a choice that change my life

Sabtu, 18 Februari 2012

Day 5,5: Singapore, Miniatur Negara di Dunia

Pergilah ke MRT Raffles dan keluarlah, disanalah Singapore yang sebenarnya. Gedung-gedung menjulang seakan ditata dengan rapi dibelakang bangunan tua Fullerton Hotel. Kawasan itu dilintasi oleh sungai tanpa sampah. Dua jembatan buatan kolonial Inggris yang masih terawat dan dipakai hingga sekarang. Jalan sedikit, sudah ditemui Civilisation Museum. Gak tau juga didalamnya ada apanya, kita ga sempet masuk sana lagi-lagi masalah kemaslahatan bersama: uang -_-" .
Jalanan ke Fullerton Hotel

Jembatan Gavenaga, sejak tahun 1867

Ucups di jembatan

Paduan antara gedung tinggi dengan dasar jembatan tua

Civilisation Museum

Sedikit jalan ke arah kanan, terdapat Esplanade Park. Pemandangan kota negara Singapore benar-benar luar biasa. Tampak dari kejauhan teater Esplanade berwarna hijau dengan bentuk setengah lingkarannya yang unik. Disebrang taman, terdapat Art Museum dengan bentuk menyerupai bunga putih yang akan mekar. Disebelahnya terdapat bangunan yang terkenal, aku sih nyebutnya "Sky Garden", tiga bangunan menjulang yang dibangun sama tinggi, lalu diatasnya ada semacam kapal yang nyungsep. Lha di kapal tersebut ada taman, kesannya tamannya seperti di langit. Luar biasa!!
Esplanade Park

Pemandangan di Esplanade Park

Sisi lain Esplanade Park

Kita melanjutkan berjalan kaki menuju ke bangunan Esplanade Theatre. Sekilas aku menengok ke bawah, yang awalnya kukira sebuah sungai. Ternyata ini adalah pantai yang berbentuk sebuah teluk. Wew,, pantainya dipaksa dengan banyak bangunan kokoh yang berdiri diatasnya. Saat aku kesana, banyak anak-anak yang latihan sepeda dan tarian dibawah kolong jembatan. Jangan bayangkan kolong jembatan di Singapore itu tempat kumuh atau taman yang tak terawat. Kolong jembatannya bersih, bahkan di kolong jembatan ada cafe Starbucks. Ngerii.

Semakin jalan ke ujung Esplanade Theatre, pemandangan Singapore semakin jelas dan indah. Ohh ternyata disebrang Esplanade adalah Merlion. Simbol Singapore yang terkenal seantero dunia. Merlion hanya tampak seupil dari Esplanade. Sampai di pojokan, Ucups menemukan stadion olahraga terunik di dunia. Stadion itu menghadap ke lapangan (hal biasa), masalahnya lapangannya berada di pinggir laut dan dibelakangnya adalah pemandangan bangunan Art Museum dan gedung-gedung bertingkat. Stadion itu tidak dikelilingi pagar pembatas tembok apapun layaknya stadion bola pada biasanya. Hanya jaring bolong-bolong tinggi mengintari lapangan.
Dari kiri: Art Museum berwarna putih dan disebelahnya adalah Sky Garden
Merlion dari Esplanade

Sisi lain Merlion

Perhatikan, yang warna hijau adalah lapangan olahraga

Aku juga menemukan bahwa Singapore menggunakan sel surya untuk membantu pasokan listriknya. Sel surya diletakkan disepanjang jalan menuju pojokan Esplanade Theatre. Enak-enak foto tiba-tiba kita baru menyadari bahwa bungkusan belanjaan yang kita beli di Bugis Street sudah tidak ada ditangan. Untung saja ketemu, bungkusan tersebut masih teronggok di tangga Esplanade Theatre yang menghadap ke teluk. Untunglah bukan dikira sampah.
Sel surya

Kami menuju Merlion lewat jembatan yang di kanan-kirinya ditanami oleh bunga kertas warna pink keunguan. Sampai di Merlion, "wes maksimal ta iki?" pikir kita. Ternyata Merlion yang terkenal sejagad hanya berukuran sekitar 4 meter. Nah, sekarang aku bisa memajang fotoku di Melion, tak seperti dulu kopas-kopas foto untuk Merlion untuk menarik perhatian anak-anak yang kuhasut keluar negeri.
Satu-satunya foto bertiga di hari kelima

Merlion, simbol Singapore

Merlion dari sisi kanan

Kami melihat peta lagi, ternyata ada objek Marina Bay yang terletak di ujung sebrang dari Merlion. Asthy yang sudah kecapekan memutuskan tidak mau jalan kaki kesana. Tinggalah aku dan Ucups yang masih antusias untuk berjalan kaki selama kaki masih bisa dipaksa kompromi. Perjalanan kesana melewati pinggiran teluk dan jalanan dari kayu. Deretan gedung pencakar langit menjulang dibelakang kita. Kita melewati restoran dan hotel mewah di pinggir teluk. Sesampai disana, terlihat landscape Singapore dari kejauhan. Teluk dan dibelakangnya Merlion, Esplanade, gedung tinggi, dan jembatan cantik. Setiap sisi dari teluk ini memberikan pemandangan berbeda negara Singapore. Ngerinya lagi, Singapore masih saja terus melakukan pembangunan meski gedung pencakar langit sudah ada dimana-mana. Kulihat sekilas papan sejarah Marina Bay dari awal sampai akhir, pantai tandus Marina Bay sudah diubah sedemikian rupa sampai menjadi sekarang.
Jalan setapak ke Marina Bay

Agle lain Sky Garden

Foto restoran, memantulkan bayangan

Marina Bay, Oya yang warna-warni (biru,kuning, hijau) dalah tempat duduk stadion yang kusebutkan diatas

Sisi laut Marina Bay

Sisi gedung di Marina Bay

Lalu kami kembali lagi kearah Merlion dan menemukan Asthy duduk melamun di pinggir Merlion sendirian. Titik berikutnya yang dituju yaitu Patung Raffles. Raffles, orang Inggris yang menjejakakan kaki di Singapore ini dianggap sebagai pahlawan yang berjasa. Dia memetakan Singapore yang awalnya hanya perkampungan nelayan menjadi daerah transit dan pusat perdagangan. Raffles Statue merupakan tempat yang diyakini pertama kalinya Raffles menapakan kaki di Singapore. Ternyata patung Raffles berwarna putih dan kecil. Ini nih daya marketing Singapore, di petanya digambar merah-merah, place of interested: Raffles Statue.
Raffles Statue

Disana aku juga sempat jajan es krim uncle seharga 1 SGD. Es krim Uncle ini adalah jualan kaki lima yang menggunakan sepeda pancal dan banyak ditemukan di daerah sekitar sana. Es krim boleh sama-sama walls/campina, namun penyajiannya berbeda. Es krimnya diiris kotak-kotak dan dilapisi roti atau wafer. Sekilas malah Ucups menyangka itu tahu. Rasanya? sama seperti es krim Indonesia namun lebih padat dan ada rasanya lebih beragam.
Uncle Es Krim

Selanjutnya kita mencari masjid di daerah tersebut. Uniknya lagi karena lahannya yang terbatas, masjidnya terletak dibawah tanah. Namun didalamnya lumayan besar dan biasa digunakan untuk shalat Jumat.

Perjalanan naik MRT dilanjutkan ke MRT Orchard Road. Orchard Road merupakan pusat perbelanjaan di Singapore. Berhubung sedang hari Minggu, Orchard Road menjadi daerah ramai yang dikunjungi. Lagi-lagi keluar dari MRT, kita sudah berada di mall lantai dasar. Disambut dengan suasan seperti didalam akuarium, layar serba biru terkembang diseluruh permukaan termasuk atap dan didalamnya ada bayangan ikan sedang berenang. Opo-opoan iki? apiik seru :D Ternyata MRT tersebut langsung terhubung ke mall ION yang bentuknya sangat futuristik
Orchard Road
Bagunan mall ION

Mall ION dari depan

Kita memilih untuk berjalan di depan mall sepanjang Orchard Road dan tidak masuk ke mall manapun. Tujuan kita adalah menikmati deretan Mall mewah di kawasan Orchard Road. Sekalian berjalan ke arah MRT Dhoby Ghaut.
Suasana Orchard Road di hari Minggu

Valentine di Orchard Road

Taman di dekat MRT Dhoby Ghaut

Saat ditengah jalan menuju MRT, Asthy yang awalnya didepan kita tiba-tiba menghilang. Kita semua tidak memiliki pulsa dan disana tidak ada koneksi internet. Mulailah petualanganku berdua dengan Ucups mengintari Singapore, tentunya sambil mengkhawatirkan keadaan Asthy.

-Bersambung-

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan dikomen ya... ^^

© More Than a Choice, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena