a choice that change my life

Jumat, 26 April 2013

Petualangan di Kamboja (6): Museum Genocide di Choeung Ek, Mengerikan!

Musem Genocide atau Killing Field ini terletak 15 km dari kota Phnom Penh. Sumpah ini adalah museum horor yang pertama kali kukunjungi. Bahkan saat aku menulis posting ini tengah malam sambil menggali informasi dan mencari foto dokumentasi tentang Museum ini, aku merinding sendiri. Apalagi tengkorak manusia masih kerap ditemukan setelah hujan. Museum ini juga tergolong baru karena diresmikan sekitar tahun 2005. Korban yang dibunuh disini antara 1975-1979. Sejarah Kamboja Saat Rezim Pol Pot Sejarah sedih rakyat Kamboja dimulai...
Read More

Petualangan di Kamboja (5): Mengupas Kehidupan Cambodian di Phnom Penh

Pertanyaan besar tentang kehidupan di Kamboja (http://elitachoice.blogspot.com/2013/04/petualangan-di-kamboja-1-sekedar-review.html) membuatku berpikir pasti ada sesuatu yang buruk menimpa negara ini. Ternyata itu memang benar adanya. Pertanyaan itu terjawab saat aku mengunjungi Phnom Penh, terutama di Museum Genocide, Choeung Ek. Ini adalah pengalaman pertamaku berwisata menakutkan dan mendapat banyak hikmah. Royal palace (Throne Hall) di Kamboja. Kami berangkat menuju Phnom Penh- ibukota Kamboja dari Siem Reap. Kami naik...
Read More

Rabu, 24 April 2013

Petualangan di Kamboja (4): Sejarah Angkor, Bekas Kerajaan Terbesar di ASEAN

Menjelajahi tempat sebesar Angkor Wat membuatku bertanya seperti apa kehidupan kerajaan ini dulunya? Sekilas aku bandingkan dengan pusat kerajaan Majapahit di Mojokerto, daerahnya memang luas namun menurutku candinya sudah banyak yang hancur, beberapa yang tersisa seperti: Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Kolam besar dan sebagainya. Berikut ini cerita yang kutulis saat menyambangi situs Majapahit http://elitachoice.blogspot.com/2012/01/menelusuri-sejarah-majapahit-di.html . Aku berpikir seharusnya pusat Majapahit...
Read More

Minggu, 21 April 2013

Petualangan di Kamboja (3): Angkor, Bekas Kerajaan Terbesar di ASEAN

"How many temple in here, Bong?" tanya Dini (Bong adalah panggilan 'Pak' di Kamboja). "Many," jawab Bong tuk-tuk asal. Ehh bercanda Bapak tuk-tuk ini,pikirku. Namun saat kulihat buku panduan Siem Reap, aku kebingungan sendiri menghitung jumlah temple yang ada di kawasan Angkor ini. Temple yang tercatat di buku tersebut berjumlah 55. Pantas- many! Kami berangkat pagi buta dari hotel sekitar jam 5.30, padahal janjinya jam 05.00. Gara-gara kami pulalah pemilik hotel kerepotan menyiapkan sarapan dan membungkus roti baquette bagi kami...
Read More

Petualangan di Kamboja (2): Wisata Sedih di Danau Tonle Sap

Sekitar jam tiga pagi dini hari, kami berenam (Aku, Dini, Putri, Zjahra, Kak Lila, dan Odi) sudah bersiap di depan toko 108 sambil terkantuk-kantuk. Sekitar lima belas menit kemudian, van yang akan membawa kita ke Aranyaprathet datang. Lalu van ini berputar-putar dahulu di daerah Taladthai untuk menjemput penumpang lain. Perjalanan ke perbatasan memakan waktu sekitar 5 jam. Kami diturunkan di dekat pasar border. Setelah tanya kesana-kemari, ternyata kami harus berjalan kaki sekitar 50 meter ke kantor perbatasan. Saat itu terlihat antrian...
Read More

Kamis, 18 April 2013

Petualangan di Kamboja (1): Sekedar Review (Kamboja dan ASEAN)

Awalnya aku memang berencana mengelilingi ASEAN tahun ini, ternyata rencana ini juga disetujui oleh beberapa teman Indonesia yang berkuliah disini. Rencananya kami akan mengintari negara yang dekat dengan Thailand dan bisa ditempuh dengan jalur darat: Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Myanmar merupakan opsi terakhir karena negara tersebut bisa dibilang masih rawan konflik dan terhitung baru tahun ini membuka kesempatan lebar kepada wisatawan asing. Akhirnya dipilih dua negara untuk melangsungkan trip pertama yaitu: Kamboja dan Laos....
Read More

© 2025 More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena