yang aku bisa berikan
-Nilai-
-terkadang baju baru (itupun uangnya juga kalau ditelusur dari Mamak)-
Hanya sebatas itu yang aku bisa. Betapa malunya aku hanya memberikan itu....
Aku berjanji setahun lagi akan kuhadiahkan sebuah kado kecil; kubawakan nilai cumlaudeku untukmu di Graha ITS seperti impianmu

Aku sayang kamu, Mamak
(Rasanya kata-kata benar-benar kurang dari cukup)


*17 Ramadhan #nangis bawang putih...
Read More

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena