a choice that change my life

Senin, 11 Maret 2013

Cerita Mudik (II): Eksotisme Phi Phi Island

Pernah nonton film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio? Jika belum, berikut ini cuplikan filmnya https://www.youtube.com/watch?v=1EJ1T0cf-Wk . Pertama kali aku menonton film ini mungkin saat aku di bangku SMP atau SMA. Aku ternganga oleh keindahan pantai yang ada di dalam film. Airnya berwarna biru susu sampai hijau toska, pulaunya terpencil, dan dikelilingi tebing yang tinggi. Saat itu aku bergumam kapan aku bisa ke tempat seperti ini. Lalu aku melihat foto pantai yang mirip di The Beach yaitu di Pulau Sempu di Malang. Aku bertekad akan pergi ke Pulau Sempu, tapi niat itu belum terlaksana sampai sekarang. Belakangan aku tahu kalau latar belakang di film The Beach adalah Phi Phi Island Thailand. Aku belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi Pulau Sempu,tapi diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke Phi Phi Island :D

Tentu saja Phi Phi Island menjadi destinasi wajibku saat menjelajah Thailand Selatan. Aku memilih rute Phuket-Phi Phi Island-Krabi karena aku akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia dan sepertinya Krabi merupakan destinasi yang worth to see. Kebanyakan agen travel menawarkan harga 1200 Baht untuk paket   Phuket-Phi Phi Island-Phuket, bahkan bisa ditawar sampai 1000 Baht. Sedangkan aku sendiri membayar 1500 Baht untuk Phuket-Phi Phi Island-Krabi. Kupikir-pikir tak apa-apa selisih sekitar 300 Baht, itung-itung  itu biaya naik bis Phuket ke Krabi, dan lebih menghemat waktu jika naik boat ke Krabi.

Tour Phi Phi Island

Kami dijemput oleh agen travel jam 7 pagi dan diantar ke pelabuhan Phuket. Disana sudah menanti cruise berwarna putih dan memiliki dua lantai. Kami memilih duduk di lantai teratas karena bisa melihat pemandangan dengan jelas. Saat cruise melaju, aku masih terbengong. Kok bisa ya aku berada di kapal mewah? Merasa hina menghabiskan uang untuk liburan mewah seperti ini. Apalagi saat kulihat ke sekeliling cruise, semuanya orang kulit putih atau Asia Selatan. Hina hina...lha aku tipikal perempuan yang biasa hidup pas-pasan disuguhi fasilitas eksklusif seperti ini. Lalu aku mikir, gak papalah sekali-sekali hidup mewah. Kapan lagi bisa liburan saat masih muda? Lagipula ini pengalaman berharga yang baru pertama kali kurasakan.

Cruise melaju di laut Andaman selama hampir dua jam. Angin laut semilir menyejukkan. Dimana-mana terlihat pasangan honeymoon. Aku dan Nuril cuma bisa menelan ludah. Tiba-tiba pasangan yang duduk di depan kita berciuman. Ngiiikk.... "Kesalahan ril aku berangkat jalan-jalan kesini sama kamu. Sakjane ini memang cocok buat bulan madu," sahutku. "Iyo, sedih," ujar Nuril.

Maya beach (photo taken by: Nuril)

Nampak dari kejauhan tebing hijau menjulang. Itu adalah salah satu pulau kecil di sekitar Phi Phi Island. Pantainya bernama Maya Beach tersembunyi di balik tebing, dan airnya berwarna hijau toska. Akhirnya pemandangan yang selama ini hanya kulihat di layar kaca bisa kulihat secara nyata.Cruise tertambat di Pelabuhan Phi Phi Island, lalu kami berganti ke cruise yang lebih kecil untuk snorkling.

Time to snorkling :)

Aku dan Nuril berganti baju renang dan mengambil peralatan snorkling. Lodin tinggal nyebur aja, maklum cowok. Sedangkan Fahima dan Palwasa memilih untuk tidak snorkling karena tidak memiliki peralatan renang, jadi aku serahkan kameraku ke mereka. Itu adalah pertama kali aku berenang di laut dan pertama kali mencoba snorkling. Bahkan peralatan snorkling dan life jacket ku dipasangkan oleh guide-nya. Dengan perasaan was-was bercampur penasaran aku mencelupkan diriku ke air laut dengan warna menggoda itu. Kedalamnya sekitar 20 meter >_< sebenarnya aku bisa berenang tapi airnya harus lebih rendah dari diriku sehingga aku bisa menjejakan kaki dan mengambil nafas. Sialnya disini aku tidak bisa menjejakkan kaki.

Selama berada di laut, aku cuma bisa ngambang-ngambang ga jelas. Bahkan kakiku tak bisa berada di air tapi ngambang ke permukaan karena aku memakai life jacket. Aku bahkan tak bisa berenang melawan arus yang tak begitu deras. Salah satu guide snorkling melihatku, dan Bapak itu menarik tanganku dan mengajariku snorkling.
Pesona Phi Phi Island
Bapak itulah yang mengarahkan tenaganya dengan berenang sambil menarikku. Separuh diriku sudah berada didalam air. Aku melihat coral berwarna warni di dasar laut, ikan bergelombol, dan banyak jenis ikan lain. Tiba-tiba aku merasakan air masuk ke mulutku, aku tidak bisa bernafas. Aku menggeliat-geliat. Bapak Guide itu paham dan menarikku ke permukaan air, lalu melepaskan peralatan bernafas snorklingku. Ternyata didalamnya terisi air laut. Memang snorkling menggunakan mulut untuk bernafas, dan udara mengalir melalui pipa pendek. Namun apabila menyelam agak dalam, pipa tersebut akan terisi air dan kita harus ke permukaan untuk membuang airnya.

Sepertinya hari itu, aku mem-plosoro (membuat repot) Bapak Guide, dikit-dikit peralatan snorklingku terisi air. Apalagi Bapaknya mengerahkan tenaganya berenang sambil menarikku dan melawan arus,aku sih ikut Bapknya aja. Bapak Guide itu mengajakku berkeliling di sekitar coral. Terkadang dia menyelam lebih dalam dan menyentuh ikan badut didasar laut. Sedangkan aku yang cemen, tak berani menyelam lebih jauh. Kalau Bapak Guidenya berada agak jauh aja, aku sudah panik setengah mati. Masalahnya aku tidak bisa melawan arus. Thank you Bapak Guide atas pengalaman snorkling dengan pemandangan bawah laut yang indah itu.

Pemandangan Phi Phi Island.

Aku hanya sanggup bersnorkling sekitar 20 menit dan kembali lagi ke boat. Saat itu aku mikir ogah lagi nyoba snorkling. Tapi sekarang kok pengen lagi ya :p seperti pedes sambel, kapok di awal lalu pengen lagi. Di pinggir boat, aku bertemu Nuril yang memakai ban pelampung. Ternyata dia hanya berenang disekitar boat dan tidak sampai berenang sampai ke tengah sepertiku. Untung aja tadi Bapak Guide lihat aku dan ngajarin snorkling. Aku dan Nuril menyudahi bersamaan berenang di lautan Andaman.

Sekumpulan ikan di pinggir pantai.
Lalu aku dan Nuril mencari tempat untuk mandi didalam boat dan ternyata tidak ada kamar mandi, sodara-sodara. Adanya hanya toilet dan ruang ganti. Aku melihat bak air tawar, ternyata semua orang bilas pakai itu. Cuaek, aku dan Nuril mengikuti mereka, membilas dengan air tawar. Yak itu adalah pertama kali saya 'mandi' di tempat terbuka. Lalu langsung berganti baju biasa di kamar mandi. Yup tanpa mandi dengan sabun. Setelah itu kami berjemur di atas boat sambil minum cola (alih-alih bir) seperti layaknya turis. Niatnya sih mengeringkan diri bukan menghitamkan diri.

Sekitar jam 12, boat kembali ke Phi Phi Island. Disini kami mendapat makan siang di restoran hotel Phi Phi Island. Saat aku bertanya ke salah satu stafnya, semua makanan disana halal dan no pork. Okehh...santap semua makanan yang ada:tom yam, ayam goreng, spageti, macam-macam sayur, dan empat menu lainnya. Apalagi makan disana itu bufet, jadi kalau lauknya habis diisi lagi. Entah aku sudah nambah berapa kali. Maklum faktor ekonomi mahasiswa perantauan, punya prinsip "Manfaatkanlah semua fasilitas yang ada dengan maksimal". Hitung-hitung tadi pagi cuma sarapan mi dan menyimpan makanan untuk makan malam.

Welcome to Phi Phi Island (model: Nuril)

Kami menyempatkan diri berjalan-jalan disekitar Phi Phi Island, bahkan menemukan masjid untuk shalat. Phi Phi Island memang eksotis. Tinggal disana seperti tinggal di 'paradise'. Bahkan di film The Beach sampai diceritakan bunuh membunuh demi memperebutkan tempat eksotis itu. Yakk saya sudah menemukan tempat yang potensial untuk bulan madu. hihi.

Kapal nelayan khas di Phi Phi Island.

 Kami bertolak dari Phi Phi Island jam 3 sore dengan naik boat ke Krabi. Disepanjang jalan, aku hanya tidur dengan nyenyak. Setelah dua jam, boat sampai di Ao Nang, Krabi.

5 komentar:

  1. hahahahaaaa..... wajahkku nampang. aseeekkkkk

    BalasHapus
  2. Iyo lah, di kameraku isinya fotomu tok. Mana fotoku w(*_*)w ??

    BalasHapus
  3. uwaaah, ngiriii saya,
    haha..
    semoga bisa nyusul deh kesana, hehe

    BalasHapus
  4. Pas di pantai nya rame banget waktu aku kesana, sampai2 temen2 bilang ini ancol nya thailand aka CENDOL BAY :)

    BalasHapus
  5. haloo, boleh tau nama travel agentnya apa yaa? thankiees

    BalasHapus

Silahkan dikomen ya... ^^

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena