a choice that change my life

Minggu, 10 Maret 2013

Memasak adalah Judi (yang Halal)

Hobi baru aku sekarang adalah memasak dan berkebun, ini dimulai sejak aku tinggal terasing dari negara tercinta. Oke aku akan bahas hobiku yang pertama yaitu memasak.  Bagiku memasak itu seperti judi, hanya saja tidak ada menang atau kalah, yang ada hanya enak atau enak seru (red: enak sekali). Probabilitas setelah makan masakanku adalah normal atau sakit perut (tenang ga sampe mati kok) XD.

Dinner time: sup (wortel, kol, kubis), nasi, dan telur orak arik brokoli.

Kenapa kubilang judi? bukannya memasak itu ada takarannya? memang benar ada standard resep untuk berbagai jenis masakan. Tapi memasak juga bergantung pada banyak variabel: bahan, komposisi, takaran, merk, peralatan masak, panas, besar potongan, kebersihan, air, ketajaman pisau, mood, lama memasak dsb (dan saya bingung). Sedangkan masing-masing variabel ini memiliki sub variabel lagi. Misal:
- Bahan: lauk (ikan/ayam/telur/tahu/sapi/sosis/kornet), sayuran (kol/kubis/wortel/brokoli/jamur/terong/dll), bumbu (bawang merah/bawang putih/ garam/ gula/ lada/ terasi/ tomat/dll).
-Komposisi: per sendok/ per gram/per kilo/ per biji/ per buah/ dll.
-Merk: penyedap rasa (royco/ sasa/ masako), beras (raskin/ rojo lele), selada (beli di pasar/ organik), dll.
-Peralatan memasak: kompor (arang/ minyak tanah/ gas/ listrik), wajan (besi/ alumunium/ teflon). dll
Lihat kan dari empat variabel saja sudah beranak pinak tidak karuan, sedangkan no limit in cooking! karena pada kenyataannya variabel dalam memasak itu tidak terbatas. Seperti melakukan eksperimen tapi tidak punya hipotesis pasti sebelum jadi masakan. Tapi kita bisa mengontrol rasa dengan mencoba sendiri saat akan matang.

Spagetti dan carbonara sauce.
Sebelumnya aku adalah real student engineer alias mahasiswi nukang dan terjauhkan dari hal-hal rumah tangga termasuk masak. Menu yang biasa kumasak adalah mi instant, ngepol masak nasi goreng pakai bumbu sajiku. Oke,,, itu kebacut. Tapi memang saat aku kuliah di ITS memasak sendiri adalah membuang waktu dan uang. Makanan di Keputih daerah ITS murah sekali, dengan berbekal uang 3000 bisa mendapat: nasi, sambal, sup, seiris telur dadar, dan tempe goreng. Makan cuman dua kali :p . Lantas mengapa sekarang aku mendadak jadi chef ancur-ancuran?
1. Hobi memasak sangat berguna untuk menghemat pengeluaran (sehingga duitnya bisa buat jajan, shopping atau jalan-jalan). Bayangkan sekali makan di kantin bisa sampai 60 Baht. Sedangkan kalau masak sendiri sehari cuman habis sekitar 50 Baht (tergantung menu) untuk makan tiga kali.
2. Di Thailand, jarang orang yang menjual makanan halal. Sekalinya ada ya itu-itu terus, di sekitar sini aja cuma 4 gerai yang menjual makanan halal. Itupun yang dua harus bersepeda dulu 15 menitan keluar dari kampus. Sedangkan kalau memasak sendiri,kita akan hati-hati memilih bahan dan memasaknya.
3. Kesenangan saat berjudi alias mencampurkan bahan makanan dan memasak sesuka hati dan hasilnya surprise!!! enak atau enggak pasti dimakan sendiri.
4. Belajar menjadi ibu rumah tangga yang pandai memasak (eheem).

Ingin berjudi dengan cara memasak? Berikut ini bahan utama untuk judi:
1. Bawang merah
2. Bawang putih
3. Cabe (jika suka pedas)
4. Garam
5. Gula
6. Penyedap rasa
7. Minyak goreng
8. Air
9. Sayuran dan atau lauk terserah
Campurkan semua bahan tersebut dengan komposisi terserah (sesuai feeling) dan semua bahan tersebut bisa menjadi bermacam masakan:
1. Sup dengan banyak variasi sayur dan lauk
Sup wortel, kubis, dan jamur plus sosis anak-anak gambar snowman pink.

Kemaruk: sup wortel, kentang, kubis dan lauk sosis dan telur.

Sup kubis,brokoli, dan jagung bayi, lauk kornet digoreng dengan telur.
2. Tumis dengan banyak variasi sayur dan lauk
Tumis brokoli dan sosis ikan.

Tumis kangkung dan bakso ikan goreng.

3. Nasi goreng
4. Bakso
Bakso ikan.
Note:semua foto dokumentasi masakan disini adalah asli ancur, maklum penggorengannya cuma 1 yang dibuat serbaguna.Jadi setiap dipakai menggoreng pasti lengket dan hasilnya ancur. Apalagi fotonya pakai hape semua bukan kamera DSLR!

Ini salah satu resepku yang setelah ku testing (dengan maksa) pada temanku Pakistan, dia bilang enak. Judulnya "Tumis Sembarang Kalir". Cocok untuk yang pertama kali memasak:
1. Cincang halus separuh bawang merah besar, separuh bawang putih, dan 3 cabai.
2. Siapkan sayur yang telah dipotong: brokoli, kol, wortel, kubis ungu, dan jagung muda.
3. Panaskan minyak goreng dan tumis cincangan bawang merah, putih, dan cabai sampai harum.
4. Tuangkan setengah gelas air dan kaldu/ penyedap rasa. Tambahkan garam dan gula secukupnya.
5. Masukkan sayuran dari yang keras: wortel dan jagung bayi, setelah beberapa saat baru kubis ungu,kol, dan brokoli.
6. Cicipi, jika kurang asin-tambah garam, kurang manis-tambah gula. Tara... finish...
kalau mau bikin sup tinggal airnya yang ditambah menjadi 2 gelas.

Ayam bakar madu, saus kecap pedas (efek cahaya yg jelek >..<)
Kalau mau rada gaya, bisa coba masak ayam panggang madu:
1. 4 paha ayam, silet agar bumbunya meresap.
2. Celupkan selama sejam di larutan: 2 sendok jeruk nipis, parutan jahe, 1 sendok kecap asin, 3 sendok madu, 1 sendok kecap asin.
3. Bakar sampai matang
4. Hidangkan dengan sambal kecap: kecap manis, potongan cabe dan bawang merah.

Nah bagi yang belum berjudi memasak, saatnya mencoba peruntungan Anda. Daann.... taraa.... enak ga enak yang pentings udah berusaha.

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan dikomen ya... ^^

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena